Menikmati Untung Dari Laba Astra Melejit Rp 17,8 Triliun - Bagikan Dividen Rp 1.980 per Saham

Neraca

Jakarta – Berkat pertumbuhan ekonomi yang positif dan didukung kinerja perusahaan yang bagus, akhirnya PT Astra Internasional Tbk (ASII) sebagai saham bluechip di pasar modal mencatatkan pertumbuhan laba 2011 sebesar 24% dari Rp 14,4 triliun menjadi Rp 17,8 triliun.

Kata Presiden Direktur Astra Internasional Prijono Sugiarto, atas naiknya Atas naiknya laba bersih tersebut, maka laba bersih per saham juga naik 24% menjadi Rp 4.393 per saham dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 3.549 per saham, “Peningkatan laba perseroan di iringi dengan laba saham akan di nikmati para pemegang saham dengan pembayaran dividen,”katanya di Jakarta dalam siaran persnya, Senin (27/2).

Rencananya, perseroan akan membagi dividen final senilai Rp 1.380 per lembar saham dari hasil laba tahun 2011 lalu. Perseroan juga berniat menyebar dividen interim Rp 600 per lembar. Dengan demikian total dividen yang berencana dibagikan tahun ini totalnya Rp 1.980 per lembar saham.

Asal tahu saja, tahun lalu total dividen yang sudah dibagikan perseroan sebesar Rp 1.600 per saham. Pembagian dividen kepada pemegang saham perseroan akan diajukan kepada pemegang saham pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di bulan April 2012.

Kemudian kata Prijono, kinerja yang bagus ditahun 2011 tidak serta merta membuat perseroan lalai di tahun ini. Pasalnya, ditahun naga air ini pertumbuhan pendapatan masih rentan dengan kebijakan dalam negeri, “Tingkat pertumbuhan pendapatan di masa mendatang tetap rentan terhadap kebijakan dalam negeri dan kondisi moneter dunia," ujar Prijono

Sebagaimana diketahui, perseroan membukukan pendapatan tahun lalu mencapai Rp 162,6 triliun atau meningkat 26% dibandingkan periode yang sama tahun 2010 sebesar Rp 129 triliun. Kinerja tersebut disumbang oleh enam lini bisnis inti, yaitu otomotif, jasa keuangan, alat berat & pertambangan, agribisnis, infrastruktur & logistik, serta teknologi informasi.

Divisi Otomotif

Disebutkan kontribusi laba bersih divisi otomotif tahun 2011 meningkat 13% menjadi Rp 8,3 triliun, termasuk kontribusi dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities di bidang otomotif sebesar Rp 4,8 triliun.

Kontribusi laba bersih perseroan dan anak perusahaan otomotif yang dikonsolidasi sebagian besar dihasilkan dari aktivitas penjualan dan bisnis komponen otomotif. Sedangkan kontribusi laba bersih perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities terutama dihasilkan dari kegiatan produksi dan distribusi otomotif.

Sementara penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) tumbuh 25% menjadi 4,3 juta unit dan berhasil meningkatkan pangsa pasar dari 46% menjadi 53% dengan penjualan tertinggi di segmen motor skuter.

Penjualan di tahun ini terutama didukung oleh peningkatan kapasitas produksi PT Astra Honda Motor (yang 50% sahamnya dimiliki oleh Perseroan) sebesar 23% menjadi 4,3 juta unit per tahun, disertai dengan peluncuran 6 model baru dan facelift 8 model yang sudah ada.

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), perusahaan di bidang manufaktur komponen yang 95,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 1 triliun, di mana 69%-nya merupakan kontribusi dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities.

Divisi Jasa Keuangan

Kemudian kontribusi laba bersih divisi Jasa Keuangan mengalami kenaikan 26% menjadi Rp 3,3 triliun. Hal ini didukung oleh meningkatnya piutang pembiayaan seiring dengan pertumbuhan industri keuangan, menurunnya tingkat bunga pinjaman luar negeri dan kualitas kredit konsumen yang stabil.

Kontribusi laba bersih Divisi Alat Berat dan Pertambangan meningkat 52% menjadi Rp 3,6 triliun. PT United Tractors Tbk (UNTR), yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, sepanjang tahun 2011 membukukan peningkatan laba bersih sebesar 52% menjadi Rp 5,9 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didukung oleh kenaikan penjualan alat berat Komatsu sebesar 57% menjadi 8.467 unit.

Pada kontribusi laba bersih Divisi Agribisnis meningkat 19% menjadi Rp 1,9 triliun. PT Astra Agro Lestari Tbk, yang 79,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 2,4 triliun atau naik 19%, dikarenakan adanya peningkatan produksi minyak sawit sebesar 14% menjadi 1,3 juta ton, dan peningkatan harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) di tahun 2011 sebesar 8%.

Sektor Infrastruktur dan Teknologi

Laba bersih dari Divisi Infrastruktur dan Logistik tumbuh sebesar 68% menjadi Rp 602 miliar. PT Marga Mandala Sakti (MMS), operator jalan tol yang 79,3% sahamnya dimiliki oleh Astra, mengoperasikan jalur Tangerang – Merak sepanjang 72,5 km, mencatat peningkatan volume trafik sebesar 11% menjadi 32,6 juta kendaraan.

Kontribusi laba bersih Divisi Teknologi Informasi meningkat 20% menjadi Rp 108 miliar. PT Astra Graphia Tbk (ASGR), yang 76,9% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, membukukan laba bersih sebesar Rp 139 miliar, naik 18% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tahun 2011 Astra Graphia mendirikan perusahaan patungan (jointly controlled entities) dengan Monitise Asia Pacific. Perusahaan patungan ini akan menyediakan jasa mobile banking, pembayaran dan jasa komersil di Indonesia, diharapkan dapat beroperasi di tahun 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Penjatahan Saham Efektif Berlaku Awal 2018

NERACA Jakarta –Wacana penjatahan saham IPO bagi investor ritel dan istitusi tengah di kodok PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…