AIA Grup Catatkan Valuew Of New Business US$ 932 Juta

AIA Group Limited sebagai perusahaan asuransi mencatatkan peningkatan Value of New Business (VONB) sebesar 40% menjadi US$932 juta untuk periode yang berakhir pada 30 November 2011. Kenaikan marjin VONB sebesar 4,6 pps menjadi 37,2%. Selan itu, peningkatan 22% pada Annualised New Premium (ANP) menjadi US$2.472 juta.

Hal tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan pula, perseroan mencatatkan peningkatan sebesar US$2.491 juta, Embedded Value (EV) naik dari US$24.748 juta menjadi US$27.239 juta per 30 November 2010. Sedangkan kenaikan sebesar 13% pada Operating Profit After Tax (OPAT) menjadi US$1.922 juta.

Dengan rasio solvency sebesar 311%, merefleksikan posisi perusahaan yang sangat kuat. Kata Chief Executive dan Presiden dari AIA Group Mark Tucker, hasil ini menunjukkan bahwa momentum dalam penyusunan nilai pada 2010 telah terus berjalan sepanjang 2011.“Selama 2011 kami memusatkan usaha kami untuk membangun tenaga pemasar Premier Agency kami serta meningkatkan produktivitas agen untuk membantu memenuhi kebutuhan tabungan dan perlindungan para nasabah kami di seluruh wilayah Asia Pasifik, dengan fokus mempromosikan perlindungan kecelakaan dan kesehatan,” ujarnya.

Mark Tucker menambahkan, tingkat pembayaran deviden tahun ini mencerminkan posisi aliran kas perseroan yang kuat dan komitmen untuk mencerminkan nilai yang diraih para pemegang saham melalui pengembalian deviden serta pertumbuhan modal. “Hal ini merupakan tujuan para Dewan untuk dapat membiayai sendiri pertumbuhan bisnis baru kami sementara mempertahankan kebijakan deviden secara bijak dan progresif,” ungkapnya.

Pada 2011 total ekuitas para pemegang saham meningkat sebesar 9% menjadi US$21.313 juta. Laba bersih sebesar US$1,6 miliar meliputi penilaian mark-to-market investasi ekuitas yang disyaratkan dalam International Financial Reporting Standards (IFRS).

Sebesar US$500 juta dari keuntungan investasi pada obligasi yang tidak termasuk dalam laba bersih termasuk dalam ekuitas pemegang saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Bisnis Angkutan Bis Lorena "Tidak Bertenaga" - Catatkan Rugi Rp 17,66 Miliar

NERACA Jakarta – Performance kinerja keuangan PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) masih membukukan raport merah. Ketatnya persaingan bisnis…

Investor Jembo Tunaikan Kewajiban SCB - Bayar Senilai US$ 16 Juta

NERACA Jakarta – Perusahaan kabel, PT Jembo Cable Tbk (JECC) menyebutkan penyelesaian kontijensi antara perseroan dengan Standard Chartered Bank (SCB)…

Inovisi Infracom Belum Catatkan Pendapatan

NERACA Jakarta – Ancaman delisting terhadap PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) membuat kekhawatiran sebagian investor yang dananya terlanjut mengendap di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…