Koperasi Kelas RW Diusulkan Rp600 Juta

NERACA

Kudus---Pembentukan koperasi tingkat rukun warga (RW) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dianggarkan Rp600 juta sebagai dana stimulus untuk pengelolaan lembaga tersebut. “Dengan anggaran sebesar itu rencananya setiap koperasi yang sudah memenuhi persyaratan akan mendapatkan bantuan dana stimulus sebesar Rp5 juta ," kata Ketua Komisi B DPRD Kudus Masan di Kudus, Jumat.

Bupati Kudus Musthofa menjelaskan, pengajuan dana untuk mendukung pembentukan koperasi tingkat RW tersebut harus melalui proposal kegiatan. Untuk mendapatkan dana stimulus tersebut, katanya, badan hukum koperasi RW juga harus sudah terbentuk serta didukung anggota koperasi minimal 20 orang.

Pemberian dana stimulus tersebut, katanya, akan dilakukan secara selektif, melalui sejumlah tahapan di antaranya pengajuan proposal kepada bupati melalui kecamatan dengan rekomendasi Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Kudus. Pemkab Kudus bekerja sama dengan lembaga perbankan di daerah itu untuk penyaluran dana tersebut.

Mustofa mengharapkan, koperasi tingkat RW tersebut menjadi pilar ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kudus. Rencananya, tingkat kesehatan pengelolaan koperasi RW tersebut diusulkan sesuai standar lembaga perbankan. "Pengawasan juga akan dilakukan, termasuk evaluasi setiap periode tertentu guna memastikan perkembangan koperasi tingkat RW tersebut," ujarnya.

Pembentukan koperasi tingkat RW pada awalnya diusulkan anggaran sebesar Rp3,58 miliar. Dana itu untuk pembentukan 702 koperasi tingkat RW di Kabupaten Kudus. Secara administratif, Kabupaten Kudus terdiri atas sembilan kecamatan, 123 desa dan sembilan kelurahan, 702 RW serta 3.666 rukun tetangga.

Kecamatan Kota Kudus merupakan kecamatan dengan jumlah desa dan kelurahan terbanyak yaitu 25 desa dan kelurahan, sedangkan Kecamatan Bae merupakan dengan jumlah desa paling sedikit yakni sebanyak 10 desa.

Menurut Mustofa, perekonomian masyarakat bisa berkembang dan maju sehingga kehidupan mereka makin sejahtera melalui koperasi tingkat RW itu. Pengelola koperasi, katanya, harus menerapkan aspek kehati-hatian dalam memberikan bantuan permodalan. Mereka harus memprioritaskan penyaluran kepada orang yang benar-benar dikenal guna meminimalisasi kredit macet. **cahyo

BERITA TERKAIT

KELAS BERGERAK

Direktur PT Blue Bird Tbk Sigit Priawan Djokosoetono (tengah) bersama Presiden Direktur English First (EF) Lars Berg (kanan) dan Direktur…

Kisel-Koperasi Astra-Forkom KBI Kerjasama Bisnis Aplikasi Digital

Kisel-Koperasi Astra-Forkom KBI Kerjasama Bisnis Aplikasi Digital NERACA Purwokerto - Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel), Koperasi Astra Internasional dan Forum Koperasi…

Koperasi Indonesia Diyakini Adaptif dengan Era Industri 4.0

Koperasi Indonesia Diyakini Adaptif dengan Era Industri 4.0 NERACA Purwokerto - Koperasi dituntut harus mampu beradaptasi dengan era industri 4.0.…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Investasi Obligasi untuk Kemandirian Finansial

  NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan peluncuran Savings Bond Ritel…

Akulaku Salurkan Pinjaman Rp1,5 Triliun Perbulan

    NERACA   Jakarta – Director of Corporate Affairs and Public Relations Akulaku Indonesia Anggie Setia Ariningsih mengatakan bahwa…

BCA Resmikan Kantor Cabang di Pontianak

    NERACA   Pontianak - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meresmikan Kantor Cabang Utama (KCU) Kubu Raya dalam…