Kinerja IHSG Berangsur Mulai Pulih Kembali - Rupiah Menguat di Akhir Pekan

NERACA

Jakarta – Langkah pemerintah meredam tekanan rupiah terhadap dollar AS mulai dirasakan seiring dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar pada perdagangan valas akhir pekan kemarin. Dimana posisi rupiah di pasar spot Rp 14.890 per dolar AS atau menguat 0,30% terhadap posisi terparah pada tahun ini yang sempat sentuh 14.935.

Penguatan nilai tukar rupiah juga membawa sentimen positif terhadap laju indeks harga saham gabungan (IHSG). Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa kinerja IHSG berangsur mulai membaik seiring dengan investor yang mulai masuk ke pasar.”Setelah tertekan, secara otomatis akan ada valuasi dimana harga akan menarik bagi investor," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Laksono Widodo di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, dengan fundamental ekonomi makro dan moneter Indonesia yang terjaga akan menambah pemicu bagi investor untuk kembali melakukan akumulasi beli saham.”Kita menjelaskan kondisi ekonomi ke pelaku pasar, baik investor asing maupun domestik bahwa secara fundamental Indonesia bagus," jelasnya.

Di saat IHSG mengalami tekanan hingga hampir menyentuh 5% dalam "intraday" pada Rabu (5/9) lalu, kata Laksono Widodo, pihak BEI sudah menyiapkan antisipasi agar investor tidak panik. Namun, kebijakan belum sempat dikeluarkan IHSG telah kembali bergerak normal. Dirinya menyampaikan bahwa pihaknya akan berhati-hati dalam menyebarkan suatu kebijakan agar tidak menambah panik pelaku pasar.”Kita sangat hati-hati. Kita punya perangkatnya namun tidak digunakan semena-mena," ucapnya.

Sementara pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, fluktuasi IHSG yang cenderung menurun dalam beberapa hari terakhir masih dalam kondisi wajar. Namun demikian, OJK memiliki protokol krisis, akan dijalankan jika indikator pasar dinilai telah mengalami krisis.”Protokol krisis belum akan dijalankan. Kita punya perhatian terhadap kondisi pasar, fundamental kita masih baik, emiten kita masih mencatatkan pertumbuhan laba dan "price earning ratio" rendah,”kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen.

Hoesen sendiri menyakini, kinerja pasar modal masih baik meski dibayangi sentimen perang dagang dan eskalasi krisis ekonomi di sejumlah negara berkembang. Dia menambahkan, OJK juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas di sektor jasa keuangan. Selain itu, lanjut dia, OJK akan terus fokus untuk melaksanakan pendalaman di sektor jasa keuangan khususnya di pasar modal dengan berbagai kebijakan di sisi demand, supply, dan infrastruktur.

BERITA TERKAIT

Sentimen Positif RDG Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/2), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat…

Penerbitan Sukuk Global Bakal Pulih

    NERACA   Jakarta - Lembaga pemeringkat Moody's Investor Service mengatakan pada Selasa bahwa mereka memperkirakan penerbitan sukuk negara…

Lagi, GOIFEX Kembali Digelar Pekan Ini

Sukses menggelar event yang sama di tahun lalu dengan partisipasi masyarakat yang cukup besar, tahun ini GOIFEX sebagai sebuah pameran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mendapatkan Antusiasme Tinggi - LinkAja Diyakini Mampu Percepat Inklusi Keuangan

NERACA Jakarta - Perubahan aplikasi mobil money Tcash menjadi LinkAja mendapatkan antusiasme sangat tinggi dari pelanggan yang memiliki akun Tcash…

Permintaan Pasar Meningkat - Tunaiku Genjot Pertumbuhan Pinjaman Renovasi Rumah

NERACA Jakarta – Menjawab kebutuhan masyarakat akan pinjaman yang mudah didapat tanpa ribet, Tunaiku, kredit tanpa agunan berbasis online dari…

Tambah Armada Baru - Armada Berjaya Bidik Pendapatan Tumbuh 200%

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) langsung tancap gas dalam ekspansi…