Potensi Besar, Omni Hospitals Pekayon Resmi Beroperasi

NERACA

Bekasi - Ada data yang menunjukan bahwa penduduk dengan usia 60 tahun meningkat hingga 52% atau sekitar 12 juta jiwa. Disamping itu juga, hadirnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ikut membuat industri kesehatan ikut tumbuh. Hal itu dikatakan Direktur Omni Hospitals Group Hassan Themas saat menjawab pertanyaan soal industri kesehatan saat meresmikan RS Omni Pekayon Bekasi, Senin (10/9). Hadirnya Omni Hospitals Pekayon Bekasi, menurut Hassan merupakan langkah yang tepat lantaran disekitar lokasi belum ada rumah sakit yang peralatannya lengkap. Terlebih Kota Bekasi berada di urutan kelima kota terpadat di Indonesia.

Sebagai salah satu kota yang padat penduduk dan tinggi mobilitas, faktor perubahan gaya hidup di kalangan kelas menengah menimbulkan banyak penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup seperti diabetes, penyakit jantung, kanker dll, sehingga WHO memperkirakan 87% kematian pada tahun 2030 akan disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup yang tiap tahunnya semakin bertambah di jaman serba instant pada era digital. “87% penyakit disebabkan karena gaya hidup, dari angka tersebut paling besar menyerang jantung. Maka dari itu, bisnis ini mempunyai prospek,” katanya.

Hassanmenjelaskan Omni Hospitals Pekayon ini memiliki luas bangunan lebih kurang 20.000 meter, terdiri dari 8 lantai, termasuk 2 lantai basement. Selain dilayani oleh Dokter-dokter spesialis yang berpengalaman, OMNI Hospitals Pekayon juga dilengkapi peralatan modern seperti CT-Scan 128 Slices, MRI 1.5 Tesla, Cath Lab, Endoscopy, Arthroscopy, Hemodialisa, Laboratorium. OMNI Hospitals Pekayon mempunyai kapasitas tempat tidur sebanyak 184 bed untuk kelas perawatan mulai dari Kelas 3 s/d VVIP. 46 Poliklinik, 8 bed IGD, 5 Ruang Operasi, 17 bed ICU-NICU-PICU dan 11 bed Hemodialisis.

Direktur Omni Hospitals Pekayon Dr. Rona Tiurani menambahkan, banyak Dokter spesialis yang telah mempunyai reputasi, tertarik bergabung dengan OMNI Hospitals Pekayon, termasuk dokter-dokter yang spesialisasinya masih langka di Indonesia, seperti Dokter Spesialis Bedah Saraf, Bedah Onkology. “Kami juga memiliki pusat layanan unggulan seperti Cardiovascular Center, Neuroscience Center, Orthopedic Center dengan peralatan terbaru, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pasien sekitar Bekasi. Selain itu, untuk rujukan, di ketiga OMNI Hospitals lainnya, terdapat layanan spesialisasi unggulan Urology, Kawasaki, Digestive & Bariatic, Oncology Surgery, Fertility serta Diabetic & Metabolic. Serta inovasi terbaru yaitu screening kanker paru dan jantung dengan LDCT (Low Dose CT Scan) yang membutuhkan waktu pemeriksaan hanya 10 menit, Virtual Kolonoskopi (screening kanker usus besar tanpa rasa sakit),” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan hadirnya Omni Hospitals melengkapi 43 rumah sakit yang ada di Bekasi. “Jadi kami tidak mau lagi mendengar masyarakat di tolak oleh RS. Apabila ruangan penuh maka perlu dilayani dahulu atau dirujuk. Makanya istilah penolakan itu tidak ada. Kami berharap rumah sakit ini bisa mengurangi masalah kesehatan di Bekasi,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Menakar Potensi Pasar Dinfra Jasa Marga - Bidik Dana Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Setelah sukses melakukan sekuritisasi aset untuk mendanai pengembangan jalan tol, rupanya membuat PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

RI Untung Besar Jadi Tuan Rumah Annual Meetings IMF-WBG

  Oleh: Norah C, Pemerhati Sosial Ekonomi             Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pada event internasionalAnnual Meetings International Monetary Fund–…

Anggota DPR: RUU Kepulauan Optimalkan Potensi Kelautan Nasional

Anggota DPR: RUU Kepulauan Optimalkan Potensi Kelautan Nasional NERACA Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Melda Addriani menyatakan, RUU…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

13 Tol dengan Panjang 468 Kilometer Segera Beroperasi

      NERACA   Jakarta - Sebanyak 13 ruas jalan tol baru dengan total panjang mencapai 468,1 kilometer ditargetkan…

Target Swasembada Pangan Tak Didukung Lahan

      NERACA   Jakarta - Target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah sulit untuk dicapai. Salah satu penyebabnya adalah…

LPDB KUMKM Siapkan Rp300 Miliar - Kembangkan Sektor Unggulan Jatim

      NERACA   Surabaya - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM bekerjasama dengan Bank Jatim akan mengembangkan sektor-sektor…