Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA

Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8 triliun, melonjak Rp467 miliar atau 34,9% dibandingkan perolehan periode yang sama tahun 2017 yang mencapai Rp1,3 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono, lonjakan pendapatan usaha perseroan terutama berasal dari meningkatnya pengakuan pendapatan dari segmen pengembangan kawasan perumahan dan penjualan lahan non-core. “Lonjakan pendapatan di segmen ini, terutama berasal sumber dari pengakuan penjualan unit-unit rumah di kawasan perumahan Graha Natura Surabaya,”ujarnya.

Archied menuturkan, tantangan di industri properti masih cukup berat. Meskipun pemerintah telah menerbitkan sejumlah stimulus pertumbuhan sektoral, tetapi pasar dan konsumen masih cenderung mengambil sikap wait and see mengantisipasi perkembangan dan dampak pesta demokrasi yang akan dilaksanakan hingga tahun depan. Meskipun demikian, lanjutnya, perseroan tetap optimis akan ada perbaikan kondisi pasar properti di semester kedua tahun ini kendati tingkat pertumbuhannya mungkin tidak terlalu tinggi.

Ditinjau berdasarkan segmen pengembangannya, kawasan perumahan menjadi kontributor pendapatan usaha terbesar yang nilainya mencapai Rp1,1 triliun atau 61,3% dari keseluruhan. Perolehan ini melonjak di atas 400% dibandingkan dengan hasil pencapaian semester I/2017 yang mencapai Rp220 miliar.Segmen pengembangan mixed use & high rise tercatat menjadi kontributor terbesar berikutnya yang mencapai Rp422,2 miliar atau 23,4% dari keseluruhan.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp106,1 miliar atau 33,6% dari perolehan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp316,1 miliar. Archied menjelaskan bahwa sepanjang 6 bulan 2018, segmen pengembangan kawasan industri belum memberikan kontribusi pendapatan usaha dari penjualan lahan industri.Kondisi ini berbeda dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu perseroan berhasil memasarkan lahan industri Ngoro Industrial Park senilai Rp551,1 miliar.”Ada penjualan marketing lahan industri Ngoro Industrial Park senilai Rp45 miliar, namun belum kami bukukan dalam pendapatan usaha di semester I tahun ini,”kata Archied.

Segmen properti investasi yang merupakan sumber pendapatan berkelanjutan (recurring income) tercatat memberikan kontribusi senilai Rp276,1 miliar atau 15,3% dari keseluruhan. Jumlah tersebut meningkat sebesar Rp23,8 miliar atau 9,4% dibandingkan semester I tahun lalu. Peningkatan tersebut, menurut Archied, terutama didorong oleh naiknya pendapatan usaha dari perkantoran sewa, dan pengelolaan sarana dan prasarana, termasuk sport club.

Pendapatan usaha dari pengelolaan sarana dan prasarana mencapai Rp139,2 miliar, disusul dari pendapatan sewa gedung perkantoran senilai Rp105,8 miliar, serta dari kawasan industri senilai Rp31,1 miliar. Berdasarkan sumber pendapatan usaha, pendapatan penjualan atau development income memberikan kontribusi sebesar Rp1,53 triliun atau memberikan kontribusi sebesar 84,7% dari keseluruhan. Kemudian pendapatan berkelanjutan atau recurring income tercatat memberikan kontribusi Rp276,1 miliar atau 15,3% dari keseluruhan.

BERITA TERKAIT

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp 6,6 Triliun

Tahun 2018 kemarin, PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp6,6 triliun atau naik 34,69% dibanding tahun 2017 sebesar Rp4,9…

Ditopang Pendapatan Grup - Pendapatan Operasional GMF Tumbuh 7%

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$…

Dunia Usaha - Kemenperin: Industri Makanan dan Minuman Jadi Sektor Kampiun

NERACA Jakarta – Industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor manufaktur andalan dalam memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…