Jabar Sampaikan APBD-P 2018 Capai Rp1,29 Triliun

Jabar Sampaikan APBD-P 2018 Capai Rp1,29 Triliun

NERACA

Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyampaikan rencana perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun 2018 yang mencapai Rp1,29 Triliun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Jabar, Iwa Karniwa, dalam siaran persnya, Kamis (13/9), mengatakan perubahan terkait dengan target indikator yang ditetapkan."Saya memimpin langsung dan memaparkan gambaran umum terkait APBD Perubahan. Diantaranya ada perubahan asumsi pejabat umum dan juga khusus untuk bidang pendapatan, terjadinya pelampauan pembiayaan," ujar Iwa.

Pemprov Jabar, menurut dia, berencana melakukan pergeseran anggaran antar unit karena ada beberapa yang harus dikoreksi. Termasuk beberapa yang terkait dengan sisa lelang. Pihaknya juga menyampaikan beberapa indikator ekonomi makro yang akan dilakukan dalam APBD Perubahan 2018 yaitu indeks pembangunan manusia ditargetkan antara 71 persen hingga 71,54 persen.

Lalu indeks pendidikan yang telah direncanakan sebesar 62,51 persen hingga 63,50 persen, dan beberapa hal yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi juga kan didorong antara 5,5 persen - 5,9 persen, inflasi 3,55 +1 persen, dan terakhir untuk investasi ditargetkan Rp315 triliun - Rp335,3 triliun. Selain itu kebijakan dari sisi pendapatan diantaranya meningkatkan deviden BUMD. Sedangkan kebijakan belanja pemerintah provinsi akan mengoptimalkan penyelenggaraan urusan pemerintahan wajib, nonwajib, urusan pemerintahan pilihan, serta urusan penunjang pemerintahan.

Kemudian dilaksanakannya RPJMN 2015-2019, diantaranya fungsi pendidikan 20 persen dari total, fungsi kesehatan 10 persen dari belanja, fungsi infrastruktur 10 persen dari total Pajak Kendaraan Bermotor, serta optimalisasi penggunaan aset daerah, dan pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi.

"Itulah kira-kira kebijakan anggaran yang kami coba lakukan sehingga target pendapatan murni 2018 adalah Rp31,96 triliun, pada rencana perubahan dengan beberapa peningkatan efisiensi, efektifitas dan lain sebagainya itu menjadi Rp33,25 triliun sehingga ada peningkatan Rp1,29 triliun. Di sisi belanja diusulkan Rp33,9 triliun direncanakan alokasi belanja Rp35,7 triliun sehingga ada peningkatan belanja Rp 1,7 triliun," kata Iwa.

Kemudian Sekda juga menuturkan dari APBD Murni 2018, anggaran perubahan mengalami kenaikan sebesar 5,25 persen. Salah satu kenaikan ini juga untuk menopang program "quick response" yang digagas oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wagub Uu Ruzhanul."Program ini kami siapkan diperubahan karena akan segera diluncurkan," tutur Sekda.

Terkait kekurangan anggaran, Sekda memastikan hal ini bisa ditutup dari hasil Silpa perhitungan BPK yang mencapai Rp2,478 triliun. Pihaknya menargetkan pembahasan APBD Perubahan 2018 bisa tuntas menjelang akhir September sekaligus bisa ditetapkan. Ant

BERITA TERKAIT

PUBLIC EXPOSE TAHUNAN 2018 CIMB NIAGA

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Strategy and Finance CIMB Niaga Wan Razly (kedua…

Dana Eksplorasi INCO Capai Rp 8,39 Miliar

Sepanjang September 2018, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah menggelontorkan dana kegiatan eksplorasi sebesar US$ 552.865 atau sekitar Rp 8,39…

Penjualan APLN Baru Capai 40% Dari Target - Bisnis Properti Lesu

NERACA Jakarta –Di kuartal tiga 2018, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membukukan nilai pemasaran atau marketing sales sebesar…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup NERACA Jember - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM mengajak Universitas…

Direktur CPL World Bank Kunjungi Damamaya Cyber Monitor - Sebut Denpasar Mampu Sediakan "Big Data" Perencanaan Pembangunan

Direktur CPL World Bank Kunjungi Damamaya Cyber Monitor Sebut Denpasar Mampu Sediakan "Big Data" Perencanaan Pembangunan NERACA Denpasar - Tiga…

KOTA SUKABUMI - Poin Strategis Pasar Induk dan Perparkiran Paling Mencolok di Revisi RTRW

KOTA SUKABUMI Poin Strategis Pasar Induk dan Perparkiran Paling Mencolok di Revisi RTRW NERACA Sukabumi - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah…