JLB Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 10% - Targetkan Dana Rp 1,3 Triliun

NERACA

Jakarta – Operator jalan tol, PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) melakukan penawaran umum obligasi I Jakarta Lingkar Baratsatu Tahun 2018 dengan target dana yang akan dihimpun hingga mencapai Rp1,3 triliun. Perseroan menawarkan kupon obligasi mulai dari 9% hingga lebih dari 10%. Penawaran Umum Obligasi I Jakarta Lingkar Baratsatu 2018, ditawarkan dalam dua tenor.

Untuk obligasi Seri A dengan tenor tiga tahun, JLB tawarkan kupon mulai dari 9%-9,75%. Sedangkan untuk obligasi Seri B dengan tenor 5 tahun 9,85%-10,65%. Jadwal penawaran awal obligasi dilakukan 16 Agustus-30 Agustus 2018.

Meskipun Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuannya menjadi 5,5%, Direktur JLB Danni Hasan optimistis target penawaran obligasi I yakni Rp 1,3 triliun bisa tercapai. Ini lantaran, kupon yang ditawarkan masih jauh di atas suku bunga acuan BI atau BI7DRR.”Sekarang pilihannya, kalau kita punya uang, apakah disimpan dulu sampai bunganya naik, atau dimasukkan ke dalam satu instrumen yang kita tinggal tidur bisa naik 10% dalam lima tahun ke depan," ujar Danni di Jakarta, kemarin.

Selanjutnya, target pernyataan efektif pada 10 September 2018, dengan jadwal penawaran umum 11 September-17 September 2018. Untuk penjatahan 18 September 2018, dilanjutkan dengan distribusi secara elektornik 20 September 2018, dan akan dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 September 2018. Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa konsesi pengusahaan jalan tol berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Ruas JORR W1 (Kebun Jeruk Penjaringan) No. 02/PPJT/II/Mn/2007 tanggal 2 Februari 2007 yang haknya diberikan pemerintah selama masa konsesi dan rekening operasional yang diikat dengan fldusia.

Nilai jaminan selambat-lambatnya 30 hari kerja sejak tanggal emisi, sekurang-kurangnya sebesar 100% dari nilai pokok obligasi. Obligasi 1 JLB Tahun 2018 ini telah memperoleh hasil pemeringkatan aaA+ (Single A Plus) dari PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo)."Seluruh dana hasil dari penawaran umum obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk melunasi pinjaman modal kerja dan pinjaman kredit sindikasi sekitar 92% dan sisanya untuk membiayai modal kerja untuk pemeliharaan jalan tol," kata Fatchur Rochman selaku Direktur Utama PT Jakarta Lingkar BaratSatu. (bani)

BERITA TERKAIT

Upsus Siwab Targetkan Kelahiran Sapi Hingga 3,5 Juta Ekor

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menargetkan kelahiran anak sapi hingga 3,5 juta ekor…

Bank Mandiri Tawarkan KPR Bunga 6,5%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menawarkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan suku bunga tetap…

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…