Ribuan Angkot Konvensional di Sukabumi Tidak Beroperasi

Ribuan Angkot Konvensional di Sukabumi Tidak Beroperasi

NERACA

Sukabumi - Ribuan angkutan kota (angkot) konvensional yang beroperasi atau mempunyai trayek di wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat sudah tidak lagi beroperasi lantaran bankrut atau gulung tikar di tengah persaingan usaha moda transportasi darat ini.

"Jumlah angkot yang terdata di kami sebanyak 2.463 unit, namun lebih dari setengahnya sudah tidak lagi beroperasi karena kalah persaingan usaha," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Abdul Rachman di Sukabumi, Jumat (7/9).

Menurut dia, semakin berkembangnya jenis usaha transportasi umum di Kota Sukabumi seperti angkutan umum berbasis daring atau online memang persaingan usahanya menjadi lebih ketat. Jika tidak siap maka akan tergerus dengan moda transportasi yang semakin canggih.

Apalagi konsumen (penumpang) sekarang membutuhkan alat transportasi umum yang mudah, nyaman dan cepat. Jika penarik atau pengusaha angkot khususnya di Kota Sukabumi tidak segera berinovasi dalam memberikan pelayanan maka sulit bersaing dengan transportasi umum lainnya khususnya online.

Selain itu, banyaknya angkot yang tidak beroperasi ini bisa saja dikarenakan pemiliknya mengubah menjadi angkutan pribadi. Maka dari itu, pada puncak perayaan Hari Perhubungan Nasional tingkat Kota Sukabumi pihaknya akan mengumpulkan seluruh komunitas angkot konvensional untuk melakukan berbagai inovasi."Sopir maupun pengusaha angkot konvensional harus punyai inovasi atau cara kreatif dalam menarik perhatian calon penumpang agar mau menggunakan jasanya," tambah dia.

Abdul mengatakan ide positif dan inovatif ini harus dimiliki seperti merenovasi angkotnya sedemikian rupa dengan menyediakan fasilitas musik, televisi hingga wifi serta pelayanannya pun ramah. Konsep ini sudah diagendakan oleh pihaknya dan rencananya pada Hari Perhubungan Nasional pihaknya juga akan melaunching angkot konvensional seperti itu.

Sementara, dewan penasehat salah satu komunitas angkot konvensional Budi Adinata mengatakan angkot yang tergabung dalam komunitasnya sudah banyak yang direnovasi seperti dilengkapi dengan musik dan televisi. Ini dilakukan untuk menarik perhatian calon penumpang.

"Banyak inovasi yang kami lakukan sebagai bentuk pelayanan, tujuannya untuk menambah daya saing di dunia usaha transportasi darat. Sebab, sekarang penumpang banyak pilihan untuk menentukan moda transportasi mana yang akan digunakannya," kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

Sampai Akhir November, 100 Perusahaan di Kota Sukabumi Gulung Tikar

Sampai Akhir November, 100 Perusahaan di Kota Sukabumi Gulung Tikar NERACA Sukabumi - Sampai dengan akhir November tahun 2018, Dinas…

Antisipasi Daya Beli Menurun, Pemkab Sukabumi Akan Gelar OP

Antisipasi Daya Beli Menurun, Pemkab Sukabumi Akan Gelar OP NERACA Sukabumi – Guna mengantisipasi menurunnya daya beli masyarakat, Pemerintah Kabupaten…

SK Gubernur Penetapan UMK Tahun 2019 Turun - Disnakertrans Kota Sukabumi Langsung Lakukan Desiminasi ke Perusahaan

SK Gubernur Penetapan UMK Tahun 2019 Turun Disnakertrans Kota Sukabumi Langsung Lakukan Desiminasi ke Perusahaan NERACA Sukabumi - Setelah resminya…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Presiden : Keragaman Budaya dan Pancasila Adalah Identitas Bangsa Indonesia

Presiden : Keragaman Budaya dan Pancasila Adalah Identitas Bangsa Indonesia NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo menekankan untuk menjaga budaya…

Catat Kinerja Ciamik, Saham SILO Terus Naik

Catat Kinerja Ciamik, Saham SILO Terus Naik NERACA Jakarta - Pemegang saham PT Siloam International Hospitals, Tbk , dengan kode…

Jamkrindo Syariah Jalin Kerjasama Dengan PT NTB Syariah

Jamkrindo Syariah Jalin Kerjasama Dengan PT NTB Syariah  NERACA Jakarta – PT Penjaminan Jamkrindo Syariah melakukan lima jenis kerjasama dengan…