Pasar Tidak Khawatirkan Sentimen Pilpres - Melihat Tren Tiga Pemilu

NERACA

Jakarta – Pasca diumumkannya dua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), pelaku pasar masih bersikap wait and see sambil menanti program kerja yang disampaikan. Namun riuhnya kondisi politik jelang pemilu presiden (pilpres) 2019 nanti, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini tidak akan berpengaruh banyak terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG).

Inarno Djayadi, Direktur Utama BEI mengatakan, pilpres sepertinya tidak akan terlalu mempengaruhi bursa dalam negeri khususnya IHSG. Menurutnya, jika melihat pada pemilihan umum dan pilpres sebelumnya memang dampaknya tidak signifikan. “Jika lihat tahun-tahun sebelumnya memang tidak berpengaruh. Penggerak IHSG terbesar masih dari faktor eksternal dan global,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Inarno mengatakan, hal yang mempengaruhi pasar modal paling utama adalah faktor eksternal karena krisis yang terjadi di 1998 dan 2008 dan bukan karenaadanya pemilihan umum."Saya hanya melihat tren tigapemilu yang ada 2004, 2009,dan 2014, sejauhini tidak ada dampak," kata Inarno.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun tak terlalu khawatir dengan datangnya tahun politik ini."Dari pengalaman pemilu 2014 dan 2019 rasanya tak ada dampak atau kejadian yang signifikan," kata Hoesen, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK. Justru dengan adanya pemilihan umum yang aman, maka stabilitas dari pasar modal justru terjaga.

Terkait dengan pengawasan dana panas yang bisa saja masuk ke pasar modal, menurut Hoesen sudah ada mekanisme dari PPATK yang mengawasi terkait dengan tindak pencucian uang. Sementara Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK, Djustini Septiana mengatakan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) secara rutin mengirimkan dana aktivitas keuangan yang diluar kebiasaan (unusual) kepada OJK. Setelah itu, data ini akan disampaikan kepada perbankan untuk ditinjau lebih lanjut.”Kalau sudah, itu kita akan lihat siapa orang ini, untuk apa dananya. Sebenarnya kan kita susah melihatnya, yang lihat kan di perbankan kecuali kalau masuk ke pasar modal,"ujarnya.

Meski demikian, dia menyebutkan bahwa jumlah laporan dari PPATK jumlahnya tak pernah melonjak signifikan meski berada di tahun tertentu, terlebih di tahun politik. Pengamat pasar modal yang juga Direkutr Utama Evergreen, Rudy Utomo menilai bahwa respon investor terhadap nama-nama calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019 cukup positif bagi industri pasar modal.” Pasangan Jokowi yakni Ma`ruf Amin, sementara Prabowo dengan Sandiaga Uno cukup dikenal di industri pasar modal, jadi pasar responnya relatif positif,"tuturnya.

Rudy mengharapkan pemimpin di masa mendatang tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu penopang perekonomian nasional.”Selain itu, harga pangan juga diharapkan stabil sehingga menjaga konsumsi domestik,"jelasnya.

BERITA TERKAIT

Kajian ICW: Tren Penindakan Korupsi Pada 2018 Turun

Kajian ICW: Tren Penindakan Korupsi Pada 2018 Turun NERACA Jakarta - Kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan tren penindakan korupsi…

DPR Setujui Tiga RUU Menjadi UU

DPR Setujui Tiga RUU Menjadi UU NERACA Jakarta - Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu (13/2) menyetujui tiga Rancangan Undang-Undang…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…