Terregra Asia Siapkan Capex US$ 1 Miliar - Bangun Pembangkit Lisrik 500 MW

NERACA

Jakarta – Danai pembangunan pembangkit litrik dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) atau renewable energy dengan kapasitas 500 megawatt (MW) hingga 2023, PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) membutuhkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga US$ 1 miliar.

Managing Director PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA), Lasman Citra dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, pendanaan capex akan dipenuhi dalam bentuk pinjaman sebesar 70%, sisanya 30% dari kas internal. "Untuk memenuhi kebutuhan investasi US$ 1 miliar, kami butuh tambahan ekuitas US$ 200 juta - US$ 300 juta," ujarnya.

Sementara untuk kebutuhan investasi tahun ini Terregra Asia Energy sudah mendapatkan persetujuan pemegang saham mencari pendanaan eksternal hingga Rp 500 miliar. TGRA sendiri sudah melakukan pembicaraan dengan sejumlah bank asing yang concern terhadap pengembangan renewable energy.

Dia mengungkapkan, perusahaan juga berencana melakukan penerbitan saham baru (right issue) pada tahun depan. Sejauh ini, Terregra masih mengandalkan modal sendiri termasuk dana hasil initial public offering (IPO) yang digelar pada Mei 2017 lalu. Saat itu, perusahaan meraih dana segar Rp 110 miliar atas penjualan 20 persen saham di lantai bursa.

Khusus bisnis solar power, dijelaskan Lasman, perseroan fokus di Indonesia Timur dalam bentuk proyek rooftop. Skema bisnis ini business to business, dimana perangkat dipasang langsung ke user seperti hotel, vila maupun perkantoran. Tarif yang dibebankan tergantung jumlah pemakaian konsumen. Adapun bisnis rooftop peusahaan dioperasikan oleh anak usaha bernama PT Ananta Surya Kencana (ASK).

Hingga akhir 2018 menurut Lasman, ASK akan memasang rooftop dengan kapasitas 2-3 MW. Sementara sekitar 15 lokasi sedang dalam tahap negoisasi pemasangan rooftop. "Semuanya fokus di Indonesia Timur karena pertimbangan tingkat radiasi matahari yang berbeda hingga 30 persen dibanding bagian Barat Indonesia," kata dia.

Pengembangan EBT dari sumber daya solar power dilakukan Terregra hingga Australia Selatan. Ada lima proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikembangkan dengan kapasitas masing-masing 5 MW. Untuk setiap proyek, perseroan menggelontorkan investasi sebesar 1,7 juta dolar Australila dan masuk tahap development approval. Lasman mengatakan, izin pengembangan PLTS di Australia relatif tak rumit karena hanya butuh dua izin. Sementara proses konstruksi engineering hanya butuh waktu 6 bulan. "Kondisi ini berbeda dengan di Indonesia yang butuh hingga 30 perizinan,"ungkapnya.

Lasman meyakini, hingga akhir 2018 penjualan perusahaan akan tumbuh sebesar 150%-200%. Target itu menurutnya merupakan lanjutan dari capaian kinerja 2017 dimana pendapatan perseroan tercatat melonjak 243,79% year-on-year (yoy) menjadi Rp 37,92 miliar. Sementara laba bersih Rp 857,94 juta atau naik 452,26% yoy pada 2017.

BERITA TERKAIT

Wings Peduli Kasih Bangun Perpustakaan di Sumba Timur - Tingkatkan Kualitas Pendidikan Masyarakat

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pada dunia pendidikan dan kepedulian untuk mencerdaskang bangsa, Yayasan Wings Peduli Kasih (YWPK) yang…

PTPN V Kucurkan Rp 1,6 Miliar Peningkatan Pendidikan

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V mengucurkan anggaran sebesar Rp1,6 miliar melalui program hibah dana bina lingkungan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan…

Sinarmas AM Targetkan Dana Kelola Rp 500 Miliar - Terbitkan Produk ETF Pertama

NERACA Jakarta – Ramaikan produk Exchanged Traded Fund (ETF) di pasar modal, PT Sinarmas Asset Management menerbitkan reksa dana indeks…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perkuat Bisnis Digital - Astra Hadirkan Tiga Platform Digital

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Astra Internasional Tbk (ASII) mengembangkan bisnis digital diwujudkan dengan mendirikan usaha dibidang fintech. Memanfaatkan pertumbuhan…

Antam Mulai Operasikan Pabrik di Tayan

Memanfaatkan sisa di akhir tahun 2018, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam terus mengoptimalkan produksi dan menggenjot penjualan…

Lepas 22,57% Saham Ke Publik - Darmi Bersaudara Bidik Dana IPO Rp 22 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public…