E-KTP Hemat Anggaran BPJS

NERACA

Jakarta---- PT Askes menilai program e-KTP sangat mendukung dalam pendataan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan). Alasanya, dengan E-KTP, maka BPJS tak perlu lagi mencetak kartu peserta. Intinya bisa menghemat uang Negara. “Dengan menggunakan NIK, kita banyak menghemat uang negara. Kita tidak perlu mencetak kartu baru lagi, tetapi cukup memanfaatkan e-KTP sebagai peserta universal coverage jaminan kesehatan,” kata Direktur Utama PT Askes I Gede Subawa di Jakarta,27/12

Bahkan E-KTP bukan hanya sebagai indentitas penduduk tapi bisa dimanfaatkan dalam jaminan sosial kesehatan. Alasanya, semua penduduk Indonesia mempunyai NIK dan tersimpan dalam E-KTP. “Kami melihat betapa besar manfaatnya e-KTP, bukan saja sebagai identitas penduduk tetapi juga bisa dimanfaatkan dalam jaminan sosial nasional yang pertama yaitu kesehatan di 2014," tambahnya

Gede menambahkan untuk memanfaatkan data identitas kependudukan untuk data kepersertaan Askes, PT Askes akan meminta izin Menteri Dalam Negeri untuk memanfaatkan data identitas kependudukan sesuai kebutuhan data kepesertaan Askes. "Kami hanya butuh data nomor 1 sampai 16 saja, antara lain nama, alamat, umur. Kami akan kelola dengan "menempeli" nomer kepesertaan Askes maupun jika nanti untuk peserta BPJS di dalam master file peserta." ujarnya.

Menurut Gede, untuk mengakses data kependudukan itu, tidak akan mengganggu master file data kependudukan Kemendagri karena Askes mempunyai jaringan sendiri. "Jika e-KTP dapat dimanfaatkan peserta Askes atau BPJS maka tidak perlu mencetak kartu lagi, Ini bisa menghemat biaya triliuan rupiah," ungkapnya.

Kesiapan PT Askes (Persero) sebagai Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) I jelang 2014, menurut Gede, perlu didukung sistem informasi yang terhubung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Pemanfaatan NIK lewat e-KTP, tak hanya mempermudah pekerjaan, tetapi juga bisa hemat biaya.

Gede menjelaskan PT Askes ditunjuk sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) I bidang kesehatan yang beroperasi pada 2014 mendatang. Pada 2014, PT Askes siap dilebur menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). PT Askes yakin keberhasilan menuju pelaksanaan BPJS kuncinya terletak pada peningkatan kerja. Kondisi ini diyakini sanggup memicu peningkatan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kami sudah melakukan program penataan sistem, berupa tambahan pekerjaan. Kami sangat mengharap dukungan pemerintah,” ujarnya.

Lebih jauh Gede menambahkan, PT Askes kini menjadi badan publik. Disahkannya RUU Badan Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan ini tidak menjadikan PT Askes kini tidak berorientasi kepada profit. “Dua tahun ke depan kami akan gunakan untuk penyusunan payung hukum maupun teknis pelaksanaan pembayaran preminya,” katanya. **mohar

BERITA TERKAIT

BPJS Ketenagakerjaan Goes to Campus

SUMUT, Sebagai upaya memberi pengetahuan dasar tentang jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para mahasiswa, BPJS Ketenagakerjaan melakukan safari ke sejumlah kampus…

Paradigma Penyerapan Anggaran dan Kepatuhan Pajak

Oleh: Hepi Cahyadi, Staf Direktorat Jenderal Pajak *) Seperti biasa triwulan terakhir atau tepatnya bulan November dan Desember adalah bulan pembangunan.…

Menteri Dalam Negeri - Jangan Ada Lobi-Lobiu Anggaran Dengan DPRD

Tjahjo Kumolo  Menteri Dalam Negeri Jangan Ada Lobi-Lobiu Anggaran Dengan DPRD Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memperingatkan seluruh…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kadin Dukung Pemindahan Ibu Kota

      NERACA   Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap mendukung rencana pemindahan ibu kota RI…

40% Jembatan Dalam Kondisi Tak Baik

  NERACA   Semarang - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan sekitar 40 persen jembatan di…

BI Dorong Jakarta Tingkatkan Anggaran Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Anggaran pemerintah DKI Jakarta untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai perlu ditingkatkan karena…