OJK Diminta Hadirkan Iklim Usaha yang Sehat

NERACA

Jakarta - Perusahaan berbasis teknologi finansial UangTeman mendukung seluruh upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menghadirkan iklim berusaha yang sehat, aman dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia. “UangTeman berkomitmen untuk mendukung penuh kebijakan OJK dalam menghadirkan iklim bisnis industri fintech yang aman dan terpercaya bagi masyarakat," kata Corporate Communications UangTeman Dimas Siregar dalam pernyataan yang dikutip, Kamis (13/9).

Dimas menambahkan industri teknologi finansial saat ini merupakan entitas bisnis yang sedang tumbuh pesat dan membutuhkan izin dari regulator agar mampu berkembang dengan lebih optimal. Untuk itu, ia menyakini regulator tidak akan menghambat proses perizinan yang saat ini belum sepenuhnya diperoleh perusahaan teknologi finansial. "Proses yang sedang berlangsung saat ini, kami yakin juga untuk kepentingan bersama dan memberikan kontribusi positif bagi semua pemangku kepentingan, terutama masyarakat sebagai konsumen," katanya.

Saat ini, ia menambahkan, pihaknya sudah memperoleh sertifikat ISO untuk pengelolaan keamanan data nasabah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh izin penuh beroperasi dari OJK. "Namun sertifikasi itu bukan satu-satunya syarat," ujar Dimas. Sebelumnya, OJK menilai para penyelenggara jasa teknologi finansial telah tertib dalam menaati regulasi yang berlaku meski banyak yang belum mendapatkan izin secara resmi.

Dalam perizinan tersebut, OJK ikut memperhatikan mandat UU Informasi dan Transaksi Elektronik yang menyatakan perlunya sertifikasi dari institusi lain seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sambil menunggu tiap penyelenggara jasa teknologi finansial menerima sertifikat tersebut, OJK kembali mengkaji kesiapan model bisnis dan pengendalian internal dari pelaku usaha.

Sementara itu, OJK baru menerbitkan Peraturan OJK Nomor 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan yang menuntut pelaku industri teknologi finansial transparan dalam menjalankan proses bisnis. "Dengan adanya POJK Inovasi Keuangan Digital ini, kami menuntut transparansi sehingga nasabah akan mengetahui apa yang dilakukan dan diterima, termasuk beberapa denda atau apapun," kata Kepala Departemen Inovasi Keuangan OJK, Triyono.

Pernyataan tersebut menanggapi seruan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) kepada OJK untuk memblokir perusahaan teknologi finansial yang terbukti melakukan pelanggaran hak-hak konsumen. YLKI terutama menyoroti adanya pengenaan denda harian yang tinggi, misalnya Rp50.000 per hari serta komisi sebesar 62 persen dari utang pokok.

Triyono mengatakan bahwa denda keterlambatan pembayaran seharusnya sudah dipahami oleh nasabah atau peminjam ketika melakukan tanda tangan kesepakatan awal. Untuk itu, OJK akan melakukan sosialisasi menyangkut POJK Inovasi Keuangan Digital ini terutama kepada para pelaku usaha supaya mampu menjalankan kewajiban edukasi nasabah. Kewajiban edukasi kepada nasabah tertuang dalam POJK Inovasi Keuangan Digital agar pelaku industri tidak menjual produk kepada yang calon nasabah yang tidak tepat (misselling).

BERITA TERKAIT

OJK "Lepas Tangan" Bunga P2P Lending

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa regulator tidak mengatur secara spesifik besaran bunga…

Jaga APBN Tetap Sehat

Meski asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS dalam APBN 2019 dipatok Rp 15.000 per US$, pos-pos pembelanjaan negara hendaknya tetap…

Pemkab Kuningan Adakan Bursa Inovasi Desa, Ini Hasil yang Diharapkan

Pemkab Kuningan Adakan Bursa Inovasi Desa, Ini Hasil yang Diharapkan NERACA Kuningan – Kedepan kepala desa harus inovatif dalam pemberdayaan,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

IBEX 2018 Bahas Revolusi Teknologi Perbankan

  NERACA   Jakarta - Topik mengenai pengaruh revolusi teknologi pada sektor perbankan terutama dengan hadirnya teknologi finansial (fintech) dalam…

Sistem QR Code Bank Mandiri akan Diluncurkan Awal 2019

    NERACA   Jakarta - Presiden Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Mandiri Pay sebagai sistem…

Sinarmas MSIG dan Bank Jatim Syariah Luncurkan Bancassurance

  NERACA   Surabaya - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur…