Analis : Kenaikan BBM Tidak Pengaruhi Indeks Signifikan

Neraca

Jakarta–Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) banyak memberikan dampak ekonomi dan termasuk terhadap industri pasar modal. Salah satunya, indeks harga sahan gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terkena sentimen negatif dari rencana tersebut.

Namun menurut Chief Invesment Officer PT PG Aset Management Achtar Achsien, rencana kenaikan BBM dinilai tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap IHSG Bursa Efek, “Kenaikan BBM diyakini tidak akan mempengaruhi pergerakan indeks secara signifikan,”katanya kepada Neraca di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih positif dan juga prestasi Indonesia masuk dalam investment grade menjadi alasan sentimen ini tidak akan berimbas pada industri pasar modal. Saat ini banyak sentimen yang mempengaruhi indeks pasar modal baik dalam dan luar negeri.

Namun kali ini, sentimen indeks masih fokus pada penanganan ekonomi negara Eropa. Asal tahu saja, diakhir pekan kemarin indeks BEI ditutup terkoreksi 64,247 poin (1,62%) ke level 3.894,562. Pelemahan indeks dipengaruhi rencana pemerintah menaikkan BBM yang menjadi sentimen negatif.

Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada pernah bilang, rencana kenaikkan BBM oleh Pemerintah memicu kekhawatiran inflasi akan meningkat, “Hal itu yang menjadi sentimen negatif di pasar saham dalam negeri, sehingga IHSG bergerak anomali terhadap bursa regional,”katanya.

Dia mengemukakan, harga minyak mentah dunia yang meningkat menjadi pemicu pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Hal itu dinilai oleh pelaku pasar bahwa ekonomi Indonesia rentan terhadap kenaikkan harga minyak dunia. Meski demikian, lanjut dia, IHSG masih mempunyai peluang penguatan seiring dengan kinerja laporan keuangan emiten yang diperkirakan positif.

Sentimen Kinerja Perbankan

Selain itu, Reza Priambada mengatakan, saham sektor perbankan mempengaruhi dibalik penguatan indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (28/2) kemarin. Hal ini dikarenakan kinerja perbankan secara tahunan (year on year/yoy) diproyeksikan akan tumbuh signifikan baik dari pertumbuhan DPK (dana pihak ketiga) maupun pertumbuhan kredit. “Kalau dilihat secara historis, kinerja perbankan pada 2011 akan baik. Hasil ini membuat pergerakan saham perbankan akan terus menguat kembali,”ujarnya.

Menurutnya, saham sektor perbankan termasuk salah satu sektor yang diapresiasi positif oleh pelaku pasar, sehingga kinerja keuangan perbankan menjadi salah satu acuan terhadap kinerja saham perbankan ke depan.

Kendati demikian terang Reza, naik turunnya saham perbankan tidak hanya dipengaruhi dari faktor kinerja saja. Namun, juga bisa dipengaruhi sentimen luar, seperti kinerja bank-bank di luar dan sentimen lainnya.

Asal tahu saja, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,81 triliun selama 2011, naik 42% dibanding perolehan laba 2010 sebesar Rp4,1 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan kenaikan laba sebesar 31,47% di 2011 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,47 triliun dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) per 31 Desember 2011 mencapai Rp1,1 triliun dari Rp805,05 di tahun 2010. (yahya/bani)

BERITA TERKAIT

Penerangan Jalan yang tidak Berfungsi

Lampu PJU dipertigaan antara Jalan Jombang ( jalan Amir Machmud), Jalan Sumatra (Pintu Utara VBI) dan Jalan Sawil, Tangerang, dimatikan…

Penerapan BBM Satu Harga Tinggal 14 Titik

      NERACA   Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat Program BBM Satu…

Ada Peluang Kenaikan Bunga The Fed, Rupiah Melemah

    NERACA   Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore, bergerak melemah sebesar 16…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…