Penjaminan Kredit Jamkrindo Tumbuh 22,57%

NERACA

Jakarta - Perum Jamkrindo mencatatkan volume penjaminan kredit sebesar Rp86,30 triliun sepanjang semester pertama 2018 atau tumbuh 22,57 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2017. "Pada semester I-2018, volume penjaminan kami tercatat Rp86,30 triliun atau tumbuh 22,57 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," kata Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto dalam siaran pers di Jakarta, Senin (13/8).

Pada 2018, perusahaan itu menargetkan volume penjaminan sebesar Rp156,8 triliun. Ada pun sepanjang tahun 2008 sampai 2017, perusahaan telah mencatatkan volume penjaminan kredit lebih dari Rp200 trilliun. Dalam rangka memperingati Hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Nasional yang jatuh pada 12 Agustus, Randi mengatakan pihaknya berperan dalam membantu UMKM naik kelas atau tumbuh dengan skala yang lebih besar.

Sebagai perusahaan yang diberi mandat khusus oleh pemerintah untuk melakukan penjaminan bagi UMKM dan koperasi (UMKMK), Jamkrindo telah lama menjadi tonggak pemberdaya UMKMK. Tidak hanya memberikan jaminan kredit, perusahaan pelat merah itu juga terus berinovasi dengan melakukan pemeringkatan terhadap UMKM dan juga memberikan pendampingan kepada para UMKM. "Sudah menjadi tanggung jawab dan fokus kami untuk memajukan UMKM dan koperasi," katanya.

Untuk itu, setiap tahunnya Perum Jamkrindo meningkatkan kapasitas penjaminan kreditnya. Jamkrindo telah memiliki beragam produk yang mendukung UMKM seperti penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR), penjaminan kredit mikro, penjaminan kredit umum, penjaminan kredit multiguna, penjaminan kredit distribusi barang dan penjaminan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Produk lainnya juga meliputi penjaminan kredit kendaraan bermotor, penjaminan "surety bond", penjaminan "custom bond", penjaminan bank garansi atau kontra garansi, penjaminan "supply chain financing", dan penjaminan "fintech lending". Di samping itu, Perum Jamkrindo juga mendapat amanat dari pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor I Tahun 2016 sebagai lembaga pelaksana penjaminan sistem resi gudang. "Kami terus berinovasi untuk memberikan memberikan pelayanan luas dan berkualitas," ujar Randi.

BERITA TERKAIT

Bank Kalteng Tingkatkan Kredit Produktif

    NERACA   Kalteng - PT Bank Kalimantan Tengah meningkatkan penyaluran kredit produktif untuk memacu kinerja perekonomian daerah sesuai…

Realisasi Penjaminan Jamkrindo Palembang Lampaui Target

Realisasi Penjaminan Jamkrindo Palembang Lampaui Target NERACA Palembang - Perusahaan Umum Jamkrindo Cabang Palembang mencatat realisasi penjaminan kredit hingga awal…

Tumbuh 10%, Industri Minuman Didorong Terapkan Standar Hijau - Manufaktur

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong sektor manufaktur di Indonesia untuk menerapkan konsep industri hijau. Upaya ini sejalan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

IBEX 2018 Bahas Revolusi Teknologi Perbankan

  NERACA   Jakarta - Topik mengenai pengaruh revolusi teknologi pada sektor perbankan terutama dengan hadirnya teknologi finansial (fintech) dalam…

Sistem QR Code Bank Mandiri akan Diluncurkan Awal 2019

    NERACA   Jakarta - Presiden Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Mandiri Pay sebagai sistem…

Sinarmas MSIG dan Bank Jatim Syariah Luncurkan Bancassurance

  NERACA   Surabaya - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur…