Properti Booming, Prima Buana Kian Dominasi Bisnis Pengelolaan Gedung

Senin, 27/02/2012

NERACA

Jakarta – Booming industri properti membuat pangsa pasar bisnis pengelolaan gedung atau property management meningkat tajam. Saat ini, bisnis property mangement kian didominasi PT Prima Buana Internusa, salah satu anak usaha Agung Podomoro Group, yang mengelola 28 gedung bertingkat jenis residensial dan real estate.

“Semula PBI hanya menangani properti milik Agung Podomoro Group, namun kini juga dipercaya pengembang lain untuk menangani property management proyek-proyek mereka. Total unit yang kami kelola sudah sekitar 50.000 unit di 30 lokasi, dengan salable area sekitar 2,9 juta meter persegi,” kata Bambang Setiobudi, Direktur PT Prima Buana Internusa (PBI) di sela-sela acara Peringatan HUT Ke-6 PT PBI, Minggu (26/2).

Menurut Bambang, dalam tahun 2012 ini, PBI akan menambah properti komersial yang akan dikelola sebanyak 4-5 proyek, dengan total unit mencapai sekitar 6500 unit. “Bisnis ini memang tidak ada matinya,” ungkap Bambang.

Bambang menyebut, PBI kini memiliki lebih dari 4.000 karyawan. Sebagai perusahaan property management, PBI memiliki reputasi yang baik dalam merawat dan mengelola gedung (apartemen) di tengah kota. “Kami fokus pada pelayanan manajemen reliable & qualified commercial, residential dan strata title properties,” jelasnya.

Pertumbuhan pembangunan properti strata title, imbuh Bambang, terutama apartemen dalam satu dasawarsa terakhir ini jelas membutuhkan perusahaan pengelola gedung andal. Karena setiap gedung yang dibangun mesti ada yang mengelola, merawat, dan memperbaiki, agar gedung tersebut tidak kumuh dan mengakibatkan nilainya jatuh.

Bambang bercerita, PBI dibentuk berangkat dari visi misi dari Chairman Agung Podomoro Group, Bapak Trihatma Kusuma Haliman. “Beliau menghendaki semua bangunan high rise building yang dibangun oleh APG dapat terjaga, terpelihara, bahkan kalau bisa lebih baik seperti saat pertama dibangun, minimal 5 tahun,” kata Bambang.

Kemudian oleh para direksi menterjemahkannya dengan membentuk satu badan usaha pengelolaan gedung (property management), maka dibuatlah PT PBI. “Biasanya, pengelolaan gedung apartemen itu ditangani oleh pengembang minimal 2 tahun setelah serah terima fisik ke konsumen dan setelah masa garansi bangunan dari kontraktor habis. Lantas bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya?” papar Bambang.

Nah, pada tahun berikutnya, pengelolaan gedung ini diserahkan kepada PPRS (Perhimpunan Penghuni Rumah Susun). Kalau PPRS mengelola sendiri, maka badan usahanya itu tidak perlu berbadan hukum. Tetapi kalau PPRS tidak sanggup, maka PPRS bisa menunjuk satu perusahaan property management profesional dan berbadan hukum.

“Peluang inilah yang dilihat oleh direksi APG, sehingga dirasakan perlu membentuk perusahaan property management yang berbadan hukum. Karena tidak mungkin pengelolaan itu terus dipegang developer. Dan ini sekaligus untuk meneruskan misi dari Pak Trihatma,” tandas Bambang Setiobudi.

Kemajuan PT PBI

Menyinggung perkembangan yang telah dicapai PT PBI selama ini, Bambang menuturkan, sejak 2006 hingga saat ini, ada 11 site yang dikelola PT PBI sudah mendapat sertifikat ISO (International Standard Organization) 9001:2008, dan ISO tersebut sudah beberapa kali perpanjangan. Ini sebagai bukti bahwa PT PBI sangat konsen terhadap kepuasan pelanggan.

Pada September 2008, untuk menjawab persoalan kurangnya sumber daya manusia di bidang property management yang siap pakai, maka bersama rekanan, PT PBI kemudian mendirikan training center yang dinamakan ICLC (Inner City Learning Center). Sampai hari ini, ICLC sudah men-training sebanyak 2.912 orang. Dan di awal 2009 PT PBI menerbitkan media property management, yaitu Bulletin Inner City, sebagai literatur sekaligus wadah pengembangan pengetahuan property management.

Pertengahan tahun 2010, PT PBI membentuk divisi secondary market yang bertugas membantu menyewakan fasum-fasum (fasilitas umum) baik milik developer, ataupun milik PPRS yang merupakan bagian bersama.

“Hasilnya cukup membanggakan, divisi ini telah menyewakan sekitar 16.500 m2 area fasum, plus lebih dari 200 unit apartemen. Di samping itu, kami juga sudah mendapat-kan penyewa dari BTS (Base Transceiver Station) yang nilai sewa sekitar Rp. 45 miliar. Itu kita berikan kepada yang berhak, PPRS,” ujar Bambang.

Kemudian akhir 2010, PT PBI membidani satu proyek bernuansa sosial dan lingkungan, yakni pembangunan area pengelolaan sampah hijau yang dijadikan kompos ramah lingkungan. Proyek yang dinamakan Podomoro City Green Waste ini bekerjasama dengan rekanan dan para pemulung.

“Para pemulung mendapatkan pendapatan dari penjualan barang-barang anorganic yang dapat didaur ulang. Sisanya sampah organic kita 'sulap' cacah menjadi kompos yang akan menyuburkan tanaman-tanaman di seluruh site yang dikelola oleh PT PBI,” ucapnya.

Bidang IT (Information Technology), tim PBI telah meng-create beberapa program billing system yang menggabungkan produk-produk dari bank utama dengan SMS billing. Kemudian mobile application untuk check list unit-unit, e-procurement, terakhir adalah pengembangan media community channel.

Satu pekerjaan besar dalam waktu dekat ini akan diaktualisasikan adalah penyatuan pengelolaan 6 site yang ada di kawasan Podomoro City dalam “satu atap”. Dengan penyatuan pengelolaan tersebut diharapkan pelayanan lebih efektif dan efisien.

“Pengembangan-pengembangan layanan ini kami lakukan tidak lain untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penghuni dan tenant kami. Hal ini terjadi karena kerja keras dan kerja cerdas dari semua karyawan PT PBI dan para rekanan yang selama ini membantu, sehingga menghasilkan integrated property services yang berbasis win win collaboration,” jelas Bambang.

Dalam rangka menyambut ulang tahunnya yang Ke-6, PBI memperbaharui logo perusahaan dengan INNER CITY MANAGEMENT untuk meng-upgradekomitmennya dan terus membuat inovasiintegrated propertyyang berbasiswin-win collaborationdengan beberapa spesialis yang memang ahli di bidangnya. Transformasi logo ini juga, bertujuan untuk memperkuat identitas brand dan penyegaran corporate image PT PBI.