NFC Indonesia Kuasai 99% Saham DCE - Perkuat Bisnis Periklanan Digital

NERACA

Jakarta – Geliat pertumbuhan bisnis digital, memacu PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) melalui anak usahanya PT Digital marketing Solution memperkuat lini digital melalui penyertaan investasi pada perusahaan sektor periklanan digital, PT Digital Consumer Engagement (DCE). “Saat ini total kepemilikan saham PT Digital Marketing Solution pada PT Digital Consumer Engagement adalah sebesar 99%. Hubungan transaksinya adalah tidak terafiliasi,”kata Direktur Utama NFC Indonesia, Abraham Theofilus dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menempuh penyertaan investasi pada DCE dengan nilai transaksi sebesar Rp198 juta. Adapun, DCE merupakan perusahaan yang juga bergerak pada bisnis yang sama dengan DMS. Abraham menyampaikan, tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan. Dengan adanya penyertaan investasi tersebut, kegiatan usaha utama DMS sebagai perusahaan periklanan digital akan lebih kuat.

Adapun, NFC Indonesia sebelumnya menggelontorkan dana sebesar Rp9,864 miliar untuk menguasai 30% saham DMS, perusahaan pionir dalam bidang bidang teknologi periklanan berbasiscloud.Pada saat yang sama, induk usaha NFCX yaitu PT M Cash Integrasi Tbk juga mengambil porsi 5% kepemilikan saham pada DMS.

Abraham menyampaikan DMS akan membantu NFC Indonesia untuk memperluas cakupan khalayak target iklan, sedangkan DMS akan memanfaatkan teknologidigitalexchangemilik NFCX.“DMS juga akan membantu NFC Indonesia untuk memperkaya platform penawaran untuk pemilik produk. akan lebih banyak sinergi yang kan kami lakukan di masa yang akan datang,” jelas Abraham.

Sebagai informasi, sukses mencatatkan saham perdana di pasar modal, NFC Indonesia membuka peluang untuk melakukan akusisi perusahaan guna melakukan ekspansi. Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan sejumlah produk baru. NFC Indonesia merupakan anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk.

Direktur M Cash Integrasi, Suryandy Jahja menyampaikan, IPO NFC Indonesia merupakan langkah awal dari ekspansi bisnis exchange digital hub perusahaan tersebut. Dengan megusung konsep sharing revenue, NFCX membuka opsi kerja sama dengan berbagai pihak,”Dengan memiliki dana IPO dan memiliki net cash lebih dari Rp300 miliar, kami tidak menutup kemungkinan untuk pengembangan-pengembangan. Ke depan mungkin ada perusahaan-perusahaan juga yang akan kami akuisisi, selama in line dengan bisnis NFCX,”ujarnya.

Jahja menyampaikan, perseroan saat ini sedang terlibat dalam pengembangan sejumlah produk sehingga ada opsi untuk takeover perusahaan lain. Kendati demikian, perseroan enggan merincikan perusahaan yang nantinya akan diakuisisi NFCX. Saat ini perseroan memang tengah mengelola dua lini bisnis yaitu bursa pulsa dan aplikasi TV streaming dengan brand Oona.

Produk bursa pulsa berbentuk seperti bursa saham, di mana perusahaan dapat mengumpulkan pemasukan dari fee aktivitas perdagangan. Dimana langkah awal, NFCX akan bekerja sama dengan industri komunikasi, seperti dengan Telkomsel dan XL Axiata dan juga Indosat. Di awal tahun, perseroan telah meluncurkan bursa pulsa sejak awal 2018, namun baru diluncurkan pertengahan Juni lalu. Adapun, aplikasi streaming Oona akan diresmikan perusahaan pada semester II/2018.

BERITA TERKAIT

Perlu Aturan Uang Digital

Di tengah makin maraknya peredaran uang digital, hingga saat ini baik Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlihat…

BPOM: UU POM Akan Perkuat Penindakan Produk Ilegal

BPOM: UU POM Akan Perkuat Penindakan Produk Ilegal NERACA Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito…

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Lagi, Aperni Jual Kapal Tidak Produkif

Dinilai sudah tidak lagi produktif, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) resmi mendivestasi aset perusahaan berupa kapal, yaitu kapal…

Rig Tender dan Petrus Sepakat Berdamai

Perkara hukum antara PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dengan PT Petrus Indonesia akhirnya menemui kata sepakat untuk berdamai. Dimana…