Beasiswa dan Raskin Siap Diperbesar - Terkait Rencana Kenaikan

NERACA

Jakarta—Pemerintah terus berupaya menjaga agar warga miskin tak terkena dampak rencana harga BBM bersubsidi pada 2012. Bahkan selain rencana memberikan bantuan langsung tunai (BLT) disiapkan juga penambahan beasiswa dan beras miskin (raskin. “Harus dipertimbangkan soal peningkatan dari jumlah (BLT) dan beras miskin misalnya ada penambahan lokasinya. Juga besaran dari beasiswa miskin dari SD sampai perguruan tinggi ada peningkatan,” kata Menko Kesra Agung Laksono di Jakarta,27/2

Bukan hanya itu, kata Agung, pemerintah juga sedang memikirkan bagaimana masalah transportasi di pedesaan. “Di samping BLT, kemudian juga berkaitan untuk angkutan desa juga sedang dipertimbangkan. Tapi saya angka-angkanya belum bisa," ujarnya

Intinya, kata Agung lagi, pemerintah tak hanya menambahan 'BLT' baik dari segi jumlahnya maupun komponennya. "Jadi tak hanya uang tunai tapi juga benefit lain seperti pendidikan yang berkaitan dengan beasiswa miskin sehingga seluruh bidang yang terkait kemiskinan bisa dicegah agar jangan ada kenaikan jumlah orang miskin," jelasnya

Untuk pemberian 'BLT' ini, pemerintah telah mempunyai data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Namun nantinya, rumah tangga sasaran yang akan diberikan 'BLT' tersebut harus tajam. "Jangan sampai orang yang tidak miskin dapat dan sebaliknya. Jadi harus tepat sasaran, perluasan, dan variasinya bertambah," imbuhnya

Ditempat terpisah, Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri mengatakan program pemerintah dalam memberikan Bantuan Tunai Langsung (BLT) sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak bukan merupakan program pengentasan kemiskinan. Cara ini melainkan sebagai daya rangsang pemerintah kepada masyarakat agar daya beli masyarakat kembali naik. "Ada 11 kementerian yang memiliki program pengentasan kemiskinan. Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dan lain-lain,” ucapnya

Menyangkut BLT, menurut Mensos hingga saat ini besaran BLT yang akan diterima warga miskin belum ditentukan. Menurut Mensos, hal tersebut masih dibicarakan dengan DPR, termasuk jumlah warga yang akan menerima BLT tersebut. Sedangkan untuk teknis pembagian, jika diputuskan dalam bentuk BLT maka akan diberikan melalui perbankan by name by address. "BLT bersifat sementara. Sebab denagn harga BBM yang naik, pasti akan diikuti dengan naikknya barang-barang yang lain dan menyebabkan daya beli masyarakat semakin turun," tambahnya.

Pihaknya mengakui belum bisa memutuskan berapa jumlah yang menerima, di mana kemungkinan jumlahnya masih sama dengan jumlah warga miskin penerima beras miskin (raskin) seperti tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan untuk jangka waktu pemberian BLT, Mensos mengatakan kemungkinan selama delapan bulan dan akan dimulai April mendatang.

Disinggung efektifnya program tersebut untuk peningkatan pendapatan masyarakat miskin, Mensos mengatakan bahwa program tersebut bukan bertujuan untuk peningkatan pendapatan. Karena sifatnya hanya sementara dan untuk mengembalikan daya beli masyarakat yang turun akibat naiknya harga BBM.

Sementara itu, Solidaritas untuk Anti Korupsi (SuAK) Aceh meminta pemerintah mempersiapkan program bantuan langsung tunai bagi masyarakat miskin secara matang sebagai kompensasi apabila akan menaikan harga bahan bakar minyak. "Boleh-boleh saja pemerintah menaikan harga BBM untuk meningkatkan laju perekonomian secara nasional, namun perlu juga kita sarankan bahwa kesiapan pemerintah sudah harus matang dalam melaksanakan program BLT seperti yang diwacanakan," kata Koordinator SuAK Aceh Neta Firdaus di Meulaboh, Senin. **cahyo

BERITA TERKAIT

Punya 737 Gerai, SiCepat Ekspres Targetkan Kirim 1Juta Paket Perhari

    NERACA   Jakarta – PT SiCepat Ekspres Indonesia telah ingin terus menambah kapasitas gerai yang diakhir tahun 2019…

2020, PLN Fokus Listriki 78.000 Rumah di Papua

      NERACA   Jakarta – Jadi tugas besar bagi PT PLN Direktorat Bisnis Regional Maluku dan Papua untuk…

Kendalikan Impor, Pemerintah Dorong Pemanfaatan PLB E-Commerce

  NERACA   Jakarta - Untuk dapat mengendalikan maraknya peredaran produk-produk impor yang membanjiri Indonesia, pemerintah mendorong pengusaha importir dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Punya 737 Gerai, SiCepat Ekspres Targetkan Kirim 1Juta Paket Perhari

    NERACA   Jakarta – PT SiCepat Ekspres Indonesia telah ingin terus menambah kapasitas gerai yang diakhir tahun 2019…

2020, PLN Fokus Listriki 78.000 Rumah di Papua

      NERACA   Jakarta – Jadi tugas besar bagi PT PLN Direktorat Bisnis Regional Maluku dan Papua untuk…

Kendalikan Impor, Pemerintah Dorong Pemanfaatan PLB E-Commerce

  NERACA   Jakarta - Untuk dapat mengendalikan maraknya peredaran produk-produk impor yang membanjiri Indonesia, pemerintah mendorong pengusaha importir dan…