Revitalisasi BUMN Strategis Mendesak

Oleh: AhmadNabhani

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Belum lama ini Menteri BUMN Dahlan Iskan berambisi keras agar PT PAL Indonesia dan PT Industri Kapal Indonesia (IKI) bisa fokus menggarap bisnis pembuatan kapal di dalam negeri, khususnya berkaitan dengan pesanan dari Angkatan Laut sebagai upaya membantu pertahanan. Alasan yang diutarakan Dahlan sangat sederhana, yaitu agar BUMN perkapalan tersebut bisa bangkit lagi, dan bukan sebaliknya mengandalkan pesanan dari luar negeri tetapi berunjung kerugian dengan pembatalan pesanan.

Memang sudah saatnya, potensi yang dimiliki BUMN harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan terlebih terkait dengan industri strategis baik menyangkut pertahanan keamanan, jasa, ataupun telekomunikasi. Apa yang dilakukan PT Pindad dengan memilih menerima pesanan dalam negeri menjadi hal yang positif. Karena kondisi ini akan sangat menguntungkan secara sinergis antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Pindad.

Perlu diakui, selama ini belum banyak revitalisasi BUMN strategis dilakukan pemerintah. Pasalnya, potensi yang dimiliki BUMN selama ini banyak dimanfaatkan oleh kepentingan politik dan hasilnya menajemen pengelolaan ambruk. Sebut saja, IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) yang kini bernama PT Dirgantara Indonesia (DI) yang sempat mengalami masa kejayaan sebentar. Namun akibat pengelolaan yang salah urus, BUMN itu nyaris kolaps termasuk pembatalan pesanan pesawat dari negara lain.

Kondisi yang sama juga dirasakan PPD (Perusahaan Pengangkutan Djakarta) yang bangkrut akibat pengelolaan yang tidak profesional. Tidak jauh berbeda, saat ini juga PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang sekarang lagi tarik ulur, apakah tetap dipertahankan atau tidak, lantaran sudah berapa kali suntikan modal dari pemerintah ternyata tidak mampu membawa perseroan keluar dari keterpurukan.

Memang banyaknya BUMN yang dimiliki negeri ini sulit untuk diperhatikan satu per satu termasuk tidak selamanya keugian dibebankan kepada negara, akibat kalah bersaing, kurangnya dukungan modal, manajemen yang salah urus atau ada tekanan politik.

Di tengah persaingan ketat dengan industri swasta, revitalisasi BUMN sangat mendesak menuju perusahan yang professional, akuntabel, transparan dan mengaplikasikan good corporate governance. Selain itu, keputusan pahit terhadap BUMN sakit yang sudah tidak bisa lagi diselamatkan lagi, lebih disebabkan oleh tidak layak jual di masyarakat.

Namun yang pasti, pemerintah harus berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk keberlangsungan BUMN. Jangan sampai pengalaman buruk saat pelepasan saham Indosat di waktu lalu kembali terulang lagi. Ini tentu terkait dengan rencana beberapa BUMN yang siap di lepas saham ke pasar modal melalui penawaran perdana (initial public offering-IPO).

Tidak terkecuali melalui restrukturisasi BUMN yang akan diperkecil jumlahnya dari 141 menjadi 120 perusahaan, tetap perlu hati-hati. Bagaimanapun, niat baik merestrukturisasi BUMN melalui holding, merger dan akuisisi harus mempertimbangkan berbagai aspek, agar tidak salah langkah gara-gara sekedar untuk kepentingan ekonomi jangka pendek, tetapi melupakan kepentingan negara ke depan.

BERITA TERKAIT

Menyoal BUMN Transportasi Daring

Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF   Setelah huru hara mengenai dicabutnya Permenhub 108 tahun 2017 yang mengatur mengenai transportasi daring, pemerintah…

Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod - Model Bisnis Sangat Potensial

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

BUMN Harus Mampu Sebagai Jangkar Kinerja Ekspor

NERACA Jakarta – Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan kontribusi ekspor BUMN mencapai sekitar lima miliar dolar AS tahun ini. PT…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Pemimpin Pro Ekonomi Syariah

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Perhelatan akbar di tanah air kita saat ini tentang pemilihan umum dan pemilihan…

Menyoal BUMN Transportasi Daring

Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF   Setelah huru hara mengenai dicabutnya Permenhub 108 tahun 2017 yang mengatur mengenai transportasi daring, pemerintah…

Minim Sentimen Positif Apa Maknanya - Oleh : Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Judul ini terinsipirasi oleh hal yang berkembang di pasar. Saat ini kita tahu bahwa pasar uang dan pasar modal tidak…