BCA Beri Bunga KPR 8% - Selama 55 Bulan

NERACA

Jakarta --- PT Bank Central Asia (Tbk) (BCA) member promo Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan bunga murah, yakni kredit 8^ selama 55 bulan. Bunga murah ini terkait dengan HUT ke-55. "Kita ada promo KPR berkaitan dengan ultah ke 55. Hal ini akan memberikan kepastian nantinya bagi pemegang KPR jadi kita kasih waktu selama 55 bulan fix rate dengan bunga 8%," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja di Jakarta,27/2

Menurut Jahja, KPR BCA ke depan tidak akan membebankan tambahan biaya layaknya 'uang kaget' seperti di bank-bank lain jika sudah jatuh tempo pembayaran. Selain itu, setelah tanggal jatuh tempo fix rated habis, Jahja menjelaskan nasabah tidak langsung mendapatkan bunga tinggi. "Jadi misalkan kemarin dapat KPR bunga 7,5% selama 2 tahun nanti pas jatuh tempo atau sudah 2 tahun tidak akan kena variable rate. Nasabah bisa minta paket-paket lain yang bunganya tidak sampai double digit," ujarnya

Lebih jauh kata Jahja, pada 2011, total KPR BCA mencapai Rp 28 triliun atau tumbuh Rp 10 triliun dibandingkan di 2010. "KPR tahun lalu Rp 28 triliun sudah tumbuh dari 18 triliun di 2010," paparnya

BCA sebelumnya juga sempat memiliki program KPR murah dengan bunga hanya 7,5%. Namun program itu akhirnya dihentikan karena BCA kewalahan menerima pengajuan KPR murah tersebut. Program KPR murah itu juga telah berhasil mendongkrak kredit BCA hingga tembus Rp 200 triliun.

Diakui Jahja, perseroan berhasil mencatat laba bersih Rp 10,2 triliun di tahun 2011 (unaudited). Laba ini tumbuh 18% dari perolehan laba tahun 2010 yang sebesar Rp 8,37 triliun. Bahkan berhasil menumbuhkan pendapatan bunga bersih hingga 20% menjadi Rp 16,87 triliun di akhir 2011, dari sebelumnya Rp 13,48 triliun.

Total aset BCA per akhir 2011 mencapai Rp 378,6 triliun naik tipis dari akhir tahun 2010 yang mencapai sebesar Rp 323,34 triliun. Sementara itu, total kredit yang disalurkan BCA mencapai Rp 202,26 triliun atau tumbuh 50% lebih tinggi dibandingkan penyaluran kredit di 2010 yang sebesar Rp 154 triliun. **cahyo

.

BERITA TERKAIT

KY Putuskan 58 Hakim Dijatuhi Sanksi Selama 2019

KY Putuskan 58 Hakim Dijatuhi Sanksi Selama 2019 NERACA Jakarta - Komisi Yudisial (KY) memutuskan 58 hakim dijatuhi sanksi karena…

Investasi Lampu LED dan PLTS - WIKA Beri Pinjaman WIKA Energi Rp 8 Miliar

NERACA Jakarta - Dukung pengembangan bisnis anak usahanya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memberikan pinjaman kepada anak usahanya PT…

Telat Beri Laporan Keuangan - BEI Beri Sanksi Suspensi 10 Emiten “Nakal”

NERACA Jakarta – Hingga Juni 2019 kemarin, PT Bursa Efek Indonesia memberhentikan perdagangan saham atau suspensi sepuluh emiten yang belum…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Adira Insurance Sambut Rencana Pemerintah Memberlakukan LCC

    NERACA   Jakarta – Keputusan pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat penerbangan berbiaya murah atau Low Cos Carrier…

Tiga Besar Dompet Digital Paling Sering Digunakan

      NERACA   Jakarta - Saat ini popularitas pembayaran digital dengan uang elektronik semakin meningkat. Masyarakat pun memiliki…

Himbara Bakal Perluas Layanan Pembayaran Pajak

    NERACA   Jakarta - Bank Milik Negara (Himbara) akan memperluas kanal di masing-masing perbankan untuk digunakan masyarakat dalam…