Penjualan CPO Astra Agro Capai 96.662 Ton di 2011

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat pertumbuhan volume penjualan CPO AALI sepanjang Januari 2012 mencapai 96.662 ton, meningkat sebesar 1,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 94.991 ton.

Informasi tersebut disampaikan perseroan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/2). Disebutkan, pasar lokal menyerap sekitar 88,1%, dari total volume penjualan CPO AALI dan sisanya 11,9% untuk diekspor.

Bila di bandingkan dengan periode yang sama 2011, harga jual rata-rata CPO AALI mengalami penurunan sebesar 14% menjadi Rp7.474 per kg dari Rp8.695 per kg tahun lalu, harga rata-rata kernel juga turun menjadi Rp3.962 per kg, namun volume penjualannya meningkat sebesar 62,4%, dari 12.640 ton menjadi 20.522 ton.

Produksi CPO Malaysia sampai dengan 2011 mencapai 18,91 juta ton, atau meningkat 11,3% dari 16,99 juta ton pada 2010. Dari pencapaian produksi CPO tersebut, Malaysia memberikan kontribusi sekitar 37,7% dari total produksi CPO dunia.

Sementara pada Januari 2012, Malaysia mencatatkan kenaikan produksi CPO-nya menjadi 1,29 juta ton, atau naik sebesar 21,6% dibandingkan dengan produksi CPO 2011 yang sebesar 1,06 juta ton. Sedangkan, untuk prediksi CPO Malaysia selama 2012 mencapai 19,05 juta ton, atau naik sebesar 0,7% pada 2011. (bani)

BERITA TERKAIT

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…

Perbanyak Mitra Baru - Kioson Targetkan Penjualan Rp 4,74 Triliun

NERACA Jakarta – Rencanakan menambah mitra baru tahun ini menjadi 70 ribu mitra yang tersebar di Indoesia, PT Kioson Komersial…

KPK Terima Laporan Gratifikasi 1 Ton Gula

KPK Terima Laporan Gratifikasi 1 Ton Gula NERACA Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan gratifikasi berupa 1 ton…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…