Perbankan Syariah Butuh 900.000 Tenaga

NERACA

Yogyakarta--- Perbankan syariah di Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 900.000 tenaga kerja dalam empat tahun ke depan. Alasanya, itu disebabkan perbankan syariah di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. “Perkembangan tersebut menuntut penambahan jumlah sumber daya manusia yang juga cukup banyak," kata kata Pemimpin Bank Indonesia Yogyakarta Dewi Setyowati di Jakarta,27/2

Menurut Dewi, pada sarasehan "Inventarisasi Berbagai Masalah dalam Industri Lembaga Keuangan Syariah", merekrut tenaga-tenaga yang langsung berkecimpung di perbankan syariah bukan merupakan pilihan bagus. "Mereka akan kesulitan dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi dengan tugas, proses bisnis, dan hal lain yang terkait dengan perbankan syariah," tambahnya

Dewi menambahkan akan lebih mudah saat mereka memahami prinsip bank umum terlebih dulu kemudian diberi teori mengenai praktik bisnis terkait syariah sehingga dapat berkompetisi dengan bank-bank umum lainnya. "Kebutuhan jumlah tenaga syariah itu pada akhirnya akan dapat mengatasi berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi pada praktik syariah di Indonesia," ucapnya

Dikatakan Dewi, kualitas sumber daya manusia itu salah satunya dibutuhkan untuk melakukan pembinaan nasabah dan upaya memberikan edukasi publik terkait perbankan syariah. "Hal itu dibutuhkan jika benar-benar ingin menerapkan prinsip keuangan syariah. Jumlah kebutuhan sumber daya manusia itu akan terus meningkat," katanya.

Lebih jauh kata Dewi, kebutuhan jumlah tenaga syariah yang kompeten itu juga tetap akan dibarengi ketegasan Bank Indonesia (BI) mengontrol berjalannya praktik perbankan syariah dengan prinsip dasar syariah. Prinsip-prinsip dasar tersebut adalah pelarangan riba dan kegiatan spekulatif, serta alokasi sumber dana yang ditujukan pada investasi yang memiliki basis moral yang kuat. "Selama ini sudah ada tiga lembaga syariah yang langsung ditutup karena melakukan kecurangan-kecurangan terkait dengan tiga prinsip tersebut," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

CPPD Sukabumi Berhasil Tarik PKB Sebesar Rp 104.578.000 - Lakukan Opgab Tiga Hari

CPPD Sukabumi Berhasil Tarik PKB Sebesar Rp 104.578.000 Lakukan Opgab Tiga Hari NERACA Sukabumi - Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah (CPPD)…

BTN Siapkan 2.000 Unit Apartemen di Kawasan Undip

      NERACA   Semarang - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar kemitraan dengan Ikatan Keluarga Alumni Universitas…

Pelaku Pasar Butuh Kepastian Hukum - Berpotensi Merugikan Investor

NERACA Jakarta – Kepastian hukum bagi pelaku usaha merupakan hal yang penting dalam keberlangsungan usaha dan begitu juga halnya dengan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…