Kredit Bruto Maybank Group Capai 16,2%

NERACA

Jakarta – Maybank Group mencatat kenaikan pertumbuhan kredit bruto di level 16,2% sepanjang tahun 2011. “Menumbuhkan bisnis kami dengan melihat perbaikan di seluruh unit, tidak hanya pada kinerja keuangan tetapi juga pada tingkat layanan nasabah kami di semua sektor bisnis, termasuk dari penyaluran kredit,” kata Presiden dan Chief Executive Officernya Maybank Indonesia, Dato Sri Abdul Wahid Omar di Jakarta,27/2

Menurut Dato, Maybank Group mengalami pertumbuhan kredit bruto kontinue secara solid, meningkat 16,2% secara tahunan, didukung oleh kenaikan 28,7% pada kredit anak perusahaan di luar negeri dan pertumbuhan 10% di dalam negeri.

Operasional Singapura dan Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan kenaikan kredit masing-masing sebesar 23,7% dan 31,2% sedangkan operasional internasional lain menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi sebesar 48,6%. Pembiayaan Syariah juga meningkat di level 21%. “Rencana kami untuk lebih lanjut mengembangkan kemampuan kami di masa mendatang untuk menciptakan value yang lebih besar kepada stakeholder sejalan dengan aspirasi menjadi pemimpin regional pada 2015”, tutur Presiden dan Chief Executive Officernya Maybank Indonesia, Dato' Sri Abdul Wahid Omar.

Pencapaian diraih dari pertumbuhan double digit pada seluruh pilar bisnis didukung oleh pertumbuhan kredit berkelanjutan dan aktivitas fee based (berdasarkan biaya) serta menandai penurunan penyisihan kerugian kredit.

Kualitas asset yang lebih baik dimana rasio penurunan nilai kredit (net impaired loan ratio) lebih lanjut turun menjadi 1,86% pada Desember 2011 dari 2,74% tahun sebelumnya. Pertumbuhan 22,5% pada simpanan menjadi RM 950 miliar, melanjutkan rekor tingkat kenaikan dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan aset yang meningkat 19,1% menjadi Rp 10 triliyun pada Desember 2011.** (mayabd)

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Cashbac Kembali Bikin Promo Tanggal Tua Rasa Muda

NERACA Jakarta - Bagi banyak orang, tanggal tua diwajibkan untuk menghemat pengeluaran. Tapi, kini Cashbac melepaskan kekhawatiran tersebut dengan menghadirkan…

PPATK Berhasil Mitigasi Pencucian Uang Senilai Rp10,39 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatatkan angka mitigasi pencucian uang yang berhasil…

Pemerintah Tambah Anggaran Subsidi FLPP Rp8,6 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyetujui permintaan dari tiga asosiasi pengembang perumahan, yaitu Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi…