Beban Bunga Naik Menggerus Laba Astra Otoparts 10% di 2011

Neraca

Jakarta - PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatatkan penurunan laba tahun berjalan sebesar 10% menjadi Rp1,1 triliun pada akhir 2011 dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,23 triliun. Penurunan laba ini lantaran beban bunga dan keuangan naik jadi Rp55,5 miliar

Hal tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangannya yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Jumat (24/2). Padahal, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini berhasil mencetak kenaikan pendapatan bersih menjadi Rp7,36 triliun pada akhir 2011 dibandingkan 2010 yang sebesar Rp6,25 triliun.

Tapi, beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan yang cukup lumayan. Di mana beban pokok pendapatan pada 2011 sebesar Rp6,13 triliun dari sebelumnya Rp5,1 triliun. Walau begitu, laba bruto perseroan masih naik menjadi Rp1,24 triliun dari sebelumnya Rp1,15 triliun.

Selanjutnya, beban pokok penjualan naik menjadi Rp294,87 miliar, beban umum dan administrasi juga naik Rp423,2 miliar, dan beban bunga dan keuangan naik jadi Rp55,5 miliar. Selain itu bagian laba bersih dari entitas asoisasi dan pengendalian bersama juga turun jadi Rp693,8 miliar dari sebelumnya Rp761,2 miliar.

Alhasil, laba sebelum penghasilan juga turun jadi Rp1,26 triliun dari sebelumnya Rp1,4 triliun. Di sisi lain, kas dan setara kas perseroan juga turun menjadi Rp485,6 miliar pada akhir 2011 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp773,9 miliar. Tapi aset perseroan masih naik menjadi Rp6,9 triliun dari sebelumnya Rp5,6 triliun.

Sebelumnya, PT Astra Otoparts Tbk menargetkan, tahun ini penjualan perseroan tumbuh 3% sampai 5%. Maka untuk meningkatkan penjualan tersebut, perseroan menyiapkan belanja modal Rp 1,2 triliun sampai Rp 1,5 triliun.

Direktur Astra Otoparts Robby Sani pernah bilang, jumlah belanja modal tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi perusahaan. Diantaranya adalah, pemanfaatan lahan 10 hektare (ha) di kawasan industri Suryacipta, Karawang, Jawa Barat.“Tanah itu akan kami garap pada tahun ini,” ujar Robby yang tidak mau menyebut secara detail rencana ekspansi yang akan ia lakukan di lahan tersebut.

Selain itu, perusahaan juga akan menyelesaikan pembangunan pabrik hasil kerjasama dengan produsen ban, Pirelli. Kerjasama dengan produsen ban dunia itu dilakukan untuk memperkuat posisi Astra Otoparts di pasar komponen ban sepeda motor.

Sehubungan dengan rencana peningkatan kapasitas produksi, Astra Otoparts belum memiliki rencana ke arah sana. Roby bilang, penambahan kapasitas produksi akan dilakukan jika permintaan yang melonjak.

Untuk diketahui, tahun 2011 lalu, Astra Otoparts mencatat nilai penjualan lebih dari Rp 7 triliun, atau naik 12,9% dari realisasi penjualan 2010 sebesar Rp 6,2 triliun. Tahun lalu, Astra Otoparts telah melakukan ekspansi dengan membangun pabrik komponen sepeda motor di Hanoi, Vietnam dengan nilai investasi US$ 1,5 juta. Pembangunan pabrik itu dilakukan dengan bekerjasama dengan Akebono Brake Industry Co Ltd. (bani)

BERITA TERKAIT

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Naik Tipis

      NERACA   Jakarta - Pendapatan premi industri asuransi jiwa hanya naik tipis sebesar 1,2 persen secara tahunan…

Cadangan Devisa Naik US$2 miliar

      NERACA   Jakarta - Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat 117,2 miliar dolar AS pada akhir November 2018,…

Catat Kinerja Ciamik, Saham SILO Terus Naik

Catat Kinerja Ciamik, Saham SILO Terus Naik NERACA Jakarta - Pemegang saham PT Siloam International Hospitals, Tbk , dengan kode…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…