Pemerintah Serap Rp16,21 Triliun dari Lelang Surat Utang

NERACA

Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp16,21 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan total penawaran mencapai Rp36,88 triliun. Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Kamis, menyebutkan lelang ini memenuhi target indikatif sebesar Rp10 triliun.

Untuk seri SPN03181213, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,57 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo 13 Desember 2018 ini mencapai Rp12,2 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto mencapai 5,3 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,74 persen.

Untuk seri SPN12190913, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,34756 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo 13 September 2019 ini mencapai Rp7,85 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 6,18 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,5 persen.

Untuk seri FR0063, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,52820 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo 15 Mei 2023 ini pada mencapai Rp8,29 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 5,625 persen ini mencapai 8,39 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,8 persen.

Untuk seri FR0064, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,66918 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo 15 Mei 2028 ini pada mencapai Rp3,83 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,125 persen ini mencapai 8,63 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 9,25 persen.

Untuk seri FR0065, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,80531 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo 15 Mei 2033 ini pada mencapai Rp1,84 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,625 persen ini mencapai 8,75 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 9,5 persen.

Untuk seri FR0075, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,7 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 9,15981 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo 15 Mei 2038 ini pada mencapai Rp2,48 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 9,02 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 9,75 persen.

Untuk seri FR0076, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,31 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 9,21923 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo 15 Mei 2048 ini pada mencapai Rp0,38 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,375 persen ini mencapai 9,14 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 9,35 persen. Sebelumnya, pemerintah menyerap dana Rp20 triliun dari lelang enam seri Surat Utang Negara pada Selasa (28/8), dengan total penawaran masuk mencapai Rp59,28 triliun.

BERITA TERKAIT

PUB Obligasi BRI Meleset dari Target - Mempertimbangkan Sisa Waktu

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan kondisi pasar yang tidak bakal menyerap seluruh obligasi, PT Bank BRI (BBRI) menyatakan telah menghentikan kegiatan…

BMRS Lunasi 20% Saham DPM Ke Antam - Raih Dana Segar dari NFC China

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar senilai US$ 198 juta dari NFC China, mendorong PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)…

Kadin Berharap Pemerintah Susun Regulasi Lebih Pro Dunia Usaha - Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia berharap pemerintah membuat kebijakan dan regulasi bidang kelautan dan perikanan pro dunia…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 6%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya pada November 2018 menjadi enam persen,…

Perbankan Diminta Perbaiki Tata Kelola

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap industri perbankan terus memperbaiki tata kelola perusahaan yang…

Bhineka Life dan OJK Gelar Literasi Keuangan untuk Guru

    NERACA   Bandung - PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional…