Taiwan akan Jadikan Indonesia Basis Produksi di Asia

NERACA

Jakarta - Pemerintah New Taipei City bekerjasama dengan Taiwan External Trade and Development Council di bawah pengawasan dari Bureau of Foreign Trade (BOFT) of the Ministry of Economic Affairs (MOEA) of Taiwan, menyelenggarakan acara 2018 New Taipei City Trade Mission to Indonesia, Australia & New Zealand yang diikuti oleh 24 perusahaan Taiwan.

Menurut Deputy Mayor of New Taipei City Goverment, Huey-Ching Yeh misi dagang yang diselenggarakan ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan teknologi dan industri antara Indonesia - Taiwan, sekaligus mencapai win-win solution yang akan menguntungkan bagi kedua negara. “Kami berharap dapat bekerjasama dalam bidang teknologi yang saling menguntungkan satu sama lain, serta meningkatkan pertumbuhan industri dan ekonomi kedua belah pihak. Untuk itu, kami ingin mengalihkan perusahaan dan pabrik dari Cina ke Asia Tenggara, yaitu Indonesia,” ujar Huey, seperti dikutip dalam keterangannya, kemarin.

Huey melanjutkan, Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi besar dan juga sumber daya berlimpah. Oleh karena itu, Taiwan sangat serius untuk menjajaki pasar Indonesia. Buktinya, dalam waktu dekat mereka akan mengunjungi Kawasan Industri Jababeka guna mempelajari pola industri tanah air serta lebih memahami lokasi pembangunan pabrik di Indonesia, termasuk situasi investasi, tantangan dan rintangan, maupun hukum serta regulasi yang akan dihadapi dalam investasi pembangunan pabrik.

Saat ini, Taiwan hampir memiliki semua lini industri, seperti instalasi kamar mandi, suku cadang mobil, produk elektronik, energi ramah lingkungan, perlengkapan pintu otomatis, barang kebutuhan sehari-hari, produk listrik dan lain-lain.

Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, mengatakan pemerintah Indonesia akan mendorong kolaborasi ini dengan mendukung Taiwan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka. “Seperti yang kita lihat, jika mereka hanya bertahan di Taiwan, market mereka sedikit dan juga mereka harus keluar. Jika mereka berada di Indonesia, mereka berada di ASEAN, itu adalah suatu pasar yang besar, dan yang terpenting bagi kita adalah menciptakan lapangan kerja,” ungkapnya.

Selain itu, Taiwan berkesempatan mendapatkan insentif pajak dari pemerintah jika membangun pusat pelatihan atau Research & Development di Indonesia. “Intinya, dengan metode insentif, bukan pemerintah yang berinvestasi, tapi pemerintah memfasilitasi supaya inisiatif swasta ini dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi,” lanjutnya.

Kerjasama Indonesia – Taiwan sebenarnya telah dilakukan sejak 40 tahun lalu, tetapi selalu mengalami pasang surut. Sekarang ini, kerjasama kedua negara kembali menguat dengan adanya kolaborasi industri ini. Indonesia dirasa tempat yang cocok untuk mengembangkan industri mereka karena merupakan lokasi yang strategis dan juga kompetitif. “Mereka punya teknologi, kita punya potensi, dan kita tidak ingin hanya menjadi pengguna namun juga melakukan alih teknologi,” kata Soegiharto Santoso, Chairman of Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (Aptiknas) & Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo).

BERITA TERKAIT

Laju Industri Sepeda Motor di Indonesia Kian ‘Ngacir’

Indonesia tidak hanya sebagai negara ketiga terbesar di dunia setelah China dan India untuk potensi pasar sepeda motor, tetapi juga…

Indonesia Pimpin Aksi Penanggulangan Zoonosis Global

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit zoonosis secara global dengan menyelenggarakan Pertemuan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis,…

Honor 8X Resmi Hadir di Pasaran Indonesia

Honor resmi membawa smartphone terbarunya, ikut serta meramaikan pasar ponsel  Indonesia, yaitu  Honor 8X. Presiden Honor Indonesia, James Yang, mengatakan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Jagung Datang Peternak Ayam Merasa Senang

  NERACA   Malang - Peternak ayam mandiri di Wilayah Malang, Jawa Timur merasa senang dan berterima kasih atas bantuan…

Program B20 Mampu Tekan Impor Solar 4.000 kl/hari

      NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Pasokan Pangan jadi Kunci Keberhasilan Jaga Inflasi

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus melakukan upaya-upaya menjaga angka inflasi agar sesuai target.…