Operasional OSS Layani 30.505 Registrasi Dalam Sebulan

NERACA

Jakarta - Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, dalam sebulan operasional sistem pelayanan terpadu (OSS) telah melayani 30.505 registrasi untuk para investor. “Sebanyak 30.505 registrasi dengan rata-rata per hari termasuk Sabtu dan Minggu sebanyak 1.326,” kata Susiwijono dalam jumpa pers sebulan pelaksanaan sistem OSS di Jakarta, Kamis (9/8).

Susiwijono mengatakan angka ini merupakan pencapaian sejak sistem OSS beroperasi sepenuhnya sejak 9 Juli hingga 8 Agustus 2018 pukul 19.30 WIB. Dari jumlah 30.505 registrasi tersebut, sebanyak 22.328 investor telah melakukan aktivasi akun. Dari pencapaian itu, 12.290 investor sudah mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Dari investor yang sudah memperoleh NIB, sebanyak 7.004 telah memperoleh izin usaha. Dari jumlah tersebut, 5.587 investor sudah mendapatkan izin komersil atau operasional. Berdasarkan pelaku usaha yang sudah mendapatkan NIB, 73 persen atau 5.267 merupakan pelaku usaha non perseorangan, 25 persen atau 1.827 pelaku usaha perseorangan dan dua persen atau 138 merupakan perwakilan. "Sebanyak 71 persen atau 5.063 merupakan investor PMDN dan 29 persen atau 2.031 adalah investor PMA," kata Susiwijono.

Untuk skala usaha, sebanyak 67 persen atau 4.754 merupakan pelaku usaha non UMKM dan 33 persen atau 2.340 adalah pelaku usaha UMKM. Sementara, sektor terbanyak yang telah mendapatkan izin usaha adalah sektor perdagangan 3.410, sektor perindustrian 2.012 dan sektor pertanian 552. Sektor terbanyak yang sudah mendapatkan izin komersial atau operasional adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan 2.693, sektor pertanian 1.939 dan sektor perdagangan 1.218.

Susiwijono mengatakan pelayanan selama sebulan pelaksanaan sistem OSS belum sepenuhnya memadai, karena sistem ini terintegrasi dengan 25 kementerian lembaga serta 514 pemerintah daerah. "Kami terus melakukan penyempurnaan, untuk help desk dan tim teknis termasuk kebutuhan untuk dukungan sistem," ujarnya. Meski demikian, secara keseluruhan, pelaksanaan sistem OSS sudah memadai untuk pelayanan perizinan berusaha bagi para investor.

BERITA TERKAIT

BI Perkirakan Anggaran Penerimaan Operasional Naik 7,9%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan anggaran penerimaan operasional meningkat 7,9 persen menjadi RpRp29,1 triliun pada…

Pemerintah Hamburkan Dolar ke Luar Negeri, BI ke Dalam Negeri

Oleh: Gigin Praginanto, Pemerhati Kebijakan Publik Berapa banyak bank bakal klenger dihantam kredit macet? Berapa banyak pekerja bakal kena PHK…

Peran Penting Perbankan dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    NERACA   Gorontalo - Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mengatakan kehadiran perbankan berperan penting mendorong pertumbuhan ekonomi di…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarik Investor Dengan Insentif Perpajakan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memperkuat insentif perpajakan guna pendalaman pasar keuangan…

Sejak Revisi PMK, Delapan Perusahaan Terima Tax Holiday

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebanyak delapan perusahaan atau wajib pajak sudah menerima…

Bantu Petelur, Pemerintah Cari Bahan Baku Pakan

    NERACA   Blitar - Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH)…