BNI Kucurkan Rp11,9 T ke Bisnis Tambang

NERACA

Jakarta-- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengungkapka adanya kenaikan pengucuran kredit di bisnis minyak, gas dan pertambangan sebesar 67,9% dari Rp7,1 triliun menjadi Rp11,9 triliun. "Kita fokus pada pembiayaan industri unggulan di delapan sektor industri yang diyakini akan menjadi unggulan dalam lima tahun mendatang, serta sejalan dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)," kata Presiden Direktur BNI Gatot M Suwondo kepada wartawan di Jakarta,28/2

Menurut Gatot, sektor lain yang mengalami pertumbuhan tinggi adalah agribisnis sebesar 17,3%, bahan kimia 19% dan kelistrikan 13,7%. Sektor lain yang mencatat pertumbuhan adalah perdagangan besar dan eceran yang tumbuh 12,5%, konstruksi 9,2%, serta makanan dan minuman 8,7%.

Lebih jauh kata Gatot, dalam menyalurkan pinjaman bisnis di segmen business banking, BNI fokus pada pembiayaan industri unggulan di delapan sektor industri yang diyakini menjadi unggulan dalam lima tahun mendatang. "Hal itu sejalan dengan MP3EI," tambahnya

Selain itu, kata Gatot, perseroan juga mencatat kenaikan transaksi remitansi sebesar 31% dari nilai transaksi USD52,44 miliar menjadi USD68,89 miliar pada 2011. "Untuk bisnis internasional, pertumbuhan didukung oleh akselerasi bisnis trade finance dan remittance (pengiriman uang)," ucapnya

Gatot menambahkan volume transaksi trade finance (ekspor dan impor) selama 2011 mencapai USD19,83 miliar atau meningkat 69% dibanding 2010 sebesar USD11,75 miliar. Adapun pertumbuhan nilai transaksi pemakaian kartu kredit mencapai Rp3,74 triliun pada akhir 2011, naik 31% dibanding 2010 Rp2,85 triliun, dengan kredit kendaraan BNI Auto naik empat persen dari Rp6,21 triliun menjadi Rp6,49 triliun. "Ke depannya, sepanjang 2012 BNI akan fokus pada tujuh kebijakan strategis yaitu sinergi business banking dengan customer dan retail banking, meningkatkan kualitas aset, pertumbuhan dana murah secara agresif, peningkatan fee income, melanjutkan peningkatan efisiensi operasional, melanjutkan peningkatan customer experiences dan memperkuat BNI Incorporated," jelasnya. *maya

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Ribuan Bisnis UKM Siap Terbitkan Saham di Santara

    NERACA   Jakarta - Setelah mendapatkan izin resmi OJK, Santara platform layanan urun dana siap meluncurkan portfolio bisnis…

Mas Coin Tawarkan Lima Kelebihan Token Utilitas

NERACA Jakarta - Mas Coin, token utilitas hasil kerja sama antara perusahaan penerbit mata uang, Black G dan exchange Latoken…

Bithumb Global Umumkan Generasi Terbaru Pertukaran Aset Digital

  NERACA Jakarta - Bithumb Global, platform global untuk Bithumb Korea – Korea Selatan top pertukaran aset digital, mengumumkan fitur…