Jumlah Publikasi Ilmiah Meningkat

Jumlah publikasi ilmiah di Indonesia, baik dalam bentuk arikel jurnal maupun prosiding konferensi, yang tercatat dalam jurnal terindeks Scopus meningkat pesar sepanjang tahun 2017 hingga 2018, kata Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof Ainun Na'im, Ph.D.

Hal tersebut disampaikan pada pembukaan Konferensi Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bidang Komunikasi (KNP2K) yang telah diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi, London School of Public Relations (LSPR) Jakarta baru-baru ini, demikian pernyataan yang diterima di Jakarta.

Menurutnya berbagai tantangan dan permasalahan terkait penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia dapat diatasi dengan reformasi regulasi secara mendasar sehingga dapat menghasilkan penelitian yang bermanfaat secara sosial budaya dan ekonomi bagi masyarakat. Sejauh ini ada 215 jurnal bidang bahasa dan komunikasi yang memuat lebih dari 21.967 artikel di Indonesia.

Sementara itu, Ketua KNP2K, Dr. Lestari Nurhajati menyatakan bahwa KNP2K merupakan sinergi antara pemerintah, pelaku bisnis dan praktisi serta para akademisi. "Saya berharap konferensi ini dapat membangun sinergi bagi terciptanya pengabdian masyarakat berbasis penelitian serta memberikan pemahaman dalam kajian komunikasi," ujarnya.

KNP2K telah menyeleksi 40 artikel terbaik, dimana delapan diantaranya akan dipublikasikan melalui jurnal nasional terakreditasi DIKTI, sedangkan 32 artikel lainnya akan masuk jurnal dalam jaringan dengan Nomor Seri Standar Internasional (ISSN). Sementara itu, 126 artikel ilmiah lainnya akan dipublikasikan melalui publikasi KNP2K yang juga memiliki ISSN.

Adapun Scopus merupakan salah satu indeks sitasi jurnal ilmiah, selain Copernicus, ProQuest, Thomson Reuters, dan Microsoft Academic Search. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mengeluarkan Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor sebagai komitmen untuk memacu para profesor dan lektor kepala supaya menulis publikasi internasional di jurnal bereputasi.

Selama kurun dua tahun terakhir kebijakan tersebut mendorong jumlah publikasi internasional Indonesia yang terindeks Scopus. Kini, jumlah publikasi ilmiah Indonesia berada di urutan ketiga se-Asia Tenggara dengan 15.419 publikasi di akhir 2017, setelah bawah Malaysia dan Singapura. Dunia penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti jumlah peneliti yang masih sedikit, yaitu 1.071 per satu juta penduduk. Selain itu, anggaran penelitian sebagian besar masih berasal dari pemerintah dan hasil penelitian belum relevan dengan kebutuhan pasar.

BERITA TERKAIT

Sektor Pengolahan - Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur Terus Meningkat

NERACA Jakarta – Industri manufaktur terus menyerap tenaga kerja dalam negeri seiring adanya peningkatan investasi atau ekspansi. Ini menjadi salah…

DPRD Tangerang Tunda Paripurna Validasi Jumlah Penduduk

DPRD Tangerang Tunda Paripurna Validasi Jumlah Penduduk NERACA  Tangerang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Banten, menunda rapat…

Kebutuhan Uang Tahun Politik Meningkat

  NERACA   Solo – Tahun 2019 adalah tahun pemilihan baik DPR, DPRD, DPD hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) Bank Indonesia…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Literasi Kurang Efektif Tangkal Hoaks

    Pakar Saraf dari Institut Pertanian Bogor Berry Juliandi menyampaikan bahwa literasi informasi kurang efektif menangkal penyebaran kabar bohong…

Aborsi Jadi Fenomena Seperti Gunung ES di Kalangan Remaja

    "Saya ditanya oleh bidan, mau melihat anak saya tidak. Saya jawab, tidak. Tapi bidan itu bilang, masa tidak…

Peran Universitas Di Masa Depan

      Anggota komunitas Global University Leaders Forum bertemu di Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) 2019…