PTPP Klaim Progres Konstruksi Capai Lebih 60% - Kebut Proyek Tol Pandaan-Malang

NERACA

Jakarta - Menunjukkan eksistensinya sebagai perusahaan konstruksi dan investasi terkemukan, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berkomitmen dalam pengerjaan berbagai proyek konstruksi bisa diselesaikan tepat waktu. Teranyar, perseroan menyampaikan optimis dapat menyelesaikan pekerjaan konstruksi jalan tol Pandaan-Malang yang memiliki panjang 38,48 kilometer (km) tepat waktu. Pasalnya, hingga akhir Agustus 2018, progress pekerjaan konstruksi jalan tol Pandaan-Malang yang berlokasi di Jawa Timur telah mencapai 66%.

Kendati demikian, proyek pembangunan jalan tol tersebut masih menyisakan 10% lahan yang belum terbebaskan. Perseroan selaku kontraktor sekaligus pemilik proyek tersebut melalui PT Jasamarga Pandaan Malang terus mengebut progress pembangunan fisik dan terus melakukan segenap upaya untuk merampungkan pembebasan lahan yang dibutuhkan tersebut. “Perseroan optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek Jalan Tol Pandaan-Malang hingga akhir tahun 2018 sehingga jalan tol tersebut dapat langsung dioperasikan secara maksimal pada awal tahun 2019,”kata Lukman Hidayat, Direktur Utama PTPP dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (10/9).

Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dicanangkan oleh pemerintah, dimana perseroan dipercaya menjadi main contractor untuk melaksanakan pembangunan proyek jalan tol sepanjang 38 km tersebut. Jalan Tol tersebut juga merupakan bagian dari proyek jalan tol trans jawa yang pekerjaannya dibagi menjadi 5 (lima) seksi wilayah, yaitu seksi 1 Pandaan Purwodadi sepanjang 15,475 km, seksi 2 Purwodadi-Lawang sepanjang 8,050 km, seksi 3 Lawang Songosaro sepanjang 7,100 km, seksi 4 Singosari-Pakis sepanjang 4,750 km dan seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 3,113 km.

Jalan tol ini nantinya akan terhubung dengan jalan tol Gempol-Pandaan hingga Gempol-Surabaya. Keberadaaan jalan tol ini mampu memangkas waktu tempuh Pandaan-PasuruanMalang kurang dari 1 (satu) jam. Selain itu, keberadaan jalan tol tersebut dapat mengurangi kepadatan jalan arteri atau jalan nasional yang menghubungkan ruas jalan Pandaan-Malang sehingga dapat memperlancar transportasi industri karena jalur tersebut merupakan akses menuju kota wisata Malang dan Batu. Pemandangan yang indah di sepanjang jalan merupakan salah satu keunggulan ruas tol Pandaan-Malang tersebut.

Sebagai informasi, jalan tol Pandaan-Malang merupakan proyek investasi yang dimiliki oleh PT Jasamarga Pandaan Malang dimana kepemilikannya terdiri 3 (tiga) BUMN, yaitu PT Jasamarga (Persero) Tbk sebesar 60%, PT PP (Persero) Tbk sebesar 35% dan PT SMI (Persero) sebesar 5%. Dari segi biaya, proyek jalan tol tersebut menelan biaya investasi hingga Rp. 5,97 triliun dimana sumber pendanaan tersebut sebesar 30% berasal dari modal perusahaan dan sisanya sebesar 70% berasal dari pinjaman perbankan.

Kontrak Baru

Perseroan, kata Lukman, berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 27,19 triliun sampai dengan Juli. Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan kontrak baru sekitar 24% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) sebesar Rp. 21,86 triliun. “Sampai dengan Juli 2018 ini, perseroan berhasil merealisasikanperolehan kontrak baru sebesar 55% dari total target yang ditetapkan sebesar Rp. 49 triliun di tahun 2018,”ungkapnya.

Maka berdasarkan pencapaian tersebut, perseroan optimistis target kontrak baru tahun ini akan tercapai. Pencapaian kontrak baru sebesar Rp. 27,19 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru induk perseroan sebesar Rp. 22 triliun dan anak perusahaan sebesar Rp. 5,19 triliun. Beberapa proyek besar yang berhasil diraih perseroan sampai dengan bulan Juli 2018, antara lain: bandara Kulon Progo (Re-Tender) di Jawa Tengah sebesar Rp. 5,58 triliun, perluasan apron pelabuhan udara Ngurah Rai di Bali sebesar Rp. 1,36 triliun, Scatered Dual Fuel Engine MPP 120 MW Paket 1 sebesar Rp. 1,23 triliun, Scatered Dual Fuel Engine MPP 120 MW Paket 2 sebesar Rp. 1,06 triliun, dermaga Patimban Subang sebesar Rp. 1,02 triliun, hotel Mandalika Paramount sebesar Rp. 85 miliar, runway 3 Soetta Section 1 sebesar Rp. 726 miliar, bendungan Bener Kabupaten Purworejo sebesar Rp. 624 miliar, Bandara Syamsudin Noor sebesar Rp. 559 miliar, AEON apartemen phase 2 (Struktur) sebesar Rp. 523 miliar, Vasanta Innopark Cikarang sebesar Rp. 466 miliar.

Kemudian sampai dengan Juli 2018, perolehan kontrak baru dari BUMN mendominasi perolehan kontrak baru perseroan dengan kontribusi sebesar Rp. 13,01 triliun atau 48%, disusul oleh swasta sebesar Rp. 10,01 triliun atau 37% dan APBN sebesar Rp. 4,17 triliun atau 15% dari total perolehan kontrak baru. Sedangkan, perolehan kontrak baru`berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu gedung sebesar 40%, airport sebesar 22%, jalan & jembatan sebesar 14% dan power plant sebesar 9% yang merupakan 4 (empat) kontributor utama dari portofolio kontrak baru perseroan sampai dengan April 2018 dengan total kontribusi sebesar 90,88%. Sisanya dikontribusi oleh industri sebesar 7,62%, kereta api sebesar 0,79% dan power plant sebesar 0,72%.

BERITA TERKAIT

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…

Realisasi Penjualan Milan Keramik Capai 80%

NERACA Jakarta – Di tengah lesunya bisnis properti saat ini, memberikan dampak berarti bagi industri keramik karena permintaan pasar dalam…

ADHI Miliki 10% Saham Tol Cikunir Ulujami

NERACA Jakarta – Perbesar portofolio investasi di bisnis jalan tol, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memperoleh porsi kepemilikan minoritas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan 3.353 Investor - Kalteng Urutan 23 Jumlah Investor Terbanyak

NERACA Palangka Raya - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat hingga akhir September 2018 jumlah investor di Provinsi Kalimantan…

Puradelta Bukukan Penjualan Rp 651 Miliar

NERACA Jakarta - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan marketing sales menjadi Rp651 miliar sepanjang Januari – September 2018. Dengan…

Sunson Textile Bukukan Laba Rp 15.05 Miliar

Sampai dengan September 2018, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM)  mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp15,05 miliar atau membaik dibanding periode…