Beli Mesin Baru, Peruri Terbitkan Obligasi Senilai Rp 2 Triliun

Neraca

Jakarta- Perum Percetakan Uang RI (Peruri) menargetkan berencana menerbitkan surat utang (obligasi) berkelanjutan dengan total mencapai Rp2 triliun pada kuartal V tahun ini. Rencananya tahap pertama, perusahaan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp800 miliar.

Direktur Keuangan Perum Peruri Harry Sukadis mengatakan, dana hasil obligasi akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha Peruri ke depan. "Dana hasil obligasi untuk rencana investasi optimalisasi aset pelatihan dan pengembangan usaha," kata Harry di Jakarta, Senin (27/2).

Disebutkan, kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan pada tahun ini sekira Rp1 triliun. Dana capex berasal dari kas internal, pinjaman perbankan maupun obligasi. Sementara itu, sisa penerbitan obligasi tahap berikutnya akan disesuaikan waktunya dengan kebutuhan perusahaan.

Kemudian untuk penerbitan obligasi, saat ini Peruri masih tahap menyiapkan dokumen legal untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut. Jika penyiapan seluruh dokumen rampung pada semester I-2012, maka obligasi berkelanjutan tahap pertama bisa diterbitkan pada akhir tahun ini. "Kami masih menyiapkan kelengkapan dokumen legal. Kalau sudah oke, mungkin obligasi tahap pertama bisa terbit di akhir tahun ini,” ujarnya.

Karena masih menyiapkan kelengkapan dokumen, Harry menambahkan, perusahaan belum menunjuk pelaksana emisi (underwriter) obligasi berkelanjutan. Begitu juga dengan kupon maupun tenor obligasi tersebut.

Penerbitan obligasi berkelanjutan ini sudah direncanakan perusahaan sejak awal tahun lalu. Namun, persetujuan aksi korporasi tersebut baru diperoleh perusahaan dari pemegang saham penuh Peruri, yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada kuartal III-2011.

Kala itu, rencana penerbitan obligasi untuk mendanai pembelian mesin pencetak uang baru dari Jepang senilai Rp 600 miliar satu setnya. Asal tahu saja, Perum Peruri mencatatkan laba bersih 2011 hingga September 2011 mencapai 70% dari target laba bersih 2011 yang sebesar Rp 236 miliar atau sebesar Rp 165 miliar.

Direktur Perum Peruri Muchrizal pernah bilang, realisasi capaian laba bersih 2011 sudah sesuai target, yaitu 70% dari target laba bersih di tahun 2011 yang sebesar Rp 236 miliar. Sementara untuk pendapatan juga mencatatkan hal yang sama yaitu 70% dari target pendapatan 2011 sebesar Rp 2 triliun. "Untuk pendapatan realisasinya kita inline dengan laba bersih yaitu sudah terealisasi sebanyak 70%,"ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Mitra Keluarga Baru Serap Dana IPO 37%

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) belum menyerap sepenuhnya dana hasil initial public offering (IPO). Sisa dana tersebut juga masih…

BI : Kredit Baru Masih Melambat

NERACA Jakarta - Bank Indonesia melalui survei perbankan melihat pertumbuhan kredit baru perbankan pada triwulan III 2017 masih melambat, terutama…

Selamat Datang Pemimpin Baru Jakarta

Oleh: Susylo Asmalyah Gedung Balaikota Jakarta mulai berbenah karena terlihat panitia dan segala perangkat telah bersiap menyambut kedatangan Gubernur dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…