Menteri Susi: 10.000 Orang Berintegritas Indonesia Disegani

Menteri Susi: 10.000 Orang Berintegritas Indonesia Disegani

NERACA

Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan jika Indonesia mempunyai 10.000 orang-orang berintegritas di posisi-posisi penting negeri ini maka Indonesia akan lebih disegani."Saya bermimpi 10 tahun (lagi) akan terjadi," kata Menteri Susi dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin (13/8).

Menteri Kelautan dan Perikanan mengucapkan hal tersebut saat menghadiri acara "Undip Green Habit" yang digelar di Semarang, 12 Agustus. Menurut Susi Pudjiastuti, integritas sangat penting karena merupakan kehormatan bangsa yang bila dijunjung tinggi, maka Republik Indonesia akan dihormati dan dijaga.

Menteri Susi berpendapat bahwa hal yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah manusia-manusia yang penuh semangat dan keberanian, serta tidak bergeming atas ancaman maupun godaan yang datang. Ia berpesan agar generasi muda mempersiapkan diri dan belajar dengan penuh semangat untuk mendapatkan ilmu dan memperoleh gelar.

"Ilmu dan gelar ini dibutuhkan untuk menunjukkan kualitas agar bisa mengisi berbagai lini, baik struktural pemerintah, swasta, maupun menjadi entrepreneurship (pengusaha)," papar dia.

Sedangkan dalam rangka 73 tahun Indonesia merdeka, Menteri Susi juga mengingatkan agar generasi muda bahu membahu menjadikan laut masa depan bangsa. Menurut dia, Indonesia adalah negara agrikultur, di mana laut dapat dijadikan pusat pembangunan, karena 71 persen dari luas wilayah Indonesia adalah lautan.

Terakhir, tak lupa Menteri Susi mengajak seluruh masyarakat untuk ikut dalam semboyan 3M, yaitu Mencintai, Menjaga, dan Merawat laut melalui kegiatan bersih-bersih laut di seluruh perairan di Indonesia yang akan dilaksanakan serentak pada 19 Agusus.

Kemudian Menteri Susi mengajak berbagai kalangan masyarakat untuk mengikuti aksi nasional "Menghadap ke Laut pada 73 Titik" pada tanggal 19 Agustus 2018 untuk melakukan bersih-bersih di kawasan perairan nasional."Gerakan Pandu Laut Nusantara ingin mempersembahkan aksi nasional, yang sudah diidentifikasi ada sebanyak 73 titik, namun bukan berarti kawan-kawan lainnya tidak bisa melakukan di titik-titik lainnya," kata Menteri Susi.

Menteri Susi memaparkan bahwa gerakan tersebut dilakukan dengan menghadap laut guna menunjukkan cita-cita dan menunjukkan kepedulian terhadap kawasan perairan dengan cara memungut sampah terutama plastik dan benda lainnya yang tidak bisa didaur ulang oleh alam.

Menteri Kelautan dan Perikanan menuturkan bahwa aksi tersebut adalah juga untuk memperingatkan berbagai pihak mengenai bahayanya sampah plastik di lautan, dan Indonesia juga telah berkomitmen untuk mengurangi sebesar 70 persen sampah plastik di lautan pada tahun 2025 mendatang.

"Saya mengimbau kepada semua bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, anak-anak muda Indonesia yang menginginkan Indonesia menuju poros maritim dunia dan menjadikan laut masa depan bangsa bersama-sama Pandu Laut menghadap ke laut pada 19 Agustus 2018 jam 15.00 WIB di 73 titik dan di titik-titik lainnya seperti di sungai boleh, di danau pun juga boleh," papar dia. Ant

BERITA TERKAIT

Kawasan Industri Kendal Serap 50 Investor dan 5.000 Naker

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada Kawasan Industri Kendal (KIK) yang telah mampu menarik 50 investor dengan target…

KONDISI 2018 LEBIH BURUK DIBANDINGKAN SURPLUS 2017 - BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Defisit US$8,57 Miliar

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan Indonesia (NPI) mengalami defisit hingga US$8,57 miliar sepanjang Januari-Desember 2018. Angka defisit ini…

Indonesia Jadi Importir Gula Terbesar di Dunia

NERACA Jakarta – Apapun niat pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, namun bila dilakukan dengan kebijakan impor tentu saja menuai pro…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

BPOM Perketat Aturan Perdagangan Obat dan Kosmetik Daring

BPOM Perketat Aturan Perdagangan Obat dan Kosmetik Daring NERACA Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memperketat aturan…

Gerakan Koperasi Pertanyakan Dekopin Dalam RUU Perkoperasian

Gerakan Koperasi Pertanyakan Dekopin Dalam RUU Perkoperasian NERACA Jakarta - Sejak Mahkamah Konstitusi (MK) menganulir UU Nomor 17 Tahun 2012,…

KPK Soroti Empat Hal Terkait Tata Kelola e-Katalog Alkes

KPK Soroti Empat Hal Terkait Tata Kelola e-Katalog Alkes NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti empat hal terkait…