Tanda Tubuh Kurang Olahraga

Olahraga teratur bakal berdampak positif pada tubuh. Tak cuma mengecilkan lingkar pinggang dan paha, tapi lebih dari itu, olahraga berperan penting mengontrol kesehatan tubuh. Tanpa bergerak atau beraktivitas, tubuh manusia akan kacau balau. Denyut jantung melemah, distribusi oksigen--yang berfungsi menjaga kelenturan otot--terganggu. Tak aneh jika seluruh tubuh mendadak pegal-pegal dan kaku.

Tubuh terasa pegal hanya bagian kecil dari sederet dampak yang dihasilkan gara-gara jarang berolahraga. Mengutip berbagai sumber, berikut tanda-tanda yang bisa muncul pada seseorang yang jarang berolahraga.

1. Susah tidur

Sering merasa sulit tidur? Hati-hati, itu merupakan salah satu gejala kurang berolahraga."Orang yang berolahraga lebih cepat tidur dan tidur lebih nyenyak daripada orang yang tidak berolahraga," ujar personal trainer, Jeff Miller, mengutip Simple Most.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Sleep Medicine Journal, peneliti dari Northwestern University meneliti orang dewasa pengidap insomnia. Beberapa partisipan diminta berolahraga, sementara beberapa lainnya tidak. Hasilnya, mereka yang sebelumnya melakukan aktivitas fisik bisa tidur 1,25 jam lebih lama daripada mereka yang tidak ikut serta dalam aktivitas fisik.

2. Gampang sakit

Beberapa penelitian kerap mengaitkan olahraga harian dengan sistem imun tubuh. Pakar fitness, Brandon Mentore mengatakan bahwa seseorang perlu meningkatkan aktivitas fisiknya untuk menstimulasi jaringan otot untuk meningkatkan pertahanan tubuh. Pada Insider, Mentore menyebut, tubuh yang sakit adalah sinyal bagi seseorang untuk lebih aktif berolahraga.

3. Sering kelelahan

Meski makan dan tidur terasa cukup, tapi terkadang tubuh masih saja terasa lelah. Itu jadi pertanda bahwa tubuh perlu lebih banyak bergerak. Sebuah penelitian dari University of Georgia merekomendasikan olahraga intensitas sedang selama 20 menit sebanyak tiga kali dalam sepekan yang mampu meningkatkan energi hingga 20%. "Ini semacam motivasi untuk memperoleh otot besar. Sekali bergerak, energi Anda meningkat," ujar personal trainer asal Chicago, AS, Traci Mitchell, mengutip Reader's Digest.

4. Sendi kaku

Sakit punggung, pundak, dan pinggang jadi sinyal bahwa tubuh perlu bergerak. Kurang gerak menyebabkan otot dan sendi jadi kaku sehingga mudah terasa sakit. Kondisi ini juga dapat diperburuk dengan adanya dorongan stres yang membuat otot kaku dan tegang. Aktivitas fisik seharusnya hadir untuk melemaskan otot yang kaku.

5. Sering lapar

Banyak orang menganggap bahwa jarang bergerak membuat seseorang tak membutuhkan banyak energi, yang secara otomatis berdampak pada berkurangnya keperluan nutrisi untuk tubuh. Namun, kenyataan tak berkata demikian. Justru, ketika tubuh tak banyak bergerak, rasa lapar akan selalu mengintai. "Tubuh yang lelah dan bergerak lambat bisa mengakibatkan produksi hormon ghrelin berlebih dan menyebabkan Anda makan berlebih sepanjang hari," jelas personal trainer, Amanda L Dale, menukil Simple Most.

BERITA TERKAIT

Jarang Olahraga Lebih Berbahaya daripada Merokok

Tanpa olahraga, fungsi tubuh tak akan berjalan optimal. Faktanya, ada sederet bahaya yang mengintai di balik kebiasaan melupakan olahraga atau…

Kurang Tidur Bikin Kepandaian Menurun

Kurang tidur tak cuma berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, tapi juga pada nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada kalangan mahasiswa. Hal…

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang NERACA Sukabumi - Di kota Sukabumi kelengkapan marka jalan ternyata masih kurang, rata-rata…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Indonesia Pimpin Aksi Penanggulangan Zoonosis Global

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit zoonosis secara global dengan menyelenggarakan Pertemuan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis,…

Bersama Hadapi Ancaman Keamanan Kesehatan

Perubahan iklim dan peningkatan resistensi anti-mikroba telah mendorong peningkatan munculnya new-emerging diseases dan re-emerging diseases yang berpotensi pandemik dengan karakteristik…

Mengatasi Diabetes Akut dengan Diet Vegan

Tiga tahun lalu, Khaled Al-Suwaidi (35) mendapat kabar buruk yang mengubah gaya hidupnya secara drastis. Dia didiagnosis menderita penyakit kronis…