Hadiri ODM Undip, Menteri Susi Ingin Kembalikan Kejayaan Laut

NERACA

Semarang – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri sekaligus menjadi pembicara dalam kegiatan upacara penutupan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2018 bertema “Undip Green Habit” di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Minggu (12/8). Dalam kegiatan yang dihadiri 11 ribu mahasiswa baru tersebut, Menteri Susi hadir bersama Menteri Riset dan Teknologi Muhammad Nasir dan Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Daerah Akhmad Muqowam.

Menteri Susi antusias menyaksikan konfigurasi 4 mozaik yang dilakukan ribuan mahasiswa baru, yaitu membentuk logo Undip, Lawang Sewu, Candi Gedong Songo, dan Lambang Negara Garuda Pancasila. Selain itu, kegiatan ODM ini juga dimeriahkan dengan penerbang paralayang, Parade Unit Kegiatan Mahasiswa, penampilan drama kolosal, dan Marching Band dari SMK Kesdam IV/Diponegoro.

Menyaksikan semangat para generasi muda bangsa, Menteri Susi berpesan agar para mahasiswa baru menjalani masa perkuliahan dengan penuh tanggung jawab. “Kalian adalah generasi penerus bangsa. Di tangan kalianlah nanti masa depan Undip, masa depan Indonesia juga. Seluruh lini dari negara ini mengharapkan kehadiran kalian 4-5 tahun yang akan datang,” ungkap Menteri Susi menyemangati.

Oleh karena itu, ia ingin generasi muda mempersiapkan diri dan belajar dengan penuh semangat untuk mendapatkan ilmu dan memperoleh gelar. Ilmu dan gelar ini dibutuhkan untuk menunjukkan kualitas agar bisa mengisi berbagai lini, baik struktural pemerintah, swasta, maupun menjadi entrepreneurship (pengusaha).

Dalam rangka 73 tahun Indonesia merdeka, Menteri Susi juga mengingatkan agar generasi muda bahu membahu menjadikan laut masa depan bangsa. Menurutnya, Indonesia adalah negara agriculture, di mana laut dapat dijadikan pusat pembangunan. Bagaimana tidak, 71 persen dari luas wilayah Indonesia adalah lautan.

Menteri Susi menyayangkan, selama ini bangsa Indonesia telah terlalu lama memunggungi laut. Jika pembangunan bangsa dapat dilakukan dengan maritime base development, ia yakin cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dunia dapat diwujudkan. “Sekarang saatnya kita kembali ke laut, kembali kepada kejayaan nusantara,” tuturnya.

Menurut Menteri Susi, Indonesia sebagai poros maritim dunia bukan sekadar poros putaran, melainkan titik tolak kegiatan ekonomi maritim, di mana secara geografis Indonesia telah menjadi sentral pergerakan maritim.

“Semua lewat lautan Indonesia. Sayangnya mereka kebanyakan baru lewat saja atau transit saja, tidak menjadikan Indonesia sebagai pusat titik tolak kegiatan maritim di titik ekuator ini. Padahal negara kita luar biasa, dengan jumlah pulau 17.504 dan 111 pulau terluarnya. Panjang pantainya itu nomor 2 di dunia dengan panjang 97.000 km persegi,” paparnya.

Maka menurutnya, sudah seharusnya bangsa Indonesia kaya dan sejahtera dari lautan. Akan tetapi, fokus pembangunan yang tidak berorientasi ke laut selama 2-3 dekade terakhir, telah membuat potensi laut Indonesia sia-sia. Bahkan negara-negara lain yang menikmati hasilnya melalui maraknya kegiatan illegal fishing.

Menteri Susi berpendapat, laut sebagai masa depan bangsa tidak boleh dijual, tak boleh digadaikan, dan tak boleh ditukar dengan apapun karena laut kita adalah warisan untuk generasi mendatang.

Guna pengelolaan yang baik, Menteri Susi juga mengingatkan generasi muda untuk bijak dalam menyikapi arus globalisasi yang membawa perubahan teknologi, membutuhkan peningkatan kualitas SDM, maupun mengubah tren perdagangan.

“Saya senang Undip sudah memiliki Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Saya harap kampusnya pun berada di tepi pantai, tidak di tengah kota. Kalau belum, Pak Rektor harus segera membangunnya. Jangan sampai kita ingin membangun dari laut, tapi kita sendiri tidak tahu apa itu laut,” pesannya.

Ia pun meminta seluruh elemen untuk mengawal tiga pilar pembangunan kelautan dan perikanan yang diusung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Ia meminta anak bangsa menunjukkan integritas dalam penegakan hukum agar terlaksana dengan baik.

“Integritas sangat penting, itulah kehormatan kalian. Kalian junjung tinggi lebih dari segalanya, kalian akan dihormati dan dihargai. Pada era kompetisi, tidak mudah untuk menjadi orang luar biasa. Dengan menjaga integritas, itu sudah satu poin menuju pribadi luar biasa,” lanjut Menteri Susi. Menurut Menteri Susi, yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah manusia-manusia yang penuh semangat dan keberanian.

BERITA TERKAIT

Menteri LHK: Justru Pak Jokowi Membenahi yang Salah-salah - Divonis Bersalah Kasus Karhutla

Menteri LHK: Justru Pak Jokowi Membenahi yang Salah-salah Divonis Bersalah Kasus Karhutla NERACA Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan…

PPK Kemayoran Ingin Jadikan Gedung Eks Bandara Kemayoran Jadi Cagar Budaya

    NERACA   Jakarta - Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran mengusulkan agar gedung eks Bandara Kemayoran dijadikan sebagai cagar…

Menteri Luar Negeri - Pasifik Prioritas Politik Luar Negeri Indonesia

Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Pasifik Prioritas Politik Luar Negeri Indonesia  Auckland - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan negara-negara…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Manufaktur - Peningkatan Investasi Perkuat Struktur Industri Elektronika

NERACA Jakarta – Industri elektronika di Indonesia diyakini akan semakin kuat struktur manufakturnya seiring masuknya sejumlah investor baru. Peningkatan investasi…

Penebaran Kembali Ikan Lokal Digelar di Magetan

NERACA Magetan – Dalam rangka mengawal misi kesejahteraan masyarakat kelautan perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan…

RUU Minerba, Daftar Inventarisasi Masalah Disinkronisasi

NERACA Jakarta – Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam Tahah Air agar dapat dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat…