Pasar Bereaksi Positif pada Capres-Cawapres

Oleh: Ahmad Wijaya

Pengumuman dua pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Kamis (9/8) sudah ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar yang selama ini masih bersikap "wait and see".Pasar setelah mengetahui siapa-siapa saja calon presiden dan calon wakil presiden akhirnya memberikan reaksi positif terhadap masing-masing nama yang dicalonkan.

Calon presiden petahana Joko Widodo mengumumkan pencapresannya pada Pilpres 2019 pada Kamis (9/8). Jokowi akan didampingi oleh Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden.

Jokowi diusung oleh sembilan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja yaitu PDI Perjuangan, Nasdem, Golkar, Hanura, PPP, PKB, PKPI, Perindo, dan PSI.Sementara itu, Prabowo Subianto pada Kamis malam juga mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang didampingi oleh Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden. Prabowo-Sandi diusung oleh Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat, juga Partai Berkarya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pengumuman calon presiden-calon wakil presiden bisa memberikan kepastian kepada pelaku usaha untuk berinvestasi atau menanamkan modal.Bagi Darmin sekarang sudah jelas dan semestinya sikap "wait and see" para pelaku pasar dan investor akan lebih berkurang.

Darmin menyakini pengumuman calon presiden-calon wakil presiden ini tidak terlalu mengejutkan investor karena sudah diperkirakan sehingga tidak ada lagi hal yang perlu dikhawatirkan."Saya kira orang percaya saja, tidak ada yang aneh kan? Kalau ada yang aneh, orang mulai ambil langkah-langkah yang tidak positif," ujarnya.

Darmin optimistis pelaku usaha akan kembali berinvestasi, meski saat ini merupakan tahun politik, karena pemerintah sudah berupaya memperbaiki iklim berusaha melalui sistem pelayanan terpadu (OSS).

Sistem OSS ini bertujuan untuk mengundang investasi, terutama yang berbasis ekspor atau subtitusi impor, yang dalam jangka panjang bermanfaat untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan.Fungsi OSS memang bertujuan mendorong ekspor, ketika dirumuskan bersama-sama dengan fasilitas perpajakan seperti "tax holiday, 'tax allowance, mini tax holiday dan super deduction".

Melalui berbagai kemudahan ini, Darmin mengharapkan kinerja investor kembali menguat pada semester II-2018 agar bisa memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.Pemerintah tetap optimistis akan kembali ke angka tujuh persen, walau 70 persen permohonan di sistem OSS adalah merupakan penanaman modal dalam negeri.

Senada dengan Darmin, pengamat pasar modal Rudy Utomo menilai bahwa respon investor terhadap nama-nama calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019 cukup positif bagi industri pasar modal."Pasangan Jokowi yakni Ma`ruf Amin, sementara Prabowo dengan Sandiaga Uno cukup dikenal di industri pasar modal, jadi pasar responnya relatif positif," ujar Rudi Utomo yang juga Direktur Utama Evergreen Sekuritas.

Dalam pandangannya pada 2011 lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa mengenai jual beli saham di pasar modal, tertulis dalam Fatwa DSN Nomor 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah Dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.

Ma`ruf Amin merupakan salah satu yang merumuskan fatwa itu. Jadi calon wapres yang juga Ketua Umum MUI tentu paham dengan pasar modal.
Sedangkan Sandiaga Uno merupakan pemegang saham di salah satu perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).Sementara Jokowi dan Prabowo di mata investor di pasar modal juga sudah diketahui rekam jejak kinerjanya yang selama ini positif.

Sebagai pelaku pasar modal, Rudy Utomo mengharapkan pemimpin di masa mendatang tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu penopang perekonomian nasional.

Otoritas Jasa keuangan (OJK) juga mengharapkan calon presiden dan calon wakil presiden dapat memberikan perkembangan lebih baik bagi industri pasar keuangan di dalam negeri."Calon yang sudah ada ini diharapkan bisa memberikan perkembangan di pasar keuangan dan pasar modal," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso.

Melalui momentum ini pelaku pasar keuangan di dalam negeri dapat menyampaikan harapan agar ke depan menjadi prioritas bagi pemerintah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Dewan Komisioner OJK Hoesen mengatakan bahwa pesta demokrasi dalam rangka memilih Presiden Indonesia untuk periode 2019-2024 akan berjalan kondusif sehingga tidak mengganggu aktivitas investasi di dalam negeri, terutama di pasar modal.

Pengalaman pada pemilu 2014 dan 2019, rasanya tidak ada dampak atau kejadian yang signifikan, prosesnya diapresiasi karena paling aman sedunia. Pada 2019 pun mudah-mudahan akan berjalan dengan baik dan stabilitas terjaga.

Kebijakan Ekonomi

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan calon presiden dan calon wakil presiden harus memiliki gambaran kebijakan ekonomi Indonesia ke depan yang jelas.

Indef berharap sesudah pasangan resmi yang ditetapkan KPU, masing-masing capres dan cawapres hendaknya langsung membuat tidak hanya sekedar "platform" tapi gambaran kebijakan ekonomi nasional ke depan.

Indef juga berharap capres dan cawapres nantinya sebaiknya membentuk minimal kabinet bayangan yang dapat menjadi gambaran dan juga referensi bagi masyarakat untuk menilai capres dan cawapres yang nantinya akan dipilih, terutama jika dilihat dari kebijiakan ekonomi yang akan diusung.

Dia mencontohkan Prabowo mengusung kabinet kerakyatan, namun jika menteri-menteri yang dipilihnya tidak mencerminkan ekonomi kerakyatan itu sendiri, tentu tidak akan tercapai tujuan-tujuan yang dituangkan dalam visi misi capres dan cawapres, dan masyarakat akan mampu menilainya sendiri.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ini sendiri dibuka menguat 25,25 poin atau 0,42 persen menjadi 6.090,50. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,20 poin atau 0,54 persen menjadi 965,35.

Setelah muncul kepastian nama calon presiden beserta wakilnya, sentimen berkaitan dengan politik di pasar keuangan domestik dinilai cenderung berkurang sehingga IHSG menguat.

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak menguat sebesar enam poin menjadi Rp14.426 dibanding sebelumnya Rp14.432 per dolar AS.Kabar mengenai pengumuman pasangan calon presiden dan wakil presiden turut mengurangi spekulasi di pasar keuangan domestik.

Paling utama diharapkan pasar ada tiga hal. Pertama, pemilihan umum di Indonesia berlangsung lancar dan aman. Kedua, tidak ada gejolak terhadap stabilitas politik, dan ketiga ada konsistensi kebijakan.

Saat ini respon pasar sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh urusan politik dalam negeri saja namun juga dinamika lingkungan eksternal, antara lain kebijakan pemerintahan AS dibawah pimpinan Presiden AS Donald Trump yang cukup kontroversial dan juga isu perang dagang antara AS dan China. (Ant.)

BERITA TERKAIT

Dekonsolidasi Positif Bagi Meikarta dan LPCK

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Lippo Cikarang Tbk mendekonsolidasi PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang proyek mega properti Meikarta…

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…

Pasar Modal di 2019 Lebih Menggairahkan - Tekanan Sudah Mereda

NERACA Jakarta – Bila sebagian pelaku pasar menilai tahun politik di 2019 mendatang, menjadi  kondisi yang cukup mengkhawatirkan di industri…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Gejolak Persaingan Ekonomi Global vs Cashflow yang Sehat - Studi Kasus Unrealized loss PLN

  Oleh: Sudimara Pati, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Swasta Belakangan kita diberitakan bahwa Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) milik BUMN…

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

Mencari Akar Ketimpangan

Oleh: Sarwani Problem utama pembangunan Indonesia adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia seperti yang tercantum dalam sila ke-5 Pancasila.…