Museum Wangsit Mandala Siliwangi - Menyimpan Amanat, Petuah atau Nasihat Para Pejuang

Neraca. Museum Mandala Wangsit Siliwangi dibuka oleh Komandan Kodam Militer VI Siliwangi, pada 23 Mei 1966 dan berkedudukan di bawah Kodam VI Siliwangi, TNI Angkatan Darat. Museum ini merupakan gambaran dari perjuangan militer Divisi Siliwangi dan rakyat Jawa Barat. Karenanya koleksi museum kebanyakan adalah senjata, mulai dari yang tradisional hingga yang cukup modern di zamannya.

Pedang ala kompeni, ada. Pedang jawara, ada. Belati berikut bekas darahnya, ada. Bahkan jubah yang dipercaya bikin pemakainya invisible alias tidak kelihatan, juga ada. Persis jubahnya si Harry Potter. Intinya, koleksi museum ini terdiri atas peninggalan sejarah pada masa sebelum kemerdekaan, perang kemerdekaan, serta periode setelah kemerdekaan. Koleksi musem tersebut antara lain berupa senjata tradisional, mebelair, lukisan peristiwa Bandung Lautan Api, koleksi khusus milik Husein Somaprawira, senjata samurai, dan senjata-senjata asli Indonesia, khususnya dari Jawa, serta berbagai bendera dan lambang-lambang kesatuan.

Museum ini, sayangnya, kurang sekali mendapat perawatan. Di dalam gedungnya lembab, ada beberapa yang bocor dikala hujan, dan penerangan yang tidak memadai. Beberapa, kebanyakan orang malah, mengatakan museum ini horor. Ada suasana yang bikin merinding begitu masuk ke dalamnya.

Di museum ini juga terdapat koleksi yang dipamerkan secara out door, seperti berbagai peralatan perang, tank, panser, dan canon. Storyline atau jalan peristiwa tata pameran museum Mandala Wangsit Siliwangi terdiri dari, Palagan Bandung 1945-1946, Perang Kemerdekaan 1947-1949, Perang Pasca-Kemerdekaan. Program museum ini adalah pemanduan pengunjung, pameran tetap, dan pelayanan informasi kepada masyarakat. Sedangkan fasilitas yang tersedia adalah ruang pameran tetap, ruang perpustakaan, ruang gudang koleksi, ruang bengkel/preparasi, dan kantin.

Divisi Militer Siliwangi didirikan pada 20 Mei 1946 dengan Kolonel AH. Nasution sebagai komandan pertamanya. Pasukan Siliwangi tidak pernah absen dari berbagai perjuangan, yaitu selama perang kemerdekaan serta melawan kelompok-kelompok yang ingin mengancam stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lokasi museum ini terletak di Jl. Lembang, dekat hotel Panghegar, biaya kunjungan adalah Rp. 2.000, museum dapat dikunjungi tiap hari Senin - Jumat dengan jam tertentu yang biasanya jam 8:00 - 14:00. Nantinya di dalam museum kita akan dipandu oleh seorang pemandu yang berlatar pendidikan militer, jadi gaya ceritanya juga militer abis. Ini salah satu yang unik dari museum Mandala Wangsit Siliwangi. Semakin banyak kita datang ke museum ini, berarti semakin banyak ekspos untuk museum tersebut. Artinya, semakin banyak pula museum mendapat perhatian. Semoga dengan demikian, ada perbaikan-perbaikan teknis untuk museum ini.

Related posts