Wisata Lawang Sewu Menyajikan Seribu Misteri

Neraca. Semarang terkenal sebagai salah satu kota yang masih memelihara bangunan tuanya. Deretan bangunan tua berserakan di kawasan kota lama, lainnya berserakan hampir di setiap sudut kota. Salah satu yang paling monumental dan terkenal adalah Lawang Sewu. Tidak sulit untuk mencapai lokasi gedung tua ini karena letaknya berdekatan dengan monumen Tugu Muda di salah satu sudut kota Semarang.

Bangunan monumental dan indah ini di desain mengikuti kaidah arsitektur morfologi bangunan sudut yaitu dengan menara kembar model “ghotic” di sisi kanan dan kiri pintu gerbang utama. Bangunan gedung memanjang ke belakang yang mengesankan kokoh, besar dan indah. Gedung kuno ini menurut catatan sejarah dibangun pada tahun 1903, dan selesai atau diresmikan penggunaannya pada 1 Juli 1907.

Lawang Sewu adalah gedung megah bergaya art decoyang bercirikan ekslusif dan berkembang pada era 1850-1940 di benua Eropa. Bangunan ini salah satu karya dua arsitek Belanda ternama saat itu, yaitu:Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag. Awalnya digunakan sebagai kantor perusahaan kereta api Belanda atau dikenal dengan nama Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappijatau dikenal NIS.

Oleh masyarakat setempat bangunan ini disebut Lawang Sewu yang berarti pintu seribu. Nama ini sebagai kiasan yang menunjukkan bahwa bangunan tersebut memiliki banyak pintu. Tahun 1945 tepatnya tanggal 8 september, terjadi pertempuran hebat antara Angkatan Muda Kereta Api Indonesia yang berusaha merebut bangunan ini dari tangan Kempetai dan Kido Butai Jepang. Untuk mengenang jasa-jasa mereka yang gugur dalam pertempuran 5 hari tersebut, di depan Lawang Sewu dibangun sebuah tugu peringatan.

Bangunan Lawang Sewu di Semarang selalu identik dengan cita rasa horor. Padahal, bila ditilik dari kesejarahannya, tempat ini menyimpan banyak kisah, baik tentang sejarah perkeretaapian maupun perjuangan membela Tanah Air Indonesia.

Pada Jumat 17 Juni 1864, di Desa Kemijen, Semarang, Gubernur Jenderal Hindia Belanda,Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beelemelakukan pencangkulan pertama pembangunan jalur kereta api. Pembangunan jalur kereta api ini diprakarsai perusahaan kereta api bernamaNaamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij"(NV. NISM).

Setelah pembangunan berjalan sekitar tiga tahun, jalur kereta api ini bisa difungsikan untuk melayani rute Semarang-Desa Tanggung yang berjarak tak lebih dari 26 kilometer. Setelah pembangunan jalur itu, perkembangan jalan kereta api di Indonesia kemudian meningkat dengan pesat. Hingga 1900, panjang jalur kereta api mencapai 3.338 km.

Guna melaksanakan pekerjaan administratif NV.NISM, Sloet Van Den Beele memerintahkan pembangunan sebuah gedung yang akan digunakan sebagai kantor jawatan kereta api pertama tersebut. DitunjuklahIr. P. de Rieutsebagai arsitek bangunannya. Namun sayang hingga sang jenderal meninggal dunia, pembangunan belum juga terlaksana.

Sekarang Lawang Sewu telah dibuka untuk umum. Ini adalah salah satu bagian dari program pariwisata kota Semarang yang dikenal dengan Semarang Pesona Asia (SPA). Wisatawan yang datang cukup banyak, Dengan semua keindahan arsitektur dan perjalanan sejarahnya yang panjang, kini Lawang Sewu menjadi daya tarik banyak orang yang ingin melihat dan mencari tahu serpihan perjalanan sejarah yang mewarnai kota Semarang di gedung ini. Sebagai sebuah gedung tua bersejarah, Lawang Sewu masuk ke dalam bangunan yang harus dilindungi sesuai SK Wali Kota No 650/50/1992.

Lawang Sewu ini terdiri dari sebuah bangunan utama yang membentuk huruf U dengan taman terbuka di bagian dalam. Dari pintu utama kita langsung disambut sebuah tangga besar menuju lantai 2. Di bagian bordes tangga terpasang sebuah kaca grafir yang menutupi jendela dengan ukiran yang indah.

Bangunan utama Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri bagian. Jika pengunjung memasuki bangunan utama, mereka akan menemukan tangga besar ke lantai dua. Di antara tangga ada kaca besar menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang terbuat dari gelas. Semua struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda. Dengan segala keeksotisan dan keindahannya Lawang Sewu ini merupakan salah satu tempat yang indah untukPre-Wedding.

Banyak orang percaya kalau Lawang Sewu memang banyak dihuni oleh mahluk-mahluk halus dari berbagai jenis. Katanya beberapa waktu yang lalu pernah muncul wacana untuk mengubah Lawang Sewu menjadi sebuah hotel. Namun setelah pihak investor meminta bantuan paranormal untuk mengecek keberadaan para penghuni Lawang Sewu, niat tersebut dibatalkan karena sang paranormal sendiri kewalahan untuk membersihkannya.

Bukan hanya wisata mistis saja yang bisa kita rasakan di Lawang Sewu. Bagi para pehobi fotografi, Lawang Sewu terlihat sangat fotogenik. Setiap sudutnya seperti menawarkan diri untuk diabadikan dalam kamera.

Lawang Sewu hanya satu dari ratusan bangunan tua yang ada di seputar kota Semarang. Bagi anda penggemar arsitektur zaman dulu, berkunjung ke Semarang tentu sebuah keharusan. Mari menikmati peninggalan masa lalu yang meski beraroma mistis, tapi tetap terlihat indah.

Related posts