Tekad Ratu Sampah Wujudkan Perubahan Nyata - Lewat Komunitas Peduli Sampah

Bergelut dengan sampah apalagi bagi seorang wanita, merupakan kegiatan yang selalu dihindari karena selain jorok dan juga menimbulkan penyakit. Namun tidak sebaliknya, bagi Amilia Agustin yang sejak berumur 12 tahun sudah disibukkan dengan kegiatan pengelolaan bank sampah di SMAN 11 Kota Bandung. Lantaran kepeduliannya terhadap lingkungan dan aktivitasnya yang bersentuhan dengan sampah, sampai dijuluki dengan Ratu Sampah.

Kepeduliannya menjaga kelestarian lingkungan, terus dibawanya sampai di bangku kuliah. Ditegah kesibukannya mengajak anak muda peduli pada pengelolaan sampah, tidak membuat prestasi akademiknya terlantar. Bahkan Ami sapaan akrab Amilia berhasil berhasil menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Udayana di Denpasar, Bali. Tidak hanya itu, gadis asal Bandung ini juga berhasil meraih predikat lulusan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif 3,9.

Dirinya bercerita, pada awalnya hanya berniat menuntut ilmu tanpa melakukan kegiatan lain di luar perkuliahan selama di Bali. Namun semangatnya untuk membuat perubahan, khususnya berkaitan dengan kepedulian terhadap masalah sampah kembali membawanya terus terjun aktif dalam pengelolaan sampah. Selama berkuliah di Bali, Ami memutusan untuk membuat komunitas dengan nama Udayana Green Community, yakni komunitas yang bergerak di permasalahan lingkungan."Kegiatan utamanya fokus di pengelolaan sampah, tapi sekarang lebih ke sosialisasi pengelolaan sampah ke tingkat dasar, jadi ke sekolah-sekolah dan masyarakat gitu," kata Ami.

Dia bergabung dengan lembaga kegiatan mahasiswa, sehingga dia merasa memiliki massa untuk membuat pergerakan karena permasalahan sampah itu bersifat luas, jadi dapat dilakukan di mana saja. "Selain di sampah, aku dan temen-temen juga fokus di hak anak sih khususnya pendidikan," lanjut Ami.

Saat ini relawan di komunitas tersebut sudah ada 30 orang. Ami menuturkan akan tetap peduli terhadap lingkungan selama, dirinya masih ada di bumi ini. Dia mengaku hampir tidak mendapatkan hambatan selama melakukan kegiatannya di Bali, bahkan masyarakat merespon baik dan ikut membantu. PT Astra Internasional Tbk dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, semangat Ami untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma Astra, yaitu menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Asal tahu saja, pada tahun 2009, dirinya sudah aktif memberikan sosialiasi daur ulang sampah kepada ibu-ibu dan membuat program "Go to Zero Waste School. Berkat kegigihannya tersebut, Ami menjadi pemenang penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) award pada bidang lingkungan di 2010. Ami, sosok yang periang dan sejak kecil percaya bahwa sebuah negara dapat maju karena sistem pendidikannya yang baik. “Pendidikan yang baik harapannya membentuk sumber daya manusia yang baik juga,”kata Ami.

Saat ditanya mengenai cita-cita, Ami dengan mantap menjawab masih ingin menjadi presiden. Jawaban yang sama ketika ditanya pada sebuah talkshow populer di salah satu TV nasional enam tahun lalu. Lalu apakah untuk mendapatkan predikat cum laude ini Ami hanya kuliah-pulang-kuliah-pulang dalam kesehariannya? Ami masih melanjutkan kegiatannya membangun komunitas yang bergerak di bidang lingkungan bersama badan eksekutif mahasiswa tingkat universitas serta berbagai kegiatan positif lainnya yang langsung melibatkan masyarakat.

Dia juga rajin membaca jurnal, menjadi asisten dosen di sejumlah mata kuliah. Salah satu motivasi terbesar Ami untuk terus berkontribusi untuk lingkungan adalah ucapan ibunya. “Gunakanlah masa mudamu untuk melakukan hal yang tidak bisa kamu lakukan di masa tuamu,” tutur Ami saat bercerita tentang masa kecilnya.

Kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar, dia tuangkan ke dalam tugas akhir kuliahnya. Ami meneliti tentang pekerja anak, karena menurutnya tidak seharusnya anak-anak bekerja untuk mendapatkan uang daripada sekolah. “Dari data yang Ami dapat, salah satu wilayah tertinggi jumlah pekerja anaknya ialah Nusa Tenggara Barat. Mulai dari bertani, pekerja seni sampai pekerja seks di bawah umur ada di sana,” ujar Ami.

Memang sudah wataknya Ami suka dengan tantangan, metode penelitian Ami pun menggunakan metode yang baru pertama kali dipakai di universitasnya. Setelah revisi akhir, Ami mendaftarkan skripsinya ke sebuah portal jurnal internasional, Scopus.com. “Alhamdulillah sudah diterima dan semoga bisa terbit akhir tahun ini,” tambah Ami.

BERITA TERKAIT

Komitmen BEI Permudah Persyaratan Pencatatan - Siapkan Perubahan Peraturan

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan transaksi dan emiten di pasar modal lebih agresif lagi, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI)…

Menko Polhukam - Komunitas Internasional Diharapkan Bentuk Konvensi Dunia Maya

Wiranto Menko Polhukam Komunitas Internasional Diharapkan Bentuk Konvensi Dunia Maya Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko…

Fraksi PAN Sukabumi Sesalkan SILPA Masuk di APBD Perubahan 2018

Fraksi PAN Sukabumi Sesalkan SILPA Masuk di APBD Perubahan 2018 NERACA Sukabumi - Fraksi Amanat Nasional (PAN) Kota Sukabumi menyayangkan…

BERITA LAINNYA DI CSR

Dukung Mahasiswa Berprestasi - Cargill Berikan Beasiswa Cargill Global Scholars

Cargill, kembali melanjutkan dukungannya kepada para mahasiswa berprestasi melalui program Cargill Global Scholars yang diselenggarakan  bekerjasama dengan Institute of International…

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Masyarakat - Wings Peduli Kasih Bangun Perpustakaan di Sumba Timur

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pada dunia pendidikan dan kepedulian untuk mencerdaskang bangsa, Yayasan Wings Peduli Kasih (YWPK) yang…

PTPN V Kucurkan Rp 1,6 Miliar Peningkatan Pendidikan

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V mengucurkan anggaran sebesar Rp1,6 miliar melalui program hibah dana bina lingkungan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan…