Reklamasi Pantura Jakarta Bikin Tekor PLN

NERACA

Jakarta - Reklamasi Pantai Utara (Pantura) Jakarta yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memaksa kantong PLN tekor. Lantaran, reklamasi pantai memicu pemanasan air laut yang sangat dibutuhkan PLN untuk mendinginkan PLTGU di Muara Karang, Lontar dan Tanjung Priok.

Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan PLN Satri Falanu, reklamasi Pantura Jakarta merugikan operasional dan material PLN. Ia menguraikan reklamasi Pantura Jakarta tahap pertama yang saat ini menjadi kawasan Pantai Mutiara telah mengubah infrastruktur outlet sistem air pendingin PLTGU Muara Karang.

Hal ini menyebabkan meningkatnya suhu air di intake canal pembangkit dari kondisi awal 29 derajat celcius menjadi 31,1 derajat celcius. Reklamasi Pantura Jakarta juga berpotensi menimbulkan semakin sempitnya zona sirkulasi air pendingin serta air baku untuk kebutuhan PLTGU Muara Karang sehingga menyebabkan meningkatkan suhu air pendingin yang sekarang mencapai 31,3 derajat celcius. “Acuannya kalau suhu naik berpengaruh terhadap pningkatan bahan bakar yang lebih banyak. Misalkan naik 1 derajat celsius, kita akan kehilangan 10 megawatt atau 10.000 kw. Akibatnya dalam sehari dihitung yaitu 10.000 kw dikali 24 jam bisa sampai 240.000 kwh. Kalau dihitung nominal bisa sampai Rp 576 juta per unit untuk satu hari. Ini hanya satu unit. Kalau enam unit berarti nilai kerugiannya tinggal dikalikan enam,” kata Satri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/2).

PLN, imbuh Satri, tidak menolak rencana pemerintah provinsi DKI terkait reklamasi Pantura Jakarta. Namun, ia berharap sebaiknya rencana tersebut memiliki perencanaan yang matang agar tidak merugikan perseroan dan mengganggu operasional pembangkit Muara Karang.

Menurut Satri, adanya reklamasi Pantura Jakarta juga membuat pembangkit harus menambah pasokan bahan bakar sebanyak 72.000 liter Marine Fuel Oil (MFO). Potensi ini akibat fasilitas pipa untuk PLTGU Muara Karang aksesnya terdapat di kawasan yang akan direklamasi. Ia menjelaskan Pembangkit Muara Karang memiliki kapasitas listrik mencapai 1648 megawatt (MW) yang terdiri dari PLTG Blok 1 berkapasitas 508 MW. Selain itu, ada PLTGU Blok 2 berkapasitas 740 MW dan PLTU Unit 4 serta 5 berkapasitas 400 MW. “Nantinya juga berimbas dalam pasokan gas dan bahan bakar minyak ke Muara Karang karena posisi pipa gas serta BBM kan ada di kawasan yang direklamasi,” ujarnya

Sementara itu, Direktur Operasi Jawa Bali PLN Ngurah Adnyana menjelaskan di Pantura Jakarta, selain PLTGU Muara Karang, terdapat dua pembangkit listrik lainnya yaitu PLTGU Priok dan PLTGU Muara Tawar. Menurutnya, keberadaan ketiga pembangkit listrik terutama PLTGU Muara Karang sangat strategis sebagai obyek instalasi vital dan pasokan listrik Jakarta dan daerah sekitarnya.

Ketiga pembangkit tersebut, papar Adnyana, memasok sekitar 53% dari kebutuhan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dengan kapasitas total 1.648 megawatt serta enam unit, oeprasional PLTGU akan terkena dampak dari rencana reklamasi Pantura Jakarta. "PLTGU ini perannya vital selain Muara Tawar dan Priok. Kalau nanti terkena, pasokan listrik akan terhambat," ungkapnya. **kam

BERITA TERKAIT

Jika Berinovasi, PLN Bisa Hemat Hingga Rp1 triliun

  NERACA   Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) memproyeksikan jumlah efisiensi yang diciptakan dari inovasi-inovasi korporat bisa mencapai Rp1…

Indonesia – Arab Saudi Sepakat Bikin Sistem Baru - Penyaluran TKI

  NERACA   Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Saudi Arabia sepakat menyusun sistem baru bagi warga negara Indonesia…

HIPMI Inginkan Jakarta Lebih Baik - Punya Gubernur Baru

    NERACA   Jakarta - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (BPD Hipmi Jaya) mengharapkan Gubernur…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…