RI Tingkatkan Konektivitas Dengan Afrika Lewat Ethiopia

NERACA

Jakarta – Pemerintah RI berupaya meningkatkan konektivitas Indonesia dengan negara-negara di Afrika melalui Ethiopia, seiring dengan dibukanya rute penerbangan langsung Jakarta-Addis Ababa oleh Ethiopian Airlines.

Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M. Fachir bersama dengan delegasi PT Wijaya Karya (Wika) dan Indonesia Eximbank telah melakukan pertemuan dengan CEO Ethiopia Airlines, Tewolde Gebremariam, beserta jajaran manajemen Ethiopian Airlines pada Rabu (8/9), di Addis Ababa, Ethiopia.

Siaran pers Direktorat Afrika Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, disalin dari Antara, menyebutkan, dalam pertemuan itu dibahas sejumlah upaya konkret untuk meningkatkan kerja sama dengan Ethiopia dan Afrika dengan memanfaatkan Ethiopian Airlines yang telah membuka rute penerbangan ke Jakarta.

Wamenlu RI menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah promosi melalui pamflet dan video singkat mengenai potensi dan pariwisata Indonesia di dalam layanan hiburan saat penerbangan (in-flight entertainment) di pesawat-pesawat Ethiopian Airlines, terutama untuk rute menuju Jakarta.

Selain itu, Wamenlu Fachir juga menyampaikan keinginan Indonesia untuk menjajaki pemanfaatan kargo Ethiopian Airlines untuk mengangkut komoditi ekspor Indonesia ke negara itu untuk selanjutnya didistribusikan ke seluruh negara Afrika.

CEO Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, mengatakan maskapainya siap menjadi mitra Indonesia, baik untuk mempromosikan barang-barang Indonesia ke Afrika, maupun membantu promosi pariwisata Indonesia.

Ia juga mengajak Indonesia berpartisipasi dalam pembangunan sejumlah infrastruktur terkait penerbangan, seperti bandara, hanggar dan fasilitas lainnya di Ethiopia dan negara-negara Afrika lainnya.

Selain itu, Ethiopian Airlines juga berminat membeli pesawat produksi Indonesia untuk penerbangan domestik, serta membangun fasilitas perakitan pesawat di Ethiopia untuk menjadi pusat distribusi ke negara Afrika lainnya.

Ethiopian Airlines merupakan maskapai nasional Ethiopia yang didirikan sejak 1945 dan dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah Ethiopia. Ethiopian Airlines telah menjadi salah satu maskapai terbesar di Afrika dengan lebih dari 115 tujuan internasional.

A.M. Fachir mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Ethiopia dalam upaya membidik pasar di Ethiopia dan Afrika bagi produk-produk Indonesia. "Indonesia melihat Ethiopia sebagai pasar dan juga hub yang sangat penting bagi penetrasi produk dan jasa Indonesia ke Afrika," kata Wamenlu A.M. Fachir.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamenlu RI saat bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Ethiopia, Aklilu Hailemechael di Kantor Kementerian Luar Negeri Ethiopia di Addis Ababa. Dalam pertemuan tersebut, Wamenlu RI didampingi Dubes RI untuk Ethiopia, Direktur Afrika Kemenlu, serta membawa perwakilan dari BUMN, PT. WIKA dan Indonesia Eximbank.

Untuk mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan, Wamenlu RI mengusulkan pembentukan penelitian bersama mekanisme kerja sama perdagangan, ekonomi, investasi dan menjajaki pembahasan awal mengenai "counter purchase".

Penelitian bersama diperlukan karena saat ini telah terdapat lima perusahaan Indonesia yang berinvestasi dan beroperasi di Ethiopia, yakni: PT. Indofood, PT. Sinar Antjol, PT. Bukit Perak, Busana Apparel Group, dan PT. Sumber Bintang Rejeki.

Selain itu, penelitian bersama juga perlu melibatkan pihak Indonesia Eximbank guna dapat menyusun mekanisme transaksi perdagangan kedua negara, mengingat terdapat hambatan terbatasnya mata uang keras (hard currency) di Ethiopia.

Wamenlu RI juga mengusulkan skema perdagangan yang dapat memanfaatkan fasilitas kargo maskapai penerbangan Ethiopian Airlines, yang baru-baru ini membuka jalur penerbangan langsung Jakarta-Addis Ababa.

Gagasan tersebut disambut baik Wamenlu Ethiopia, dan kedua pihak menyepakati bahwa pembahasan awal penelitian bersama akan dimulai pada Oktober 2018 dengan memanfaatkan kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 dan melibatkan partisipasi pengusaha Ethiopia ke Indonesia.

Indonesia merupakan mitra dagang Ethiopia terbesar di kawasan ASEAN, dengan nilai perdagangan bilateral sebesar 293,37 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada 2017. Ethiopia merupakan negara dengan pasar domestik yang luas, dengan jumlah penduduk terbesar ke-2 di Afrika Sub-Sahara, yakni mencapai 102 juta jiwa, dan memiliki pertumbuhan ekonomi paling pesat di dunia yang mendekati 10 persen pada 2017.

BERITA TERKAIT

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

Mengganti Terigu Impor dengan Produk Buatan Lokal - Teknologi Pangan

        NERACA   Bogor - Mie memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia, tanpa pandang usia. Sayangnya mie…

Bank SulutGo Ekspansi Layanan Digital dengan Korpri

    NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (SulutGo) melakukan ekspansi layanan digital dengan Koperasi…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Internasional - Keseriusan China Buka Produk Impor Peluang Ekspor Indonesia

NERACA Jakarta – Indonesia baru saja mengakhiri keikutsertaan pameran dagang importir terbesar di dunia "The 1st China International Import Expo"…

Indonesia Dorong Penyelesaian Kerangka Kerja Sama RCEP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendorong penyelesaian tiga bab kerangka kerja sama dalam perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic…

Anggota ASEAN Sepakati Kerangka Kerja Sama E-Commerce

NERACA Jakarta – Negara-negara anggota ASEAN menyepakati kerangka kerja sama perdagangan tentang sistem elektronik (e-commerce) untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.…