Industri Kreatif Indonesia Diperkenalkan ke Tujuh Negara

NERACA

Jakarta – Para diplomat Kementerian Luar Negeri RI memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia kepada mitra diplomat dari tujuh negara, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, sebagaimana disalin dari laman Antara.

Para mitra diplomat dari tujuh negara, yakni Peru, Vietnam, Papua Nugini, Kamboja, Guyana, Fiji, dan Azerbaijan, diajak menggali peluang kerja sama teknologi digital, industri animasi dan film di Infinite Studio, Nongsa Digital Park (NDP) yang berbasis di Batam, Kepulauan Riau.

Infinite Studio merupakan kerja sama "joint venture" antara Indonesia dan Singapura yang didirikan sejak 2006 dan telah menjadi mitra sejumlah stasiun televisi internasional terkemuka. Studio itu memperkaryakan anak-anak muda Indonesia yang kreatif dan dinamis.

NDP merupakan salah satu hasil konkret implementasi visi Presiden RI dan Perdana Menteri Singapura untuk menumbuhkan budaya inovasi di sektor digital ekonomi. Pada 20 Maret 2018, Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi bersama Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan meresmikan pusat industri digital di Batam tersebut.

Pada saat itu, Menlu Retno mengharapkan NDP mampu mendorong perluasan akses internet, akses permodalan dan akses ke para pemuda bertalenta serta kerja sama internasional dan investasi.

NDP sendiri bertekad untuk menjadi "digital bridge" Batam dan Singapura serta berperan dalam mendorong perkembangan ekonomi digital Indonesia. Tempat itu juga diharapkan dapat menjaring anak muda berbakat Indonesia untuk mengembangkan industri kreatif dalam negeri yang berdaya saing tinggi di kancah internasional. Kementerian Luar Negeri diharapkan dapat terus mendukung pengembangan NDP lebih lanjut untuk mencapai target tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus fokus dalam menerapkan peta jalan dalam konektivitas "internet of things" (IoT) termasuk dalam mengembangkan sektor ekonomi digital di Nusantara.

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDDPI) Kemenkominfo Ismail, dalam rilis, disalin dari Antara, menyebutkan bahwa unsur konektivitas, orang (people), proses, dan aplikasi yang harus dijalankan secara beriringan guna memastikan IoT bisa diimplementasikan dengan baik di Indonesia.

Menurut Ismail, SDPPI sebagai pengelola spektrum frekuensi radio di Kementerian Komunikasi dan Informatika Ditjen SDPPI memiliki peran penting untuk memanfaatkan peluang yang ada dan menjawab tantangan industri IoT nasional.

"Ditjen SDPPI memiliki peran kunci untuk meningkatkan partisipasi industri IoT nasional. Agar bisa melakukan itu, perlu ada Peta Jalan Ditjen SDPPI untuk IoT di Indonesia yang berisi strategi Ditjen SDPPI dalam mengembangkan ekosistem IoT di Indonesia dan industri IoT nasional sesuai dengan tugas dan fungsi Ditjen SDPPI," jelasnya.

Ia berpendapat bahwa keberadaan peta jalan diperlukan dalam rangka agar mampu mendorong pengembangan teknologi IoT agar dapat mencapai skala ekonomi yang baik di Indonesia.

Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah mengatakan Rancangan Undang-Undang tentang Ekonomi Kreatif hingga saat ini masih berada di DPR dan ditargetkan pembahasannya tuntas pada 2019. RUU Ekonomi Kreatif menjadi satu dari 50 RUU yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2018. "DPR menargetkan pengesahan RUU Ekonomi Kreatif pada tahun 2019," kata Anang kepada pers di sela-sela Rapat Paripurna DPR RI DI Senayan Jakarta, disalin dari Antara.

Ia mengatakan pembahasan RUU Ekonomi Kreatif dapat dimulai pada 2018. "Saya melihat ada kesepahaman semua fraksi di Komisi X DPR untuk memulai pembahasan RUU Ekonomi Kreatif ini," katanya. "Jika tak ada aral melintang, tahun 2019 sebelum DPR periode 2014-2019 berakhir kita memiliki UU Ekonomi Kreatif," ujar Anang.

Ia menyebutkan keberadaan UU Ekonomi Kreatif cukup penting dalam pengembangan dan penguatan ekonomi kreatif di Indonesia. Menurut dia, UU tersebut menjadi pegangan bagi pemerintahan baru mendatang. "Saya kira, DPR dan pemerintah saat ini harus memberikan legasi positif berupa produk UU yang mendukung keberadaan ekonomi kreatif," kata Anang.

Dia menambahkan performa ekonomi kreatif di Indonesia mengalami tren positif dari tahun ke tahun. Seperti tahun 2016, produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif mencapai Rp922,58 triliun atau naik dari 2015 yang hanya mencapai Rp852,56 triliun. (agus).

BERITA TERKAIT

Efektivitas Utang Negara

Meski banyak pihak merisaukan masalah utang negara, Menkeu Sri Mulyani Indrawati di setiap kesempatan mengklaim bahwa pengelolaan utang Indonesia saat…

Hadapi Revolusi Industri 4.0 - Himpuni Jadi Mitra Strategis Pemerintah

NERACA Jakarta – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Maryono yang resmi menjadi Kordinator Presidium III Perhimpunan Organisasi…

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi - Menteri LHK

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi Menteri LHK NERACA Karuizawa, Jepang - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Dunia Usaha - Industri Daur Ulang Jadikan Limbah Plastik Punya Nilai Tambah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan nilai tambah terhadap limbah plastik dan kertas melalui peran industri daur…

Komisi VI DPR Terima Usul Anggaran Tambahan Kemenperin

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian telah mengusulkan kepada Komisi VI DPR RI mengenai tambahan anggaran sebesar Rp2,89 triliun untuk membiayai…

Pertahankan Tradisi Tahunan, Kemenperin Raih Opini WTP

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…