Sejahteraya Targetkan Untung Empat Tahun Ke depan - Perluas Jaringan Rumah Sakit

NERACA

Jakarta- Seiring dengan perluasan jaringan rumah sakit baru, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menargetkan dapat mencatatkan laba dalam jangka waktu 4 tahun ke depan. Selama ini, pengelola jaringan rumah sakit Mayapada Hospital ini masih mencatatkan kerugian.

Komisaris Utama Sejahteraraya Anugrahjaya, Jonathan Tahir menjelaskan, kerugian itu disebabkan karena perseroan mengeluarkan dana besar untuk melakukan ekspansi atau pendirian rumah sakit di sejumlah kota.”Kami sudah punya infrastruktur sebagai rumah sakit masa kini. Kami butuh biaya konstruksi dan lain-lain. Ini yang menyebabkan beban perusahaan cukup besar," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, rata-rata rumah sakit baru bisa mencatatkan laba dalam jangka waktu tiga hingga empat tahun setelah memiliki jumlah jaringan yang cukup. Saat ini, perseroan baru memiliki tiga jaringan. Perseroan akan menambah sebanyak enam rumah sakit baru hingga 2020 mendatang. Salah satu dari enam unit rumah sakit itu telah beroperasi pada akhir tahun ini. Adapun dana yang digelontorkan untuk perluasan jaringan itu mencapai US$200 juta.

Keenam jaringan baru itu terletak di kawasan pulau Jawa. Sementara itu, tiga rumah sakit yang saat ini telah beroperasi yakni berada di Cilandak, Jakarta Selatan, satu unit di Tangerang, serta satu unit rumah sakit hasil akuisisi di Bogor, Jawa Barat.”Ketika nanti jaringan kami sudah banyak tentu keuangan perusahaan akan stabil dan matang dari sisi manajemen dan operasional. Biasanya rumah sakit butuh tiga sampai empat tahun ini bisa seperti itu, dan rumah sakit baru itu juga butuh waktu untuk dikenal," jelasnya.

Jonathan menargetkan nantinya bisnis medis ini bisa menjadi pilar utama dalam kerajaan Mayapada Group. Kata dia, hal itu bisa direalisasikan setelah SRAJ setidaknya telah memiliki sebanyak 10 jaringan rumah sakit.”Potensi bisnis medis di Indonesia sangat besar. Selain karena populasi yang besar kesadaran masyarakat terhadap kesehatan juga meningkat," ujarnya.

Sebagai informasi, di semester I/2018 kerugian perseroan mencapai Rp46,97 miliar, naik sebesar 11,73%. Pada enam bulan pertama tahun lalu, total rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat senilai Rp42,04 miliar. Padahal, pendapatan tumbuh 20,45% dari Rp301,09 miliar pada semester I/2017 menjadi Rp362,68 miliar pada semester I/2018.

Hanya saja, beban perseroan terus meningkat. Beban langsung SRAJ pada semester I/2018 mencapai RTp280,55 miliar, naik sebesar 13,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni senilai Rp247,94 miliar. Adapun beban penjualan naik sebesar 21,67% dari Rp3,31 miliar menjadi Rp4,03 miliar, serta beban umum dan administrasi naik 21,72% dari Rp94,34 miliar menjadi Rp114,83 miliar.

BERITA TERKAIT

Tiga Mobil Baru BMW Bakal Dirilis Jelang Akhir Tahun

BMW Indonesia masih menyisakan tiga model terbaru yang akan dikenalkan pada akhir tahun 2018, yang membuat merek mobil mewah asal…

Pertumbuhan Kredit Tahun Depan akan Melambat

      NERACA   Jakarta – Kalangan industri perbankan memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada 2019 akan melambat dari 13…

KOTA SUKABUMI - Tahun Ini, Kemungkinan Besar 10 Perda Tuntas dari 15 Raperda

KOTA SUKABUMI  Tahun Ini, Kemungkinan Besar 10 Perda Tuntas dari 15 Raperda NERACA Sukabumi - Dari target 15 Rancangan Peraturan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan 3.353 Investor - Kalteng Urutan 23 Jumlah Investor Terbanyak

NERACA Palangka Raya - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat hingga akhir September 2018 jumlah investor di Provinsi Kalimantan…

Puradelta Bukukan Penjualan Rp 651 Miliar

NERACA Jakarta - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan marketing sales menjadi Rp651 miliar sepanjang Januari – September 2018. Dengan…

Sunson Textile Bukukan Laba Rp 15.05 Miliar

Sampai dengan September 2018, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM)  mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp15,05 miliar atau membaik dibanding periode…