Bank Syariah Bukopin “Ikut Jual” Sukri

NERACA

Jakarta--- PT Bank Syariah Bukopin ikut menjual Sukuk Negara Ritel Republik Indonesia (Sukri). Bahkan perseroan menjadi sub agen penjual. “Kami berminat menjadi subagen penjual sukuk ritel karena instrumen sukuk menjadi alternatif pengelolaan dana investasi membuat pasar sukuk masih terbuka lebar," kata Direktur Utama Bank Syariah Bukopin Riyanto di Jakarta,27/2

Karena itu, Bank Syariah Bukopin perlu menggandeng PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas. Dan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang Sub Agen (Sukri) Seri SR-004 tahun 2012 dengan PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (AAA Sekuritas).

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Utama Bank Syariah Bukopin Riyanto dengan Direktur Utama PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas Andri Rukminto disaksikan Direktur Bisnis Bank Syariah Bukopin Harry Harmono Busiri dan Kadiv Pengembangan Produk Bank Syariah Bukopin, Noor Cholis, di Gedung Bank Syariah Bukopin Pusat, Jakarta.

Dengan kerja sama ini, Riyanto mengatakan Bank Syariah Bukopin ikut berperan aktif dalam menyukseskan penjualan sukuk ini, dan khusus bagi Bank Syariah Bukopin sendiri diharapkan bisa memberikan peningkatan fee based income ke Perseroan.

Pemerintah berencana menerbitkan instrumen sukuk ritel Seri SR-004 di tahun 2012 yang akan ditawarkan ke masyarakat pada 5-16 Maret 2012. Sukuk ritel ini akan memiliki jangka waktu 3,5 tahun. Sukuk ritel ini dapat dibeli oleh masyarakat individu dengan nominal minimal Rp5 juta. Jenis akad adalah Ijaroh-Asset To Be Leased sehingga memberikan pendapatan yang pasti bagi investor.

Sementara itu, pemerintah mengaku berhasil menyerap dana melalui sukuk negara atau surat berharga syariah negara (SBSN) sebesar Rp1,47 triliyun. “Total penawaran yang masuk mencapai Rp2,12 triliun. Sementara porsi sukuk di dalamnya sudah meraup nilai Rp1,47 triliyun,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto di Jakarta,27/2

Adapun rincian serapan empat seri sukuk negara itu adalah untuk seri PBS001 dibuka kembali (reopening) sebesar Rp25 miliar dengan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang 4,46875 % dan tingkat imbalan 4,45 %. Sukuk ini akan jatuh tempo 15 Februari 2018. Jumlah penawaran yang masuk untuk seri ini mencapai Rp246 miliar dengan imbal hasil terendah yang masuk 4,46875 % dan imbal hasil tertinggi 6,0 %.

Kemudian seri PBS002 (reopening) menyerap sebesar Rp170 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,5 % dan tingkat imbalan 5,45 %. Sukuk ini akan jatuh tempo 15 Januari 2022. Jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp196 miliar dengan imbal hasil terendah yang masuk 5,43750 % dan imbal hasil tertinggi 6,5 %.

Sedangkan seri PBS003 (reopening) sebesar Rp77 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,77823 % dan tingkat imbalan 6,0 %. Sukuk ini akan jatuh tempo 15 Januari 2027. Jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp115 miliar dengan imbal hasil terendah yang masuk 5,75 % dan imbal hasil tertinggi sebesar 7,0 %.

Serta seri PBS004 (reopening) sebesar Rp1,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,29231 persen dan tingkat imbalan 6,1 %. Sukuk ini akan jatuh tempo pada 15 Februari 2037. Jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp1,56 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,25% dan imbal hasil tertinggi 7,25 %. Keempat seri sukuk ini memiliki tanggal Settlement (penyelesaian) pada 27 Februari 2012. **maya/cahyo

BERITA TERKAIT

Bank Nagari Didorong jadi Bank Syariah

    NERACA   Padang - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat (Sumbar) mendorong percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah Sumatera…

Pesatnya Industri E-Commerce, Bisnis Afiliasi Isynergy Ikut Tumbuh

      NERACA   Jakarta - Pesatnya pertumbuhan teknologi digital, terutama di bidang pemasaran, menimbulkan perspektif baru dalam budaya…

Bank Banten Dukung Bapenda Permudah Layanan Masyarakat

      NERACA   Banten - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) mendukung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Industri Properti Perlu Waspadai Suku Bunga dan Likuiditas

      NERACA   Jakarta – Industri properti dihimbau untuk mengantisipasi terhadap dua tantangan penting yaitu ketidakpastian ekonomi global…

Bank Muamalat Kerjasama Remitansi dengan Al Rajhi Bank Malaysia

      NERACA   Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Al Rajhi Bank Malaysia menandatangani perjanjian kerjasama…

Masalah Fintech, LBH dan OJK Masih Deadlock

      NERACA   Jakarta - Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta belum…