Realisasi Ekspor CBU Toyota Tembus 1 Juta Unit

NERACA

Jakarta - Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) , Warih Andang Tjahjono mengungkapkan secara kumulatif, volume ekspor kendaraan bermerek Toyota telah mencapai angka lebih dari 1 juta unit sejak kegiatan pengapalan perdana. Angka ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Toyota dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan industri otomotif Indonesia terutama melalui kegiatan ekspor.

“Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami untuk bisa memberikan sumbangsih nyata bagi perkembangan industri otomotif Indonesia melalui kegiatan ekspor. Kami memaknai capaian ini sebagai pemicu semangat untuk bisa meningkatkan performa ekspor sehingga dapat membantu peningkatan devisa negara di sektor otomotif. Kami juga mengucapkan terimakasih atas dukungan pemerintah Indonesia sehingga capaian ini bisa terwujud dengan baik. Kami berharap dukungan ini semakin besar sehingga performa ekspor ke negara-negara tujuan yang sudah eksis dapat ditingkatkan serta perluasan ke negara-negara tujuan baru dapat dilaksanakan,” ungkap Warih Andang Tjahjono.

Seremoni ekspor ini merupakan salah satu penanda realisasi komitmen yang telah disampaikan kepada Pemerintah Indonesia di tahun 2015 oleh President TMC Akio Toyoda kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Aichi – Jepang, yaitu dalam hal peningkatan investasi dan kegiatan ekspor. Aktivitas ekspor Toyota, melalui produk-produk bermerek Toyota yang diproduksi di fasilitas manufaktur TMMIN dan PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai bagian dari grup Toyota di Indonesia, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam keseimbangan neraca perdagangan terutama dari sektor otomotif.

Industri adalah salah satu kunci penting pertumbuhan ekonomi sebuah negara karena menyerap tenaga kerja yang mendorong peningkatan daya beli sehingga pada akhirnya akan terefleksi pada pertumbuhan ekonomi.Industri dalam negeri juga memiliki peran dalam hal substitusi impor. Dengan daya saing yang tinggi, industri dalam negeri dapat mendorong terciptanya peluang ekspor. Tanpa industri dalam negeri yang kuat, peluang ekspor sulit untuk dicapai. Di sisi lain, konsep peningkatan kandungan dalam negeri menjadi sangat strategis untuk dapat menciptakan kemandirian industri Indonesia terutama dari sisi volatilitas nilai tukar mata uang jika bahan baku industri masih tergantung dari material impor.

Industri adalah salah satu kunci penting pertumbuhan ekonomi karena menyerap tenaga kerja yang mendorong peningkatan daya beli sehingga pada akhirnya akan terlefleksi pada pertumbuhan ekonomi. Industri dalam negeri yang memiliki daya saing tinggi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global melalui perannya sebagai substitusi impor dan penciptaan peluang ekspor.

Posisi Toyota Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor global Toyota di kawasan Asia Pasifik memungkinkan Toyota Indonesia untuk berkontribusi dalam tiga hal. Pertama, pada upaya substitusi impor melalui lokalisasi produksi untuk pasar dalam negeri dan penciptaan pasar ekspor. Sebanyak lebih dari 90% volume penjualan produk kendaraan bermerek Toyota di Indonesia merupakan produk buatan dalam negeri yang diproduksi oleh putra-putri bangsa Indonesia. Kedua, pada kinerja ekspor otomotif.

Produksi kendaraan lokal ini juga dipasarkan ke pasar global, tepatnya ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, dan Timur Tengah, sehingga produksi lokal kendaraan bermerek Toyota menyumbang lebih dari 80% total ekspor kendaraan utuh dari Indonesia. Ketiga, sebagai jembatan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) pemasok komponen kendaraan untuk dapat menembus pasar ekspor. Tingginya tingkat kandungan dalam negeri produk-produk Toyota yang saat ini mencapai 75% hingga 94% menandakan bahwa hanya sebagian kecil dari komponen kendaraan bermerek Toyota yang menggunakan material impor selain menyumbang pada penguatan pengembangan industri komponen lokal di Indonesia.

Ke depannya, Toyota Indonesia berkomitmen untuk melakukan kerjasama erat dengan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendukung pengembangan industri hulu dan industri kecil dan menengah agar dapat lebih memperkuat struktur industri dan daya saing industri otomotif Indonesia yang tentunya akan meningkatkan peluang ekspor otomotif dari Indonesia.Produk kendaraan utuh bermerek Toyota juga telah memenuhi standar emisi EURO IV dan VI sesuai dengan ketentuan di masing-masing negara tujuan. (iwan)

BERITA TERKAIT

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…

Realisasi Penjualan Milan Keramik Capai 80%

NERACA Jakarta – Di tengah lesunya bisnis properti saat ini, memberikan dampak berarti bagi industri keramik karena permintaan pasar dalam…

OJK Ikut Bangun 1.000 Unit Hunian Sementara

    NERACA   Palu - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan siap membangun 1.000 unit hunian sementara…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Tampil dengan Warna Baru, Infinix HOT S3X Siap Goda Pengguna

NERACA Jakarta – Vendor smartphone terkemuka asal Hong Kong, Infinix, mengumumkan ketersediaan varian warna baru untuk produk andalannya, Infinix HOT…

Perkuat Ekspor Perikanan, KKP Benahi Pergudangan dan Logistik

NERACA Gorontalo - Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP),  Rifky Efendi…

Secara Volume, Indonesia Eksportir Ikan Hias Terbesar Dunia

NERACA Bogor - Rifky Efendi Hardijanto, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan…