Implikasi Kenaikan Harga BBM

Oleh: Prof. Firmanzah Ph.D

Guru Besar Fakultas Ekonomi UI

Kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi opsi ditengah-tengah meningkatnya harga minyak mentah dunia. Ancaman krisis di Timur Tengah menjadi salah satu penyebabnya. Di dalam negeri, perdebatan besaran subsidi BBM telah terjadi beberapa waktu yang lalu. Kesadaran bahwa Indonesia bukan lagi negara net-eksportir minyak dan BBM bersubsidi selama ini dinikmati oleh kelas menengah ke atas. Dalam postur APBN terlihat dana alokasi untuk subsidi BBM semakin meningkat seiring kenaikan harga minyak mentah dunia. Sementara itu alokasi untuk belanja infrastruktur dan program lainnya yang lebih tepat sasaran untuk pemberdayaan masyarakat menjadi semakin terbatas.

Hal yang segera dilakukan adalah menghitung implikasi kenaikan BBM bersubsidi terhadap beban biaya produksi nasional, pengeluaran masyarakat, inflasi, pertumbuhan ekonomi, tingkat konsumsi domestik dan angka kemiskinan nasional. Kenaikan tarif angkutan untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM bersubsidi juga sudah mulai diwacanakan.

Tentunya kenaikan ini semakin menambah beban yang harus ditanggung oleh masyarakat. Efek berantai dari kenaikan biaya angkutan akan dirasakan kepada naiknya harga kebutuhan pokok. Dimana hampir 70% pengeluaran kelompok masyarakat miskin teralokasi untuk hal ini.

Upaya untuk mengurangi beban kenaikan harga telah diwacanakan oleh pemerintah dengan opsi bahan bakar gas. Namun kesulitan di tingkat operasional seperti penyediaan converter-kit, SPBG dan mekanisme pembatasan menjadikan opsi ini sangat rawan atas konflik di tingkat masyarakat. Beberapa studi menunjukkan opsi menaikkan harga menjadi lebih sederhana dilakukan untuk mengurangi beban subsidi BBM. Dibandingkan dengan opsi pembatasan BBM bersubsidi pada 1 April 2012, menyesuaikan harga BBM bersubsidi akan lebih realistis melihat kesiapan di lapangan.

Dana penghematan subsidi BBM dapat dialokasikan terhadap dua hal. Pertama pembiayaan program pemberdayaan masyarakat miskin untuk meningkatkan kemampuan mereka masuk ke sektor produksi. Kedua, peningkatan belanja infrastruktur (jembatan, jalan, puskesmas, sekolah dll) untuk membuka akses kepada kelompok masyarakat di pedesaan dan kantung-kantung kemiskinan nasional. Diharapkan dengan segera dilakukannya hal ini akan mengurangi beban akibat dikuranginya alokasi BBM bersubsidi.

Hal yang perlu diperhatikan terkait dengan rencana pemerintah akan meningkatkan tarif dasar listrik (TDL). Komponen biaya (cost) energi sangat besar terutama pada kelompok UMKM di Indonesia. Oleh karena itu, waktu menaikkan harga perlu dipertimbangkan secara cermat agar tidak memunculkan kepanikan kenaikan harga di tingkat produsen.

Kompensasi naiknya biaya produksi akan dibebankan kepada konsumen dan dikhawatirkan menurunkan konsumsi domestik nasional. Dimana konsumsi domestik selama ini menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Berkurangnya tingkat konsumsi nasional akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di tahun 2012.

BERITA TERKAIT

Penerapan BBM Satu Harga Tinggal 14 Titik

      NERACA   Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat Program BBM Satu…

Ada Peluang Kenaikan Bunga The Fed, Rupiah Melemah

    NERACA   Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore, bergerak melemah sebesar 16…

Infrastruktur, Harga Pangan dan Bansos Diklaim Membaik - KINERJA 3 TAHUN PEMERINTAHAN JOKOWI-JK

  NERACA Jakarta – Pemerintah kabinet kerja genap berumur tiga tahun. Selama tiga tahun dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Dilema Utang vs Pajak

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Ketika melihat data keseimbangan primer atau kemampuan pemerintah membayar utang di dalam…

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…

Belum Seutuhnya Merdeka

Oleh: Dhenny Yuartha Junifta Peneliti INDEF Sudah 72 tahun Republik ini memproklamasikan diri sebagai negara merdeka. Namun, seiring nafas perubahan…