Pertumbuhan Ekonomi Diyakini Bisa Capai 6,5% - Tetap Ada Capital Inflow

NERACA

Jakarta---Pemerintah masih yakin target pertumbuhan ekonomi 6,5% pada 2012 akan tercapai. Alasanya bisa melalui pemanfaatan momentum peningkatan penanaman modal dalam negeri. "Walaupun ada episode yang membuahkan kekhawatiran seperti krisis ekonomi Eropa dan Amerika Serikat, saya optimistis target pemerintah ekonomi tumbuh 6,5% dapat tercapai," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di Jakarta,28/2

Menurut Gita, dari sisi luar negeri perlambatan ekonomi di kawasan Eropa dan AS akan memaksa para pemodal untuk keluar dari kawasan itu untuk selanjutnya mencari negara yang memiliki prospek ekonomi bagus dalam berinvestasi. "Dan ... saya yakin Indonesia salah satu dari sedikit negara yang menjadi perhatian mereka (pemodal). Indikator ekonomi Indonesia tentu menjadi bahan telaah para investor untuk masuk lebih dalam ke sektor-sektor yang dapat mendorong pertumbuhan," ujarnya

Lebih jauh kata Gita, untuk mempertahankan pertumbuhan dibutuhkan kebijakan yang dapat mendorong peningkatan kapasitas ekspor dan berupaya mengurangi impor. "Dari sisi neraca perdagangan dapat disiasati dengan menaikkan kapasitas ekspor, dan di sisi lain memitigasi impor," ucapnya

Gita yang juga menjabat Menteri Perdagangan ini menambahkan bahwa keyakinannya semakin tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat dari pencapaian investasi dari tahun ke tahun yang terus mengalami peningkatan. "Tren penanaman modal dari sisi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri, red.) dan PMA (Penanaman Modal Asing) dalam tiga tahun terakhir naik signifikan mencerminkan bahwa sektor-sektor ekonomi mengalami pertumbuhan," tandasnya

Terus membaiknya iklim investasi, kata Gita, juga telah memacu tidak saja dari sisi nilai, tetapi juga perluasan wilayah penanaman modal di luar Jawa yang sudah mencapai sekitar 40 persen dari total nilai investasi. Pada tahun 2012, BKPM memperkirakan total realisasi investasi (PMA-PMDN) akan mencapai sekitar Rp290 triliun, meningkat dari realisasi investasi pada tahun 2011 yang mencapai Rp251,3 triliun.

Dikatakan Gita, yang sangat penting adalah bagaimana pemerintah dapat secara proaktif mempertahankan dan membangun iklim investasi yang kondusif dan merealisasikan pembangunan infrastruktur. "Investasi itu sifatnya tidak dalam jangka pendek 5-9 bulan, tetapi jangka panjang yang bisa mencapai 5-15 tahun. Isu-isu lain negatif yang mempengaruhi investasi ini yang juga harus diatasi secara cepat," jelasnya

Dari Singapura dilaporkan harga minyak turun di perdagangan Asia pada Selasa, karena aksi ambil untung di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak bisa menghambat pertumbuhan ekonomi global, kata para analis.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman April, merosot 50 sen menjadi 108,06 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April turun 62 sen menjadi 123,55 dolar AS di sore hari. "Harga minyak mentah mundur ... karena kekhawatiran bahwa harga minyak yang tinggi kemungkinan mengekang pertumbuhan ekonomi, seiring dengan dolar yang lebih kuat, menentang dukungan dari ketakutan tentang Iran dan potensi gangguan pasokan," kata Phillip Futures dalam komentarnya.

Para pedagang mengamati dengan seksama situasi di Eropa, setelah data yang dirilis oleh Bank Sentral Eropa (ECB) pada Senin menunjukkan pinjaman bank yang disalurkan kepada sektor swasta di wilayah yang terlilit utang itu masih rapuh. Bahkan ECB sedang bersiap untuk membanjiri bank-bank zona euro dengan uang murah lagi pada pekan ini dalam operasi kedua dari dua operasi untuk mencegah krisis kredit di wilayahnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pilpres 2019, Pasar Properti Nasional Diprediksi Tetap Stabil

Pilpres 2019, Pasar Properti Nasional Diprediksi Tetap Stabil NERACA Jakarta - Pasar properti nasional pada tahun 2019 mendatang diprediksi bakal…

Rumah Subsidi Tidak Goyah Diterpa Badai Ekonomi

Rumah Subsidi Tidak Goyah Diterpa Badai Ekonomi NERACA Jakarta - Ketua Umum DPP Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan (Himperra) Endang…

Dunia Usaha - Industri Hijau Bisa Masuk Bagian Program Digitalisasi Ekonomi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong sektor industri manufaktur di Indonesia agar semakin meningkatkan kegiatan yang terkait…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

China Berhasil Kuasai Ekonomi Dunia Dalam Waktu Singkat

      NERACA   Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Helmy Fuady menunjukkan data bahwa Cina…

Pemerintah Izinkan KEK Arun Lhokseumawe

      NERACA   Aceh - Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah pusat telah memberikan izin Kawasan Ekonomi Khusus Lhokseumawe,…

Butuh Rp600 Triliun untuk Benahi Transportasi Jabodetabek

  NERACA   Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) membutuhkan pembiayaan Rp600 triliun untuk mengimplementasikan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek…