Provident Agro Bagi Dividen Rp 260 Miliar

NERACA

Jakarta - Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Provident Agro Tbk (PALM) menyetujui usulan manajemen untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp260 miliar atau Rp36,5 per lembar saham. Adapun dividen tunai yang dibagikan pada tahun ini diambil dari saldo laba perseroan per 31 Desember 2017 yang sebesar Rp 267,46 miliar. Dividen tunai tersebut nantinya akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Presiden Direktur Provident Agro, Tri Boewono mengatakan, pembagian dividen tunai kali ini menunjukkan komitmen perseroan untuk memberikan manfaat terbaik kepada para pemegang saham.”Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak yang mendukung Perseroan sehingga kami dapat meneruskan komitmen kami untuk membagikan dividen kepada pemegang saham,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2017, PALM mencatat pendapatan sebesar Rp 760 miliar dan laba tahun berjalan Rp 68,22miliar. Marjin laba bruto sebesar 33,27% pada tahun 2017. RUPSLB juga menyetujui rencana untuk menggunakan sebagian saldo laba Perseroan per 31 Desember 2017 sekitar Rp 1 miliar sebagai cadangan wajib Perseroan.

Direktur & Corporate Secretary Provident Agro, Devin Antonio Ridwan menyampaikan, untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada pemegang saham, perseroan akan tetap menjaga pertumbuhan bisnis yang positif dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki termasuk memperluas usaha di sumber daya alam.”Perluasan bisnis PALM sebagai bagian dari strategi perseroan untuk mengoptimalkan setiap peluang bisnis yang bermunculan. Kami percaya, strategi bisnis ini akan memberikan nilai tambah bagi para stakeholdersnya, termasuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial,” ujar Devin.

Tercatat di semester pertama 2018, PALM membukukan penurunan pendapatan 19,84% menjadi Rp 306,69 miliar dari Rp 382,59 miliar pada periode yang sama di tahun lalu. Selain itu, beban pokok penjualan PALM pun turun menjadi Rp 227,29 miliar dari Rp 250,77 miliar pada periode yang sama di tahun lalu. Meskipun demikian, PALM tetap membukukan penurunan laba bersih secara drastis menjadi Rp 878,96 juta pada enam bulan pertama tahun ini dari Rp 80,02 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.Jumlah aset pun turun menjadi Rp 2,43 triliun dari Rp 2,88 triliun pada akhir tahun 2017.

Kata Devin Antonio, kinerja per semester I 2018 ini dipengaruhi oleh kondisi industri dan pasar CPO yang sedang tidak mendukung seperti harga CPO yang turun seiring permintaan dunia yang berkurang. "Provident Agro akan tetap fokus untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas kebun dan mengoptimalkan setiap peluang bisnis baru. Dengan strategi bisnis yang terukur dan cermat, kami yakin bisnis Provident akan terus bertumbuh secara optimal,” tutur Devin.

Devin juga bilang untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada pemegang saham, pihaknya akan tetap menjaga pertumbuhan bisnis yang positif dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki termasuk memperluas usaha di sumber daya alam.

BERITA TERKAIT

Dekonsolidasi Positif Bagi Meikarta dan LPCK

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Lippo Cikarang Tbk mendekonsolidasi PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang proyek mega properti Meikarta…

NPI Januari-Oktober Defisit US$5,51 Miliar - INDEF MINTA PEMERINTAH WASPADAI HARGA PANGAN

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Oktober 2018 masih defisit US$1,82 miliar secara bulanan (mtm) dan…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…