Industri Baja Dorong Implementasi MP3EI

NERACA

Cilegon--- Industri baja nasional termasuk salah satu infrastruktur dan sangat dibutuhkan guna mendorong percepatan implementasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Alasanya, investasi itu dilakukan di semua koridor ekonomi dan kluster industri. "Dalam MP3EI, kita membangun investasi besar-besaran di Indonesia. MP3EI membutuhkan pembangunan infrastruktur besar-besaran dan manufaktur industri. Semua itu memerlukan industri baja," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cilegon, 28/2

Presiden SBY menilai industri baja, merupakan sektor yang penting karena bisa memacu pertumbuhan ekonomi nasional. "Peran industri baja akan sangat penting karena bisa masuk di sektor perekonomian kita. Mengembangkan dan meningkatkan industri baja hampir pasti akan memepercepat pertumbuhan ekonomi kita," tambahnya

Lebih jauh Kepala Negara menambahkan, selama 15 tahun mendatang, perekonomian nasional diharapkan bisa bertumbuh hingga 7,00%-8,00% per tahun. "Sekarang 6,5% belum cukup. Harus menuju 7,00% atau 8,00% per tahun nantinya. Indonesia sering disebut sebagai new emerging country, tapi tantangan yang kita hadapi masih besar," tambahnya

Bahkan SBY menilai, investasi PT Krakatau Posco yang merupakan proyek patungan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Pohang Iron and Steel Company (Posco) asal Korea Selatan merupakan awal dari pengembangan industri baja sebagai salah satu pilar perekonomian nasional. "Apa yang dilaksanakan KS dan kerja sama dengan Posco ini adalah investasi jangka panjang. KS pastikan pula mengajak serta semua stakeholder. Ajak serta karyawan menjadi bagian pengembangan industri ini," jelasnya

Dikatakan SBY, kemitraan antara Indonesia dan Korea Selatan selama ini sudah berjalan dengan kuat dan baik. Korea Selatan, memiliki industri yang kuat. "di samping karena sumber daya manusia (SDM), kegigihan, dan semangat kerja keras menjadi penopang industrialisasi di Korea Selatan. Salah satunya industri baja. Kita bisa mengikuti jejak negara yang berkembang menjadi negara maju," imbuhnya

Sementara itu, Dirut PT Krakatau Steel, Fazwar Bujang optimistis perusahaan milik negara itu akan terus berkembang. Karena kapasitas produksi Krakatau Steel saat ini mencapai 3,15 juta ton per tahun. Dia memperkirakan, kapasitas produksi itu bisa ditingkatkan menjadi 4,52 juta ton per tahun.

Sedangkan perusahaan patungan Krakatau Posco bisa menghasilkan produk baja sebanyak 3 juta ton per tahun. Pada tahap investasi berikutnya, kapasitas itu diperkirakan meningkat hingga 6 juta ton per tahun. PT Krakatau Steel (KS) dan Pohang Steel and Iron Coorporation (Posco) dari Korea Selatan resmi mendirikan perusahaan patungan pabrik baja terpadu di Indonesia, dengan investasi sekitar enam miliar dolar AS atau sekitar Rp54 triliun.

Pada komposisi awal, Posco memiliki perusahaan patungan itu sebesar 70% dan KS sebesar 30%. Selanjutnya, setelah satu tahun pembentukan perusahaan patungan, porsi saham KS akan bertambah menjadi 45%. Sedangkan Posco menguasai 55%. **cahyo

BERITA TERKAIT

INDUSTRI KAROSERI BUS

Pekerja merakit bus di Pabrik Karoseri CV Laksana, Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/7/2019). Pabrik karoseri tersebut dalam setahun…

Koperasi Indonesia Diyakini Adaptif dengan Era Industri 4.0

Koperasi Indonesia Diyakini Adaptif dengan Era Industri 4.0 NERACA Purwokerto - Koperasi dituntut harus mampu beradaptasi dengan era industri 4.0.…

Kerjasama KiosTix dan Prasetiya Mulya Garap Industri Hiburan

    NERACA   Jakarta - KiosTix bekerjasama dengan Universitas Prasetiya Mulya menyelenggarakan Ruang Diskusi bertajuk “Event Creation & Effective…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Indeks Pembangunan Kesehatan : Bali Tertinggi, Papua Terendah

    NERACA   Jakarta - Provinsi Bali menjadi wilayah yang memiliki Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) paling tinggi sementara…

Presiden Minta Menteri Antisipasi Dampak Kekeringan

    NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan para menteri kabinet kerja untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang terjadi…

BPS : Penduduk Miskin Berkurang 530 Ribu Jiwa

    NERACA   Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 mencapai sebesar 25,14…