Awal Pekan, IHSG Berupaya Bergerak di Zona Hijau

Neraca

Jakarta – Diakhir pekan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 64,247 poin (1,62%) ke level 3.894,562. Sementara Indeks LQ 45 ambles 12,317 poin (1,94%) ke level 671,649. Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi sentimen negatif indeks terkoreksi di regional.

Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada mengatakan, rencana kenaikkan BBM oleh Pemerintah memicu kekhawatiran inflasi akan meningkat, “Hal itu yang menjadi sentimen negatif di pasar saham dalam negeri, sehingga IHSG bergerak anomali terhadap bursa regional,”kata di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia mengemukakan, harga minyak mentah dunia yang meningkat menjadi pemicu pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Hal itu dinilai oleh pelaku pasar bahwa ekonomi Indonesia rentan terhadap kenaikkan harga minyak dunia. Meski demikian, lanjut dia, IHSG masih mempunyai peluang penguatan seiring dengan kinerja laporan keuangan emiten yang diperkirakan positif.

Hal senada dikatakan analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, penutupan perdagangan IHSG akhir pekan secara konsisten berada dalam tekanan jual. "Sentimen negatif dari rencana kenaikan harga BBM serta kekhawatiran akan inflasi tinggi menjadi katalis negatif bagi IHSG," paparnya.

Oleh karena itu, berikutnya indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan akan berupaya keluar dari zona merah dengan pergerakan indeks di level 3.894-3.910. Kendatipun demikian, khawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan kenaikan BBM bakal memicu untuk tidak sering melakukan transaksi bakal membawa indeks kembali tekoreksi.

Perdagangan akhir pekan kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 120.828 kali pada volume 4,736 miliar lembar saham senilai Rp 5,806 triliun. Sebanyak 48 saham naik, sisanya 221 saham turun, dan 62 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Petrosea (PTRO) naik Rp 1.150 ke Rp 40.900, Century Textille (CNTX) naik Rp 400 ke Rp 7.500, Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 225 ke Rp 4.700, dan Fastfood (FAST) naik Rp 200 ke Rp 13.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.600 ke Rp 68.250, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.700 ke Rp 51.950, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 42.500, dan Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 900 ke Rp 16.800.

Pada perdagangan sesi I, IHSG juga ditutup anjlok 76,927 poin (1,94%) ke level 3.881,882. Sementara Indeks LQ 45 jatuh 15,650 poin (2,28%) ke level 669,316. Kekhawatiran tingginya inflasi pasca pemerintah menaikkan harga BBM April nanti menjadi pemicu. Pasalnya, investor cukup khawatir akan langkah pemerintah ini.

Indeks terkoreksi di tengah sentimen positif dari bursa regional dan global. Sentimen negatif dari dalam negeri cukup tinggi sehingga indeks tak mampu bergerak ke atas. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa terpangkas cukup dalam dengan pelemahan rata-rata lebih dari satu persen. Koreksi terbesar diderita oleh indeks sektor aneka industri.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 60.522 kali pada volume 2,21 miliar lembar saham senilai Rp 2,543 triliun. Sebanyak 27 saham naik, sisanya 226 saham turun, dan 51 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textille (CNTX) naik Rp 400 ke Rp 7.500, Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 225 ke Rp 4.700, BFI Finance (BFIN) naik Rp 200 ke Rp 5.400, dan Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 200 ke Rp 4.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.600 ke Rp 68.250, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.500 ke Rp 52.150, United Tractor (UNTR) turun Rp 900 ke Rp 27.350, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 42.700.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka turun 0,31 poin atau 0,01% ke posisi 3.958,49. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,08 poin atau 0,01% ke posisi 684,89 poin. "Pelemahan indeks BEI dipengaruhi oleh melemahnya data makro ekonomi Eropa," kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono.

Dia menambahkan, IHSG juga tertekan oleh sentimen negatif dari rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sehubungan dengan terus merambat naiknya harga minyak mentah dunia. "Gubernur BI menyatakan jika harga BBM bersubsidi dinaikkan lebih dari Rp1.000 per liter, angka inflasi tahun ini akan melampaui proyeksi BI 5,5%," ujarnya

Karena itu, dirinya sudah memperkirakan, IHSG Jum’at akhir pekan kemarin diproyeksikan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas pada kisaran "support-resistance" di level 3.928-3.981 poin. "Kami melihat saham sektor konsumsi, semen, dan konstruksi masih cukup menarik untuk perdagangan jangka pendek,”paparnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 41,84 poin (0,20%) ke level 21.339,15, indeks Nikkei-225 naik 5,56 poin (0,06%) ke level 9.601,13 dan Straits Times melemah 0,86 poin (0,03%) ke level 2.967,48.(bani)

BERITA TERKAIT

Bike for Unity’ Ajak Masyarakat Hidup Sehat - Semarak Gowes Akhir Pekan

NERACA Jakarta –  Agar tubuh bugar dan sehat kita harus aktif secara fisik dengan berolah raga. Salah satunya, yaitu dengan…

IHSG Selama Sepekan Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Selama sepekan kemarin atau di sepanjang priode 4 hingga 8 Desember 2017, indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Ciputra-IFC Sinergi Promosikan Bangunan Hijau

Ciputra-IFC Sinergi Promosikan Bangunan Hijau NERACA Jakarta - Pengembang Ciputra Residence bersinergi dengan anggota kelompok Bank Dunia, IFC, dalam rangka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

Generali Meriahkan Insurance Festival 2017

Sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inkluasi keuangan, Generali Indonesia turut meramaikan Insurance Festival 2017 yang…

WTON Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

Optimisme tahun depan akan jauh lebih baik kondisi perekonomian dalam negeri, memacu PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menargetkan pertumbuhan…