Fitch Ratings Kerek Peringkat TELE Jadi BB-

NERACA

Jakarta – Mempertimbangkan membaiknya kinerja keuangan, lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia menaikkan peringkat perusahaan distribusi ponsel dan gawai, PT Tiphone Mobile (TELE) Indonesia Tbk. dari B+ menjadi BB-. Fitch juga mencabut Tiphone Mobile Indonesia dari list Rating Watch Negative (RWN).

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, Fitch Ratings menyebut kenaikan peringkat sekaligus pencabutan RWN pada TELE tersebut merefleksikan perseroan telah memperbaiki profil likuiditas jangka pendeknya. Situasi tersebut ejalan dengan harapan kami pada Tiphone Mobile Indonesia untuk menurunkan tingkatleveragedan mengantisipasi tekanan pada likuiditas. Perseroan telah melunasi obligasi senilai Rp1 triliun yang jatuh tempo pada Juli 2018.

Manajemen Fitch menyampaikan leverage yang lebih sehat bergantung pada langkah-langkah perusahaan menjalankan manajemen likuiditas, arus kas dari operasional, dan struktur modal perseroan. Selain itu, Fitch Ratings masih menyematkan outlookNegatif padaNational Long-Term RatingTiphone Moblie Indonesia. Peringkat tersebut mengimplikasikan perseroan hanya memegang likuiditas tipis sehingga masih membutuhkan pendanaan di masa yang akan datang. TELE diprediksi masih harus menempuhfundraisinguntuk dapat membiayai modal kerja perseroan.

Sebelumnya, TELE baru saja mendapatkan penurunan peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia karena dinilai membukukan kinerja keuangan yang memburuk. Pefindo menurunkan peringkat TELE sebesar 4 notch dari idA- menjadi idBB akibat tingginya resiko refinancing perseroan di tengah likuiditas yang mengetat.

TELEsebelumnya mendapatkan predikatcredit watch dengan outlook negatif,tetapi kemudian dinaikkan menjadi positif setelah perseroan berhasil melunasi obligasi jatuh temponya senilai total Rp1,14 triliun. Namun, peringkat tidak serta merta dinaikan. Adapun, pada awal Juli lalu TELE telah melinasi seluruh pokok utang perseroan yang jatuh tempo pada tahun ini dengan menggunakan dana internal perusahaan.

Sepanjang 2018, TELEtersebut memiliki dua surat utang yang jatuh tempo yaitu Obligasi I Tiphone Tahap III Seri A Senilai Rp514,5 miliar yang akan jatuh tempo pada 2 Juli 2018 dan Obligasi I Tiphone Tahap I senilai Rp10 miliar yang jatuh tempo pada 10 Juli 2018.

Sekretaris Perusahaan Tiphone Moblie Indonesia Semuel Kurniawan mengungkapkan perseroan telah melunasi seluruh pokok obligasi yang telah jatuh temp dengan menggunakan dana perusahan. Sayangnya, Semuel enggan merincikan sumber dana tersebut.

BERITA TERKAIT

Pefindo Naikkan Peringkat Antam Jadi A- - Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikan peringkat PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Obligasi I (2011) menjadi…

Pefindo Kerek Peringkat Tiphone Jadi BBB+

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) dan obligasi berkelanjutan I tahun 2016-2017 menjadi…

Fitch Rating Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

      NERACA   Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…